Allah Subhanahu wata'ala berfirman.
أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): `Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya`. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.(QS. Az Zumar:3)
didalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada Rasul Nya agar mengingatkan kaumnya bahwa hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih.
Maksud agama dalam ayat ini ialah ibadah dan taat.
Oleh sebab itu ibadah dari taat itu hendaknya ditujukan kepada Allah semata, bersih dari syirik dan ria.
Sebagai penjelasan dari makna Ad Din yang termuat dalam ayat di atas dapatlah dikemukakan sebuah hadis Al Hasan dari Abu Hurairah, bahwa seorang laki-laki berkata:
يا رسول الله إني أتصدق بالشيء وأصنع الشيء أريد به وجه الله وثناء الناس. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: والذي نفس محمد بيده لا يقبل الله شيئا شورك فيه, ثم تلا: ألا لله الدين الخالص.
Artinya:
"Ya Rasulullah! Sebenarnya saya akan menyedekahkan sesuatu, padahal saya berkeinginan dari perbuatan itu mendapat kerelaan Allah dan. mendapat pujian dari manusia.
Kemudian Rasulullah saw bersabda: "Demi yang jiwaku di dalam kekuasaan Nya, Allah SWT tidak akan menerima sesuatu yang di dalamnya terdapat syirik. kemudian beliau membaca ayat ini:" ala Lillahid Dinul Khaliq"
أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): `Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya`. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.(QS. Az Zumar:3)
didalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada Rasul Nya agar mengingatkan kaumnya bahwa hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih.
Maksud agama dalam ayat ini ialah ibadah dan taat.
Oleh sebab itu ibadah dari taat itu hendaknya ditujukan kepada Allah semata, bersih dari syirik dan ria.
Sebagai penjelasan dari makna Ad Din yang termuat dalam ayat di atas dapatlah dikemukakan sebuah hadis Al Hasan dari Abu Hurairah, bahwa seorang laki-laki berkata:
يا رسول الله إني أتصدق بالشيء وأصنع الشيء أريد به وجه الله وثناء الناس. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: والذي نفس محمد بيده لا يقبل الله شيئا شورك فيه, ثم تلا: ألا لله الدين الخالص.
Artinya:
"Ya Rasulullah! Sebenarnya saya akan menyedekahkan sesuatu, padahal saya berkeinginan dari perbuatan itu mendapat kerelaan Allah dan. mendapat pujian dari manusia.
Kemudian Rasulullah saw bersabda: "Demi yang jiwaku di dalam kekuasaan Nya, Allah SWT tidak akan menerima sesuatu yang di dalamnya terdapat syirik. kemudian beliau membaca ayat ini:" ala Lillahid Dinul Khaliq"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar