• 18. Menganggap bahwa pendapatnya yang paling benar dan suaminya selalu berada di pihak yang salah. Jika suami berusaha untuk memahamkan maka pasti terjadi salah faham dan berakhir dengan percekcokan. Hal itu karena wanita terlalu dikuasai hawa nafsu dan perasaan sementara ia tidak menyadari bahwa sikapnya menyulut api perceraian.
• 19. Selalu menjauhi suami dalam pertemuan-pertemuan keluarga bahkan boleh jadi menjauhi sang suami dari tempat tidur. Rasulullah bersabda:
“Jika seorang wanita bermalam menjauhi tempat tidur suaminya maka malaikat melaknatnya hingga kembali lagi.”
(H.R Bukhari dan Muslim)
• 20. Boleh jadi umur isteri lebih tua dari suami atau bekas isteri orang lain atau mempunyai anak banyak maka ia merasa sombong dengan kecantikan atau bekas suami yang dahulu sehingga tidak ingin suaminya memiliki isteri lain. Sementara suaminya ketakutan karena usia isterinya lebih tua atau dia memang sudah menikah sebelumnya maka kehidupan rumah tangga dirundung kegelisahan dan kekhawatiran dan pada akhirnya sang suami menikah lagi atau berakhir dengan perceraian.
• 21. Suka berbicara dan membuka obrolan dengan laki-laki lain sehingga bisa membangkitkan cemburu atau marah sang suami.
• 22. Sering curiga dan sangat berperasa, selalu curiga terhadap setiap ucapan yang didengarnya dan perbuatan yang dilihatnya sehingga dia selalu menaruh curiga terhadap suaminya atau orang yang hidup disekitarnya bahkan selalu ingin tahu apa yang diperbuat oleh suaminya.
• 23. Cemburu dan Hasad terhadap kerabat suami, tidak mau bersilaturrahmi dan berbuat baik kepada mereka bahkan ia hanya ingin mengutamakan diri sendiri dengan segala sesuatu dan menjadi orang yang paling diperhatikan.
• 24. Kurang memperhatikan suami karena terlalu mencurahkan perhatian kepada anak-anak, atau sibuk berkunjung dan menelpon teman-teman atau sanak kerabat sehingga hak dan kebutuhan serta kewajiban terhadap suami terlantar. Demikian itu bisa menjadi sebab sang suami menikah dengan wanita lain lalu menjauhinya atau menceraikannya.
• 25. Memiliki tabiat dan perangai yang suka berubah-ubah dan sulit dikendalikan, terkadang bersikap murung dan bermuka masam namun seketika berubah menjadi ceria dan berseri-seri.
• 26. Sebagian isteri kurang bersyukur kepada Allah yang telah memberi nikmat suami yang shalih, sering menciptakan suasana yang memicu percekcokan dengan suami, susah menerima nesehat dan pengarahan hingga suami terpaksa menikah dengan wanita lain akhirnya suasana semakin keruh dan tidak bisa dikendalikan serta berakhir dengan perceraian.
• 27. Terkadang seorang wanita terkena penyakit was-was yang selalu menguji kecintaan suami dan memojokkan dengan berbagai macam permintaan, atau berpaling dan membangkang atau berpura-pura sakit atau pikiran kalut lalu meminta diajak keluar atau jalan-jalan yang mengeluarkan biaya besar sehingga permasalahan menjadi semakin ruwet dan sering menimbulkan percekcokan lalu berakhir dengan kebencian atau perceraian.
• 28. Terpengaruh oleh sinetron murahan dan film-film cengeng yang merusak akhlak rasa malu sehingga membuat sang isteri berani melawan dan menentang sang suami serta meminta berbagai macam model pakaian.
• 29. Boleh jadi seorang isteri mandul atau sakit sehingga tidak mampu memenuhi hak-hak suaminya namun ia juga menolak suaminya menikah lagi akhirnya sang suami berada dalam posisi serba sulit, antara menceraikan sang isteri sehingga menambah parah penyakitnya atau terus-menerus hidup seperti itu.
• 30. Mempermahal mahar, banyak tuntutan materi, senang hidup boros dan mubadzir. Gemar membeli berbagai macam pakaian dan perabot rumah tangga yang kurang bermanfaat akhirnya terbuang di tong sampah dengan sia-sia, atau membeli berbagai perhiasaan emas di luar kebutuhan, kemudian dijual lagi dengan harga yang sangat murah sehingga sang suami mengalami kerugian dan kehabisan harta dan tidak mampu lagi menanggung beban kebutuhan rumah tangga dan tuntutan sang isteri akhirnya muncul percekcokan dan perselisihan.
Seandainya seorang wanita rela dengan mahar yang sedikit maka bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain yang lebih penting. Jika seorang wanita menerima mahar cukup besar maka hendaklah ditabung, atau dibuat modal usaha lalu sebagian dari hasil usaha bisa digunakan untuk simpanan hari tua dan sebagian lain disedekahkan sehingga memberi manfaat bagi semua pihak baik keluarga maupun dirinya sendiri maka Rasulullah bersabda:
“Pernikahan yang paling berkah adalah yang paling murah beban biayanya.”
(H.R Ahmad)
Dan Nabi bersabda:
“Wanita yang paling berkah adalah yang murah maharnya.”
(H.R Hakim)
• 31. Berkhianat dalam kesucian dan harga diri sehingga menyalurkan kebutuhan seksual dengan cara yang diharamkan Allah. Allah berfirman:
• “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
• (Al Furqan 68-70)
Wahai Saudariku wanita muslimah, jauhkanlah diri kalian dari tabiat buruk dan perangai tercela di atas dan hiasilah hidupmu dengan akhlak yang mulia, perangai yang terpuji, prilaku yang baik dan kebiasaan terhormat. Karena sebaik-baik manusia adalah orang yang terbaik bagi keluarganya, kemudian lingkungan sekitarnya dan mampu memberi manfaat bagi orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar