Minggu, 07 November 2010

Etika Tidur Rasulullah SAW

Tidur merupakan perkara rutin yang dilakukan seluruh manusia setiap harinya. Alangkah nikmatnya jika tidur kita justru menambah amal kebaikan bagi kita serta mengharap ridho Allah subhanahu wata’ala. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah memberi contoh kepada umatnya bagaimana etika tidur yang baik,yang bisa menambah amal kebaikan bagi kita,tidak hanya sekedar melepas lelah atau menyehatkan.
ETIKA BERANJAK TIDUR
Berikut beberapa perkara tentang etika beranjak tidur Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam:

Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam Membenci Tidur Sebelum Shalat Isya’ Dan Mengobrol Setelahnya
Berdasarkan dalil,dari Abu Barzah radiallahu ‘anhu, “Bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat Isya’ dan mengobrol setelahnya.”[HR. Bukhari]

Berwudhu Sebelum Tidur,Walaupun Dalam Keadaan Junub
Ibnu Umar radiallahu ‘anhu , bahwasanya Umar bin Khatab bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, ‘Apakah salah seorang di antara kami boleh tidur sedangkan dia dalam keadaan junub?’Nabi bersabda.’Ya, jika salah seorang di antara kalian berwudhu, maka tidurlah;walaupun dalam keadaan junub”[Muttafaq ‘Alaih]

Membersihkan (Mengibaskan) Tempat Tidur
Dari Abu Huraihah radiallahu ‘anhu, Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Apabila seseorang di antara kalian mendatangi tempat tidurnya, hendaklah dia membersihkan (mengibaskan) tempat tidurnya dengan bagian dalam sarungnya;karena ia tidak tahu apa yang akan terjadi sepeninggalnya (ketika ia tidur).”[HR. Bukhari]

Berbaringlah Di Atas Lambung Kanan
Dari Bara’ bin Azib radiallahu ‘anhu:“ Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,’Apabila engkau mendatagi tempat tidurmu,maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat,kemudian berbaringlah di atas lambung kanan (menghadap ke kanan).”[Muttafaq ‘Alaih]

Dan dari hadits serupa, dari Abu Huraihah radiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda“:…apabila ingin membaringkan tubuh, hendaklah ia berbaring di atas lambung kanannya...”[HR. Muslim]

Larangan Tidur Telungkup
Berdasarkan dalil,dari Thikhfah Al-Ghifari rahimahullah,dia berkata:“Suatu ketika Rasulullah mendapatiku tidur di dalam mesjid,dengan posisi tidur menelungkup.Lalu beliau membangunkanku dengan kakinya seraya bersabda,’Mengapa engkau tidur degan posisi seperti ini.Ini adalah posisi yang tidak disukai Allah atau posisi tidur yang dibenci Allah.”[HR. Ibu Majah]
Dan hadits lain,dari Abu Dzar radiallahu ‘anhu,dia berkata:.Nabi pernah melewatiku sedangkan au berbaring dalam keadaan telungkup. Lalu beliau membangunkanku dengan kakinya seraya berkata,’Wahai Junaidib,sesungguhnya cara tidur seperti ini(telungkup) adalah cara tidur penghuni Neraka.”[HR. Ibnu Majah]

Membaca Pada Kedua Telapak Tangan:Surat Al Ikhlas, Surat Al Falaq dan Surat An-Nas.
“Dan dari Ummul Mukminin radiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam jika ingin mendatangi tempat tidurnya setiap malam, beliau menghimpun kedua telapak tangannya, lalu meniup keduanya kemudian beliau membaca pada kedua telapak tangannya:Surat Al Ikhlas, surat Al Falaq dan surat An-Nas. Kemudian beliau mengusap seluruh tubuhnya yang bisa dijangkau dengan kedua telapak tangannya, dimulai dengan kepala dan wajah beliau dan seluruh tubuh bagian depan. Beliau melakukan tersebut sebanyak tiga kali”[HR. Bukhari]

Membaca Ayat Kursi
Dari Abu Huraihah radiallahu ‘anhu,Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam berkata:“Apabila engkau ingin mendatangi tempat tidurmu, maka bacalah ayat kursi—hingga selesai---Maka engkau senantiasa mendapat penjagaan dari Allah dan setan tidak akan mendatangi (mengganggu)mu sampai pagi.”[HR. Bukhari]

Berdzikir
Dari hadits panjang,dari Ali radiallahu ‘anhu,bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam berkata:“Apabila kalian beranjak tidur, maka bacalah: takbir sebanyak 34 kali, tasbih sebanyak 33 kali dan hamdalah sebanyak 33 kali.”[HR. Muttafaq ‘Alaih]

Menutup Pintu, Bejana Dan Mematikan Lampu Sebelum Tidur
Dari Jabir bin Abdullah radiallahu ‘anhu,dia berkata,’Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Tutuplah bejana, dan tutuplah pintu-pintu rumahmu, serta matikanlah lampu-lampu, karena tikus terkadang menarik sumbu lampu dan menyebabkan kebakaran pemilik rumah.”[HR. Bukhari]

Meniatkan Diri Untuk Bangun Melaksanakan Shalat Malam Ketika Ingin Tidur
Dari Abu Darda’ radiallahu ‘anhu, Dari Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam,beliau bersabda:”Barangsiapa yang mendatangi tempat tidurnya dengan meniatkan diri untuk bangun melaksnakan shalat malam lalu dia tertidur sampai pagi,maka akan dicatat(diberi pahala) dengan sesuatu yang diniatkannya itu.Sedangkan tidurnya merupakan sedekah bagi dirinya dari Rabbnya ‘azza wajalla.”[Shahih At-Targhib wa At-Tarhib,(5),601]

Makruh Tidur Di Atas Atap Rumah Yang Tidak Ada Pembatasnya
Dari Ali bin Syaiban radiallahu ‘anhu,dia berkata,’Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda,’Barangsiapa yang tidur di atas atap rumahnya yang tidak ada pembatasnya,maka hilanglah jaminan darinya.”[HR. Adu Dawud]

Berdo’a Jika Merasa Takut Ketika Tidur
Dari Amru bin Syu’aib radiallahu ‘anhu,dari ayahnya,dari kakeknya,bahwasanya Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda,’Apabila salah seorang dari kalian merasa ketakutan di dalam tidurnya,hendaknya dia berdoa,’A’udzu bikalimatillahit tammati min ghadabihi wa ‘iqabihi,wa syarri ‘ibadihi,wa min hamazatisy syayathin,wa an yahdhurun.(Aku berlindung dengan kalimat-kalimat allah yang sempurna,dari amarah dan siksa-Nya,dari kejahatan hamba-Nya,dari godaan setan dan dari kedatangannya kepada diriku). Maka do’a itu tidak akan membuatnya tertimpa mudharat.”[HR. Tirmidzi]

Menceritakan Mimpi Baik Dan Berta’awwudz Jika Berimpi Buruk
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radiallahu ‘anhu,bahwasanya dia mendengar Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda,’Apabila salah seorang dari kalian bermimpi suatu hal yang disenanginya,maka mimpi itu dari Allah subhanahu wata’ala. Dan hendaknya dia mengucapkan hamdalah dan menceritakannya mimpi itu. Akan tetapi,jika dia memimpikan yang selainnya yaitu mimpi yang tidak disukainya,maka mimpi itu dari setan.Dan hendaknya dia berlindung dari kejelekannya dan tidak menceritakannya kepada seorangpun karena hal itu tidak akan membahayakannya.”[HR. Bukhari]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar