Kamis, 16 Desember 2010

Nice Story

Petugas kebersihan berseragam biru-biru, Bandara Soekarno Hatta, mengambil beberapa potong kertas dari  bawah kursi ruang tunggu VIP yang telah sepi. Memasukkannya kedalam kotak orange yang sejak seharian selalu menemaninya. Dilihatnya sebuah Koran di kursi paling pojok. Diraihnya, sebelum Ia tersadar di balik Koran itu ada sebuah buku bersampul biru. Milik siapakah buku ini? Kasian sekali pemiliknya, pasti sangat merasa kehilangan. Dia buka cover buku itu. Halaman pertama. Sepotong tulisan pendek… “Samudra” Tangan tuanya membalik lembar pertama dengan hati-hati seolah takut mengotori lembaran bersih buku itu. ***
(Biru, seorang yang selalu aku cintai, semoga Tuhan selalu bersamamu. Mendekapmu dalam kasih-Nya).
***
Diurungkan niatnya untuk membalik halaman kedua. Merasa tidak memiliki kewenangan untuk membaca buku milik orang lain. Di letakkan buku itu pada tempat semula. Kemudian membalikkan badannya dan beranjak pergi. Baru beberapa langkah, dia berhenti. Seandainya, ada orang yang mengambilnya?!
***
Rumah kontrakan yang sempit itu adalah satu-satunya tempat Ia bernaung dari panas dan hujan, selama ia mencari nafkah di kota besar ini, untuk menghidupi keluarganya yang Ia tinggalkan di kampung halamannya. Setelah melepas lelah dan makan malam alakadarnya, ia merebahkan badannya. Pandangannya terhenti pada
sebuah buku di atas lemari tua, satu-satunya benda dalam ruangan itu. Buku bersampul biru yang tadi siang Ia temuakan di bandara tempat Ia bekerja.
***
Aku bangkit dari kursi setelah layar monitor komputerku mati. Kuhampiri jendela lantai dua puluh satu apartemenku. Lalu lintas di bawah sana masih sangat ramai, kulirik jam tanganku, menunjukkan jam 17.35. Pantas saja suasana lalu lintas begitu ramai, dan pantas saja perutku terasa sangat perih. Jam makan siang sudah jauh terlewat rupanya, bahkan sarapanpun merupakan hal yang aneh bagiku. Kusambar jaket kulit kesayanganku, kukenakan sambil berjalan menuju Lift. Kunyalakan Pak menteri B. 511 BR, mobil besar kesayanganku. Sepuluh menit kemudian aku sudah berada di antrean panjang, sepanjang pusat perkantoran di kota tempat tinggalku saat ini. Akhirnya aku memutuskan untuk memilih spagheti house untuk mengisi perutku yang semakin perih. Ku hampiri satu-satunya meja yang kosong di pojok kanan restoran tersebut. Rupanya banyak juga yang telat makan. Akh, sok tau sekali aku. Mungkin mereka hanya menghabiskan waktu menunggu  lalu lintas agak sepi untuk menghindari macet, jadi sekedar duduk-duduk bersama temannya. Tertawa dan bercanda sambil melepas lelah setelah seharian bekerja. Aku memesan Cheese Burger dan segelas cola dingin. Sambil menuggu pesanan, aku buka majalah yang tadi sempat aku beli di depan restoran,
mmm..tidak ada yang menarik perhatianku.
****
Pesananku datang tepat ketika Lima orang anak remaja laki-laki dan seorang perempuan masuk dan langsung jadi pusat perhatian! “Hahahahaha, give me five…” “Lo keren banget waktu maen tadi Sha! Sumpah..!” “yo'a, guee!” Si gadis yang dipanggil “Sha” dengan bola basket ditanganya hanya tersenyum. Gadis itu mengingatkan aku pada sosok “Biru”, satu-satunya gadis paling cuek yang pernah aku kenal yang hingga saat ini tidak mau beranjak dari hatiku.. “Tuhan, apa kabar Biruku…?” bisikku dalam hati. “Sha.. lo mo makan apa?” “mmmm… bentar masi bingung, aku masiiii seneng bangeeeet, aku nggak ngira bakal menang Jo.. ” Tuhan, aku nggak ingin memandang ke arah mereka, tapi sialnya mejaku persis di sebrang meja mereka. Gigitan pertama di Cheese Burgerku terasa sangat pahit menyaksikan kehangatan  mereka, menyaksikan cara bicara gadis itu, tawanya, senyumnya.. Akh Tidak! Terbayang dengan jelas sosok Biru lima tahun yang lalu, sama persis dengan gadis pemain basket di depanku! Sejak kecil aku selalu merasa bahwa aku adalah makhluk yangaling dimanjakan oleh Tuhan didunia ini. Bagaimana tidak, akumemiliki orang tua yang penuhcinta dan kehangatan. Mom yangcantik, lembut. Dad yang gagahdan menyenangkan. Aku tidakpernah kekurangan apapunselama hidupku.Tapi pada akhirnya semuaberubah begitu cepat. ketika akuberanjak dewasa dan jatuh cintapada seorang bernama Biru .Seorang perempuan biasa yanglembut, ramah, penuh cinta tapisangat memegang prinsip.“Sam, kamu tahu kita berbeda,kita tidak bisa bersama. Agamayang aku yakini, melarang akumenikah dengan kamu. Aku tidakbisa melanjutkan ini. Ingat Sam,ketika kita sedang berjalan ditepi pantai, semakin kitaketengah akan semakin sulit kitakembali. Selagi kaki-kaki kitabelum basah, selagi kita masih ditepi, sebaiknya kita kembali. Akutidak bisa menjadi kekasihmu. ”saat kau mengucapkan itu, akumelihat dari sorot matamu yangpaling jujur dan aku sangatmeyakininya. rasa cintamupadaku sebesar rasa cintakupadamu. Kenapa pergi Biru?!kenapa?!Tuhan menciptakan sebongkahyang bernama “perasaan” yangindah, tapi sangat sulit akupahami.Begitu pahit dengan cerita sedihyang tidak berkesudahan karenasebuah perbedaan. Tapi jugamembawakan sebongkahkebahagiaan yang tak terhingga.Itulah terakhir aku melihatnya..
***
Hampir satu jam aku berada dipelataran parkir. Tak terasapipiku basah.Ku kenakan kaca mata hitamku.Menghidupkan pak menteri dankeluar dari pelataran parkir.Beberapa orang gadismenatapku, bahkan ada yangnekad berteriak “hai gondrong,godain kita dong..”“so cool banget seeh..”Akh, peduli apa dengan mereka.Inilah aku. Inilah hidupku.Aku membuka pintuapartemenku. Sepiiii… setiap hariselalu seperti ini. Sepiii.. dansepiii..Ku hempaskan tubuhku di ataskarpet di samping tempat tidur.Ku buka laci kecil dan kukeluarkan beberapa pilpenenang dari botolnya.Ku isap dalam-dalam Malboroku.Pahit tercekam ditenggorokanku. Tenggorokankumakin sesak saat kuingat adegandi spagheti house tadi.Sedang apa Biru sekarang..?Semua kenangan seperti filmyang diputar kembali dalamingatanku. Tentang sosokbernama Biru, pertama kalibertemu dengannya saat akudatang ke satu kota untuk ikutujian masuk perguruan tingginegeri.Tidak ada kesan apapun tentangBiru, tapi setelah hampir setiaphari minggu sepulang dari Gerejaaku bertemu dengan dia. Masihtidak ada yang istimewa.Akhirnya aku harus bertemusetiap hari dengan Biru disebuah tempat bimbinganbelajar favorit di kota itu.Masih belum ada yang istimewa..Sampai suatu sore, aku papasanditempat parkir dengan Biru,pandangan kami bertemu, itulahpertama kalinya aku bertatapandengan Biru, saat memandangke dalam matanya ada yangbergetar di dalam sini, dan akutidak tahu itu apa.“Hai..” sapaku“Hai juga.” Biru tersenyumlembut sekilas, tapi sungguhsenyumnya membuat aku salahtingkah.Aku membenikan diri..“Aku Samudra, panggil aja Sam,kita sekelas tapi nggak kenal..”“Aku Biru..”Sejak perkenalan itu, selain ditempat les, kami sering bertemutanpa disengaja, di toko buku, ditoko kaset, di taman bacaan, dilapangan olah raga umum.Biru sipecinta basket.Ntah mulai dari mana, aku makindekat dengan Biru. Biru yangperiang. Biru yang tidak pernahkehabisan ide. Dengannya akubisa tertawa sekeras-kerasnya.Setiap hari minggu, sepulangdari Gereja aku menjemput Birudari mentoring di ITB (sejenissekolah minggu mungkin kalo diagamaku).Aku mulai sering rindu tawanya.Kejahilannya. Ide-ide segarnya.Tidak pernah sekalipun akumerasa bosan ada disampingnya.Aku masih ingat ketika denganhalus Ia menepis tanganku, saattanganku hendak menyentuhpipinya ketika dia menangis.Biru tidak pernah membiarkan
aku menyentuhnya. Diamenyampaikannya begitu halus,kenapa dia tidak mau disentuh.Alasan yang tidak aku pahamipada mulanya, muhrim, khalwat,dan lain-lain. setelah aku kenalRaffa barulah aku mengerti.salahkah aku semakin inginmemilikinya.Isakku tak dapat ku tahan lagi.Aku sangat merindukan Biru.Aku tahu ini sangat cengeng, tapiseolah-olah biru sudah masukkedalam darahku, menyatudengan hatiku, pikiranku. Hah!Ini sungguh gila!Terakhir aku melihatnya limatahun yang lalu sebelum akumemutuskan lari dari rumahsuatu malam di mana untukpertama kalinya tangan Dadmenyentuh pipiku! Lebihtepatnya menampar pipiku!Hardikkannya masih terngiangditelingaku!“Mempelajari Islam?!”“Apa maksud kamu?!!”“Tidak!”Rasa sakit di wajahku tidak
seberapa, tapi sakit di dalam siniyang tak terhingga.Memang aku yang bersalah. Akumelakukan sebuah kesalahanyang tak termaafkan. Aku pantasuntuk mendapat tamparan dariDad.Aku begitu merindukannya.Biru …!Kenangan akan Biru mengusikkukembali.Lima tahun sudah semuanyaBerlalu. Dalam lima tahun itu akutidak pernah berhenti mencaritahu tentang Biru. Aku tahupersis dimana dia berada. Akutahu betul dia sekolah dimana.Aku tahu betul Biru tidakmemiliki kekasih, sampai denganhari ini. Dan benar atau tidak,aku yakin masih ada cintauntukku di hatimu.Sempat terlintas untukmenelponnya saat aku akandiambil sumpah. Seandainya Birutahu, aku berhasil jadi Dokter.Tapi aku belum sempat berbuatuntuk sesame melalui profesiku.
Ntahlah Biru..Aku memang seorang laki-lakiyang egois, aku tidak mudahbergaul, aku tidak punya banyakteman. Aku terlalu sombong danangkuh untuk menunjukkanbahwa aku membutuhkanseseorang.Aku memang terbiasa mandiri.Dan aku mampu melakukanapapun sendiri. Sangat mampu.Yang aku tidak mampu lakukanadalah … berhenti mencintaimu.Berhenti memikirkanmu.Aku bukan orang yang cengengBiru, kamu tahu seumur hidupku,baru tiga kali aku menangis.Tapi hari ini sudah lebih dari duakali aku menagis. Hari ini saja.Aku kesepian Biru..Semakin deras isakku. Aku raihponselku, kutekan sederetnomor yang sudah sangat akuhafal. Hanya saja aku tidaksanggup untuk menyimpannyadi dalam phone bookku.“Halloo.. Assalamualaaikuum…”“Hallo… siapa ini”………………………………Bergetar hatiku mendengarsuara yang sudah sangat akukenal, aku tidak bisa berkata apa-apa.Dinginnya AC ruangan kamarkumembuat hatiku semakin dingindan membeku.Ku hisap rokok terakhirku, pahit.Sepahit apa yang aku rasakansaat ini. Hatiku berdarah.Dengan pakaian lengkap,kubiarkan air dingin deras darishower membasahi rambut danseluruh tubuhku.Cairan hangat semakin derasmengalir di pipiku bersatudengan pancaran air shower.Kelepaskan tangisku sekuatnya,isak yang tadi kutahan pecahsudah. Membuat guncangan dibahuku. Lebih dari satu jam akumenangis di bawah shower.Ku kenakan handuk untukmembungkus badanku yangmulai mengigil. Handukkulangsung basah seketika, daribaju yang aku kenakan.Sayup-sayup terdengar suaraadzan. Hampir setiap subuh akumendengarnya, karena belumsempat memejamkan mata dantertidur.Malam-malam yang panjangkulewati dengan kerja dan kerjamengejar deadline tulisan-tulisanku. Sejak mengenal Biruaku mulai suka menulis dansanggup menghabiskan waktuberjam-jam di depan laptopku.Beberapa karyaku bertebaran
diluar sana.Suara adzan itu tidak pernahsekalipun membuat aku beranjakuntuk shalat. Aku merasa Tuhantidak adil, setelah aku masukIslam, setelah aku belajar banyakhal tentang Islam, setelah akumerasakan perihnya tamparanDad dipipiku. Setelah itu semua.Tuhan tetap saja tidak Bisamempersatukan aku denganBiru.Biru tetap jauh, bahkan semakinjauh, dan semakin sulit akujangkau.Ntah kenapa, pagi ini aku begiturindu shalat. Sesaat aku ragu,masih hafalkah aku bacaanshalat?Apa benar yang dikatakan Raffabahwa aku belum kaffah!Apa itu kaffah?!Apa benar aku tertarik Islamkarena aku menginginkan Biru?!Air wudlu membasahi wajahsembabku, ku ambil sajadahberwarna biru.Aku rentangkan dengan lembutdi atas karpet, lagi-lagi berwarnaBiru.Aku angkat kedua tanganku.Aku menyebut nama-NYa..Bergetar hatiku ketika nama-Nya.Tidak aku duga, bacaan shalatmasih melekat kuat dalamingatanku.Ruku.Sujud.sujud.…Rakaat pertamaku lancar.Rakaat kedua, agak terbata-bata,suaraku tersekat ditenggorokan,saat cairan bening mulai terasahangat di kedua pipiku.Aku meleleh, berserah dirisepenuhnya.Aku serahkan diriku, hidupkudan segala asa yang ada kepadaTuhan, pemilik hidupku.Aku mohon ampunan atas segaladosa, pengkhianatan danpengingkaranku akan kehadirandan cinta-Nya selama ini, begitulama aku berpaling dari-Nya.Begitu lama aku melupakan-Nya.Begitu lama aku hidup dalamkesendirianku tanpamemperdulikan dan tanpamengingat-Nya.Angkuh!Arogan!Aku pura-pura dungu!Pura-pura tidak tahu siapapemilik hidupku.Begitu lama aku terlena danmenggantungkan harapan padaBiru yang juga hanya sekedarmakhluknya, sama dengan aku.Sama dengan yang lain.Sujud terakhirku begitu lama,begitu dalam. Aku sungguh-sungguh merasakan kehadiran-Nya, keindahan berdua sajabersama-Nya. Begitu terasatangan kasih-Nya, mendekapkupenuh cinta.Inilah cinta yang selama ini akucari, Membuatku makin melelehdalam rasa damai.Begitu ringan rasanya tubuhku.Begitu ringan rasanya kepalaku.Beban yang selama inimenghimpitku hilang seketika.Sesak di dadaku hilang dalamsekejap.Maafkan aku Tuhan…Seandainya aku tau bagaimanakeindahan dan kenikmatan yangtak terhingga saat bersama-Muini sejak lama.Tidak akan pernah aku berpaling.Tidak akan pernah akumendustakan kasih dan cinta-Mu.Nyaman tak terhingga, damaiyang utuh. Penuh, menyeluruh.Masih dalam sujud terakhirku.Hening.Suasana dalam ruangan kamarkuhening. Hanya terdengar detakjam dinding.Aku masih sujud dan engganmelepaskan hangat dandamainya berada dalamdekapan-Nya.Kubiarkan diriku disana, dalamsujud panjangku.Perlahan aku rasakan sosok Birumenjauh.Menjauh..Tapi…Dia tersenyum, senyuman yangsudah sangat aku kenal.Apa betul yang aku rasakan ininamanya ikhlas seperti yangdikatakan Raffa.Hening…Tak kudengar lagi suara detakjam dinding kamarku.Tak kudengar lagi suara isaklembut karena bahagia.
***
Biru, pagi ini aku ada di BandaraSoekarno Hatta. Aku akan pergimenunaikan tugasku.Aku harus pergi ke Daerah untukmengabdikan diriku,mengamalkan ilmuku, banyakmereka yang membutuhkanuluran tanganku.Biru, aku sudah menitipkanmupada Tuhan. Aku sudahmelepaskanmu, bukan berartiaku melupakanmu.Aku berani melepasmu, karena-Nya.Berani bukan berarti tidak takut,Biru. Tapi ini pilihanku.Dan aku harus memilih.Benar apa yang kamu katakan,saat itu aku membiarkan kakikuterus berjalan, hingga ketengah,dan aku terluka oleh goresankarang saat aku ingin kembali.Biru, aku akan ke Yogya, disana
aku akan mulai semuanya dariawal, aku akan melakukanbanyak hal untuk saudara kitayang sedang menerima indahnyaujian dari Tuhan..Biru, ini terakhir kalinya akumenulis tentang perasaankupadamu.Mungkin aku tidak akan pernahmenulis lagi.Aku hanya akan menulis betapaindahnya mencintai yangseharusnya kita cintai..Yaitu mencintai-Nya, Biru..Mencintai Tuhan kita..Aku bersyukur Tuhan telahmerengkuhku, dengan caran-Nyasendiri yang begitu unik, yangtidak pernah kita sangka, tidakpernah kita duga.Aku merasa Tuhan bicara padakumelalui sederhananya kamu,bersahajanya kamu, polosnyakamu, apa adanya kamu..Terima kasih Tuhan..sudah saatnya ku kembalikansemua kepada Engkau, Tuhan.
***
Petugas kebersihan bandara itu,menutup lembar terakhir bukubersampul biru dengan gambarTulip kecil sebagai hiasancovernya.Tangan tuanya itu menyeka airmata yang membasahi wajahpenuh garis-garis.Dengan kaki yang mulai terasakesemutan, dia mencoba berdiri.Dibukanya lemari pakaian tuanya,buku itu diselipkan dengan hati-hati diantara beberapa lembarpakaiannya yang terlipat rapi tapisudah sangat usang. Diusapnyadengan lembut buku itu.Sekarang Ia tahu buku itusengaja ditinggalkan, mungkinSam sudah memiliki buku Biruyang baru.Direbahkan tubuhnya diatastikar, sebait doa lembut nan tulusterdengar lirih dari bibir tuanya,untuk seorang Sam, pemudayang tidak pernah dikenalinya.Doa yang tulus, doa yang tanpapamrih. Terpujilah cintamu Sam,engkau kembalikan pada satu-satunya Dzat yang memang layakkamu cintai sepenuhnya.Semoga, Tuhanmempertemukanmu Dengan Birudalam satu ikatan suci kelak, ahseandainya Biru tau bahwa Samsudah menjadi seorang muslimsejak lama.

Senin, 13 Desember 2010

Ingin Bahagia?

Para ilmuwan Australia membuka bocoran mengenai kunci kebahagiaan seseorang. Artikel yang dimuat dalam jurnal ilmiah populer The Science Psikologis memuat beberapa prasyarat sebuah kebahagiaan.
Menurut mereka, syarat kebahagiaan adalah
1. memiliki gaya hidup sehat
2. kemampuan untuk bermimpi
3. penetapan tujuan yang tepat
4. kepercayaan untuk merealisasikan tujuan
5. memiliki semangat dan rasa cinta
6. memiliki hubungan sosial yang sehat
7. memiliki pasangan hidup yang tepat
Peneliti menggarisbawahi bahwa pasangan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kebahagiaan. Sebab, adanya ketidakcocokan dalam keluarga akan menyebabkan kegagalan dalam bidang hidup lainnya.
Sebaliknya, pasangan yang tepat akan menciptakan sebuah hubungan yang aman dan tenang sebagai dasar bagi kebahagiaan keluarga.
Temuan mengejutkan lainnya adalah bahwa uang tidak mempengaruhi kebahagiaan seseorang. Menurut penulis, seperti dilansir Genius Beauty, uang dan kekayaan hanyalah bagian dan konsekuensi dari lima hal, di antaranya pekerjaan dan kesenangan.

Minggu, 12 Desember 2010

Berhala Batu Vs Berhala Nafsu

Bismillahi Rohmanirohiim 

Bila manusia tidak kenal Allah, manusia tidak akan mencintai-Nya.Bila manusia tidak kenal Allah, manusia tidak akan takut kepada-Nya. Sedangkan cinta dan takut kepada Allah itu sumbu dan memberi kebaikan dalam hidup di dunia ini. Tanpa cinta Allah, manusia tidak akan dapat mengasihi sesama. Tanpa takut kepada Allah, manusia tidak akan dapat dikontrol kejahatan dan kelicikan tipu dayanya.


 Orang yang mencintai Allah akan lunak, mesra dan sayang kepada sesama manusia. Karena apa?
Karena Allah menyuruhnya berbuat begitu. Iman kepada Allah adalah dasar dan inti untuk berkasih-sayang. Justru, Rasulullah saw mengingatkan, tidak sempurna iman seseorang sehingga dia mengasihi saudaranya seperti dia mengasihi dirinya sendiri. Iman dan kasih sayang itu bagai irama dan lagu - keduanya tidak dapat dipisahkan. Teguh iman, kokoh persaudaraan.Tidak ada kebaikan kepada Allah melainkan dalam kebaikan sesama manusia. 

Memberi salam kepada orang lain mengundang kesejahteraan dari Allah. Menziarahi saudara kita akan dilimpahi kasih-sayang Allah. Membantu menyelesaikan masalah seseorang, Allah janjikan untuk menyelesaikan masalah kita. Tidak ada dikotori antara hubungan Allah dengan hubungan sesama manusia. Keduanya saling terkait dan dekat satu sama lain.

Lalu, saat kasus dera bayi dan penzaliman terhadap anak kembali merajalela dalam masyarakat dan kita ditanya apakah penyebabnya? Apalagi jawabannya kalau bukan karena manusia tidak kenal Allah. Tidak kenal Allah menyebabkan kita tidak cinta Allah. Dan bila tidak cintakan Allah, maka lunturlah kasih-sayang terhadap manusia. Itulah penyebab dera. Pada hal Islam menekan kan kasih sayang bukan saja kepada manusia malah ke tumbuhan dan hewan. Pada musim haji, para jamaah dilarang merusak pohon. 

Pada waktu berperang tentara Islam dilarang menebang pohon yang berbuah. Hutan jangan dipugar dengan mengabaikan kelestarian alam, itu haram. Itu kasih-sayang kepada tumbuhan. 

Sedangkan pada hewan pula ...Baginda  pernah bersabda, akan seseorang yang dimurkai Allah karena mengurung kucingnya tanpa diberikan makanan. Pisau untuk menyembelih binatang sangat perlu ditajamkan. Dan nabi Muhammad sangat melarang umatnya menyiksa binatang. Unta dan keledai jangan dibebani denganbebanan yang berat sehingga melebihi kemampuannya menanggung. 

Orang yang cinta Allah, akan mencinta makhluk-Nya. Orang yang mencintai makhluk yang di bumi, akan dicintai oleh makhluk yang di langit. Dan begitulah sebaliknya, jika orang tidak cintakan Allah, dia akan membenci makhluk-Nya. Bila dia membenci apa yang di bumi, akan mengutuknya apa yang di langit. Mengapa ada manusia yang sanggup mendera bayi dan anak kecil? Mengapa mereka tergamak melakukannya? 

"Sedangkan harimau yang ganas itu pun tidak mendera anaknya?"

Apakah manusia lebih ganas dari hewan? Apakah ada insan yang lebih kejam dari binatang?
Jawabnya, ya! Bila manusia tidak kenal Allah, manusia akan jadi lebih ganas dari hewan.
Pada skala yang makro, lihat bagaimana bom atom, senjata kimia dan nuklir telah membunuh ribuan, bahkan jutaan manusia. Manusia yang dibunuh manusia lebih banyak dari manusia yang dibunuh oleh hewan ganas. Pastilah, manusia lebih ganas dari harimau, singa dan buaya! Pada skala mikro, betapa banyak bayi atau anak-anak kecil yang dibuang, didera malah dibunuh oleh orangtua, tetangga atau manusia yang durjana? 

Padahal mengurung kucing tanpa diberi makan pun sudah dimurkai Allah, inikan pula menendang, menginjak dan mencekik bayi dan anak. Mengapa manusia kembali ke zaman Jahiliyah, yakni ketika umat Arab membunuh bayi-bayi perempuan mereka? Tentulah karena hati manusia yang mendera itu sama dengan hati orang Arab jahiliyah. 

Hati yang karat dengan berhala. Jika sebelumnya manusia menyembah berhala batu kini manusia (yang beragama Islam) menyembah berhala nafsu dalam diri sendiri.Nafsu menyebabkan hati nurani menjadi rapuh dan kotor. Nafsu menjadi pembuat sifat-sifat mazmumah seperti hasad dengki, pemarah, rakus, dendam, gila dunia, cinta nama dalam diri manusia. Dan bila mazmumah sudah bertakhta, kasih sayang dan cinta sesama manusia akan sirna. Kata orang, kemiskinan menjadi satu tekanan dalam diri orangtua sehingga tega mendera anaknya. 

Tetapi Siti Fatimah dan Sayidina Ali juga miskin tidak sampai mendera anaknya Sayidina Hasan dan Husein.
Kata peneliti lagi, karena manusia modern sering terancam, maka mereka sendiri menjadi pengancam ... tetapi sejarah hidup sahabat-sahabat Rasulullah menampilkan hakikat sebaliknya.
Pernah seorang sahabat Rasulullah saw dijadikan tawanan dan menunggu waktu untuk dihukum mati. Menjelang hukuman mati, Sayidina Khubaib meminta pisau untuk merapikan janggut dan misainya ... Pisau itu diberikan kepadanya. Namun entah bagaimana, seorang anak kecil dari kaum Kafir Quraisy telah pergi dekat dengan Khubaib dan bermain-main dengannya.Setelah menyadari hal itu, kaum Quraisy gempar dan berlari mendapatkan demi menyelamatkan budak tersebut. Mereka merasakan Khubaib pasti akan melukai anak kecil kaum yang akan membunuhnya nanti. Atau setidaknya menjadikan anak itu sebagai tebusan untuk menyelamatkan diri ... Apakah itu yang dilakukan Khubaib? Tidak, ia tidak melukai sedikit pun anak itu karena dalam hatinya ada iman. 

Subur iman, maka bersemilah kasih-sayang. Dan kasih sayang tidak akan tega membiarkan pemiliknya membenci apalagi mendera atau menyiksa sesama manusia. Itulah yang ada di dalam hati Khubaib, dan itulah yang tidak ada dalam hati para pendera saat ini.

 Bagaimana mengatasi masalah pelecehan sesama manusia?Tidak ada lain, melainkan setiap diri harus kembali mengenali dan mencintai Allah. Mungkin jawaban ini pun sulit diterima memandang umat Islam telah pun belajar tentang persoalan iman - percaya kepada Allah, percaya kepada malaikat dan lain-lain rukun iman disekolah. Namun mengapa masih terjadi kejahatan dan kemungkaran termasuk masalah pelecehan ini? Sangat besar bedanya antara tahu dan kenal. Tahu itu di akal, kenal itu di hati. Banyak orang yang tahu Allah Maha Melihat, Maha Mendengar dan sebagainya tetapi sedikit sekali yang benar-benar kenal akan sifat-sifat kesempurnaan Allah itu. 

Jika kita hanya tahu Allah Maha melihat tidak akan benar-benar mendorong manusia melakukan kebaikan dan meninggalkan kejahatan. Kalau manusia kenal sifat-sifat Allah, barulah dia merasa Allah melihat, mendengar dan sebagainya. Hanya bila seseorang merasa Allah melihat, mendengar, mengetahui dan sebagainya, barulah dia akan dapat menjalankan kebaikan dan meninggalkan kejahatan dalam hidupnya. Untuk mengetahui sifat-sifat kesempurnaan Allah cukup dengan belajar.Tetapi untuk mengenal dan merasainya, tidak cukup dengan belajar ... kita harus lebih dari sekadar itu. Bagaimana? 

Imam Ghazali rhm telah menjawab pertanyaan hati Anda dan saya dalam katanya: "Cara menambahkan keyakinan itu bukanlah dengan mengajar keterampilan berdebat dan berhujah akan tetapi caranya adalah menyibukkan diri dengan membaca Al Qur'an dan tahfiznya, membaca hadits dan maknanya serta sibuk dengan tugas-tugas ibadah. Dengan ini akidah anak-anak akan bertambah kuat ... " Hanya dengan itu barulah berhala nafsu dapat ditumbangkan. Dan hanya dengan itu pelecehan sesama manusia dapat dihapus. Jika tidak, percayalah pelecehan akan terus merajalela. Anak-anak didera oleh orangtua atau orang dewasa, buruh didera oleh majikan, pengikut didera pemimpin ... dan sikaya terus mendera simiskin. 

* Marilah kita bersama mencari cinta sejati kepada Allah agar dapat terus berkasih sayang. jangan tertipu dengan cinta palsu.

'Suntikan' Cinta untuk Pasangan Sibuk

Ikatan pernikahan yang kuat dan sehat membutuhkan nutrisi dan vitamin. Cara yang paling baik adalah suami dan istri menghabiskan waktu bersama, alias tetap berkencan di tengah kesibukan pekerjaan dan rumah tangga.
Jika waktu untuk berduaan sangat sempit karena berbagai persoalan yang menuntut perhatian, pasangan harus kreatif memunculkan ide berkencan. Masih bingung bagaimana caranya? tiru beberapa trik berikut seperti dikutip dari She Knows:
Mengenang kencan pertama
Menyusuri jalan tempat pertama kali kalian kencan, dan mengenang saat-saat awal bertemu akan menghidupkan kembali perasaan cinta yang menggebu. Ini seperti mendapat 'suntikan' cinta dalam pernikahan.
Kencan bertema
Kencan di restoran favorit atau melakukan kegiatan bersama yang diawali huruf acak bisa menimbulkan kreativitas dan ledakan perasaan menyenangkan.
Waktu bermain anak
Ada baiknya memanfaatkan waktu saat menemani anak bermain. Bergembiralah bersama pasangan dengan bermain bowling, mengantar anak bermain sepatu roda bersama atau cukup melihat matahari terbenam saat piknik .
Kencan berdasar musim
Anda dan pasangan bisa berkencan di berbagai cuaca. Saat udara hangat mencuci mobil bersama, berkebun atau piknik di taman. Bila udara dingin, Anda berdua bisa  berkencan di dapur membuat makanan atau kue lezat berdua.
Kencan tiap hari
Bila sangat sulit menjadwal kencan berdua, tuliskan 10 kegiatan yang bisa Dilakukan bersama seperti menjemput anak, berbelanja, memasak, membersihkan rumah atau berjalan-jalan di taman. Lakukan salah satunya minimal sekali seminggu.
Kencan spontan
Sekali-kali, keluar dari rutinitas harian dan pekerjaan. Hanya bersantai dan menonton bersama, berkemah, menonton bioskop atau sekadar saling bertatapan sambil menunggu anak pulang. Hal-hal remeh seperti ini bisa lebih romantis dibandingkan kencan sempurna.
Hubungan Intim
Salah satu kunci awetnya hubungan rumah tangga adalah hubungan seks sehat. Anda dan pasangan bisa menentukan waktu berduaan dengan spontan, bisa pagi, siang, malam atau mencuri waktu di sela-sela waktu istirahat. Kirim pesan nakal dan 'ajakan' yang hanya diketahui berdua. Kostum liar, mandi busa bersama, mainan baru bisa membuat hubungan makin lengket.
Gaya seks baru
Mengunjungi toko buku dan menemukan buku seks yang menginspirasi Anda berdua. Seni seks Kama Sutra atau Zen yang bisa Anda praktekkan bersama, atau mungkin menu afrodisiak yang membuat kalian segera 'panas'.
Berpetualang
Siapkan makanan kecil dan minuman, kamera, dan sambil berjalan malam tanpa tujuan. Lupakan urusan rumah tangga, keuangan dan anak-anak, ungkapkan perasaan masing-masing.
Spa malam
Siapa bilang tak bisa menyulap rumah menjadi spa paling romantis dan mewah? Siapkan peralatan spa termasuk musik, lilin, peralatan facial, pedikur, menikur.Lakukan perawatan bergantian dan biarkan tubuh yang berbicara.

Keharmonisan dari Pernikahan

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Ar-Rum ayat 21 menjelaskan, bahwa "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Dan sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir". Ayat ini menunjukkan bahwa hidup berumah tangga itu harus : (1) suami istri saling membina kehidupan yang rukun, tenang dan bahagia (sakinah), (2) untuk memperoleh rasa mawaddah, suami-istri adalah senasib sepenanggungan, susah sama-sama susah, bahagia sama-sama bahagia, (3) saling asih, asuh dan asah dengan penuh kasih sayang. Perkawinan yang dibina dengan tujuan ini walau mereka sudah berusia tua akan tetap rukun dan bahagia.

Untuk mencapai ketiga tujuan dimaksud senantiasa mendasarkan pada keharmonisan dan kelestarian dari sebuah pernikahan antara lain, keduanya (suami-istri) haruslah betul-betul memahami agama Islam secara utuh, yang kemudian pemahaman itu direalisasikan dalam kehidupannya sehari-hari.

Jika seorang istri itu seorang muslimah yang agamis, maka dia akan menunaikan kewajiban-kewajibannya dengan baik dalam memenuhi hak-hak dengan suaminya, hak-hak anak dan hak rumah tangga sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rosul-Nya. Kemudian jika seorang suami yang agamis, tentunya dia akan melaksanakan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga. Suami akan memenuhi atau memberikan hak-hak anak-anaknya dalam membina rumah tangga yang harmonis penuh kasih sayang dan kebahagiaan.

Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penghulu dan kudwah mensehati orang yang akan melaksanakan perkawinan menitikberatkan pilihannya terhadap agama.  Dalam hadist, beliau bersabda, "Wanita dikawini karena empat perkara, yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka titik beratkanlah pilihan itu terhadap agama, niscaya engkau akan bahagia" (HR Bukhari dan Muslim). Di samping itu, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan nasehat kepada para wali mempelai wanita agar dapat mencarikan mempelai pria yang agamis sebagaimana Rosulullah bersabda, "Jika datang kepadamu orang yang kamu ridhoi agama dan akhlaknya maka kawinkanlah dia, jika tidak kamu lakukan maka akan menjadikan fitnah di atas bumi dan kerusakan akhlak" (HR Turmudzi).

Bila seorang muslimah yang agamis dan dia berada di bawah kekuasaan sang suami yang tidak pernah menjadikan agama dan moralnya sebagai bahan acuan maka alangkah besarnya fitnah yang akan dihadapinya. Tidak bisa dipungkiri lagi, mereka akan dibentuk dengan penyelewengan-penyelewengan, mereka akan dididik dengan pendidikan yang rusak. Pada akhirnya mereka akan mempunyai akhlak yang tidak terpuji, bahkan akan membuat kerusuhan-kerusuhan.

Seorang muslim atau muslimah yang bertanggungjawab tentunya mendapatkan usrotun muslimatun (keluarga yang berasaskan Islam). Karena dari keluarga muslim yang melaksanakan nilai-nilai ajaran islam inilah akan terwujud masyarakat islami, saling taawwun, saling menjaga, saling bahu membahu untuk menegakkan ajaran islam. Kalau keluarga itu terwujud, maka berpengaruh besar terhadap masyarakat, bangsa dan negara.

Semoga kehamonisan dan kelestarian keluarga anda tetap terjaga...amiin... Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Senin, 06 Desember 2010

Adab-adab Berbicara bagi Wanita

Wahai saudariku muslimah………

1) Berhati-hatilah dari terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak berbicara, Allah Ta’ala berfirman:

” لا خير في كثير من نجواهم إلا من أمر بصدقة أو معروف أو إصلاح بين الناس ” (النساء: الآية 114).

Artinya:

“Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia “. (An nisa:114)

Dan ketahuilah wahai saudariku,semoga Allah ta’ala merahmatimu dan menunjukimu kepada jalan kebaikan, bahwa disana ada yang senantiasa mengamati dan mencatat perkataanmu.

“عن اليمين وعن الشمال قعيد. ما يلفظ من قولٍ إلا لديه رقيب عتيد ” (ق: الآية 17-18)

Artinya:

“Seorang duduk disebelah kanan,dan yang lain duduk disebelah kiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (Qaaf:17-18).

Maka jadikanlah ucapanmu itu menjadi perkataan yang ringkas, jelas yang tidak bertele-tele yang dengannya akan memperpanjang pembicaraan.

1) Bacalah Al qur’an karim dan bersemangatlah untuk menjadikan itu sebagai wirid keseharianmu, dan senantiasalah berusaha untuk menghafalkannya sesuai kesanggupanmu agar engkau bisa mendapatkan pahala yang besar dihari kiamat nanti.

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما- عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” يقال لصاحب القرآن: اقرأ وارتق ورتّل كما كنت ترتّل في الدنيا فإن منزلتك عند آخر آية تقرؤها رواه أبو داود والترمذي

Dari abdullah bin ‘umar radiyallohu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, beliau bersabda:

dikatakan pada orang yang senang membaca alqur’an: bacalah dengan tartil sebagaimana engkau dulu sewaktu di dunia membacanya dengan tartil, karena sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.

HR.abu daud dan attirmidzi

2) Tidaklah terpuji jika engkau selalu menyampaikan setiap apa yang engkau dengarkan, karena kebiasaan ini akan menjatuhkan dirimu kedalam kedustaan.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” كفى بالمرء كذباً أن يتحدّث بكل ما سمع “

Dari Abu hurairah radiallahu ‘anhu,sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Cukuplah seseorang itu dikatakan sebagai pendusta ketika dia menyampaikan setiap apa yang dia dengarkan.”

(HR.Muslim dan Abu Dawud)

3) jauhilah dari sikap menyombongkan diri (berhias diri) dengan sesuatu yang tidak ada pada dirimu, dengan tujuan membanggakan diri dihadapan manusia.

عن عائشة – رضي الله عنها- أن امرأة قالت: يا رسول الله، أقول إن زوجي أعطاني ما لم يعطني؟ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” المتشبّع بما لم يُعط كلابس ثوبي زور “.

Dari aisyah radiyallohu ‘anha, ada seorang wanita yang mengatakan:wahai Rasulullah, aku mengatakan bahwa suamiku memberikan sesuatu kepadaku yang sebenarnya tidak diberikannya.berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam,: orang yang merasa memiliki sesuatu yang ia tidak diberi, seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan.” (muttafaq alaihi)

4) Sesungguhnya dzikrullah memberikan pengaruh yang kuat didalam kehidupan ruh seorang muslim, kejiwaannya, jasmaninya dan kehidupan masyarakatnya. maka bersemangatlah wahai saudariku muslimah untuk senantiasa berdzikir kepada Allah ta’ala, disetiap waktu dan keadaanmu. Allah ta’ala memuji hamba-hambanya yang mukhlis dalam firman-Nya:

” الذين يذكرون الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم… ” (آل عمران: الآية 191).

Artinya:

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring…” (Ali imran:191).

5) Jika engkau hendak berbicara,maka jauhilah sifat merasa kagum dengan diri sendiri, sok fasih dan terlalu memaksakan diri dalam bertutur kata, sebab ini merupakan sifat yang sangat dibenci Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, dimana Beliau bersabda:

” وإن أبغضكم إليّ وأبعدكم مني مجلساً يوم القيامة الثرثارون والمتشدقون والمتفيهقون “.

“sesungguhnya orang yang paling aku benci diantara kalian dan yang paling jauh majelisnya dariku pada hari kiamat : orang yang berlebihan dalam berbicara, sok fasih dengan ucapannya dan merasa ta’ajjub terhadap ucapannya.”

(HR.Tirmidzi,Ibnu Hibban dan yang lainnya dari hadits Abu Tsa’labah Al-Khusyani radhiallahu anhu)

6) Jauhilah dari terlalu banyak tertawa,terlalu banyak berbicara dan berceloteh.jadikanlah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, sebagai teladan bagimu, dimana beliau lebih banyak diam dan banyak berfikir beliau Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, menjauhkan diri dari terlalu banyak tertawa dan menyibukkan diri dengannya.bahkan jadikanlah setiap apa yang engkau ucapkan itu adalah perkataan yang mengandung kebaikan, dan jika tidak, maka diam itu lebih utama bagimu. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, bersabda:

” من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت “.

” Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir,maka hendaknya dia berkata dengan perkataan yang baik,atau hendaknya dia diam.”

(muttafaq alaihi dari hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu)

8) jangan kalian memotong pembicaraan seseorang yang sedang berbicara atau membantahnya, atau meremehkan ucapannya. Bahkan jadilah pendengar yang baik dan itu lebih beradab bagimu, dan ketika harus membantahnya, maka jadikanlah bantahanmu dengan cara yang paling baik sebagai syi’ar kepribadianmu.

9) berhati-hatilah dari suka mengolok-olok terhadap cara berbicara orang lain, seperti orang yang terbata-bata dalam berbicara atau seseorang yang kesulitan berbicara.Alah Ta’ala berfirman:

” يا أيها الذين آمنوا لا يسخر قوم من قوم عسى أن يكونوا خيراً منهم ولا نساء من نساء عسى أن يكن خيراً منهن ” (الحجرات: الآية 11).

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.”

(QS.Al-Hujurat:11)

10) jika engkau mendengarkan bacaan Alqur’an, maka berhentilah dari berbicara, apapun yang engkau bicarakan, karena itu merupakan adab terhadap kalamullah dan juga sesuai dengan perintah-Nya, didalam firman-Nya:

: ” وإذا قرىء القرآن فاستمعوا له وأنصتوا لعلكم ترحمون ” (الأعراف: الآية 204).

Artinya: “dan apabila dibacakan Alqur’an,maka dengarkanlah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kalian diberi rahmat”. Qs.al a’raf :204

11) bertakwalah kepada Allah wahai saudariku muslimah,bersihkanlah majelismu dari ghibah dan namimah (adu domba) sebagaimana yang Allah ‘azza wajalla perintahkan kepadamu untuk menjauhinya. bersemangatlah engkau untuk menjadikan didalam majelismu itu adalah perkataan-perkataan yang baik,dalam rangka menasehati,dan petunjuk kepada kebaikan. perkataan itu adalah sebuah perkara yang besar, berapa banyak dari perkataan seseorang yang dapat menyebabkan kemarahan dari Allah ‘azza wajalla dan menjatuhkan pelakunya kedalam jurang neraka. Didalam hadits Mu’adz radhiallahu anhu tatkala Beliau bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam: apakah kami akan disiksa dengan apa yang kami ucapkan? Maka jawab Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” ثكلتك أمك يا معاذ. وهل يكبّ الناس في النار على وجوههم إلا حصائدُ ألسنتهم ” ( رواه الترمذي).

“engkau telah keliru wahai Mu’adz, tidaklah manusia dilemparkan ke Neraka diatas wajah-wajah mereka melainkan disebabkan oleh ucapan-ucapan mereka.”

(HR.Tirmidzi,An-Nasaai dan Ibnu Majah)

12- berhati-hatilah -semoga Allah menjagamu- dari menghadiri majelis yang buruk dan berbaur dengan para pelakunya, dan bersegeralah-semoga Allah menjagamu- menuju majelis yang penuh dengan keutamaan, kebaikan dan keberuntungan.

13- jika engkau duduk sendiri dalam suatu majelis, atau bersama dengan sebagian saudarimu, maka senantiasalah untuk berdzikir mengingat Allah ‘azza wajalla dalam setiap keadaanmu sehingga engkau kembali dalam keadaan mendapatkan kebaikan dan mendapatkan pahala. Allah ‘azza wajalla berfirman:

” الذين يذكرون الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم “. (آل عمران: الآية 191)

Artinya: “(yaitu) orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri,atau duduk,atau dalam keadaan berbaring” (QS..ali ‘imran :191)

14- jika engkau hendak berdiri keluar dari majelis, maka ingatlah untuk selalu mengucapkan:

” سبحانك الله وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك “.

“maha suci Engkau ya Allah dan bagimu segala pujian,aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak untuk disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu, dan aku bertaubat kepada-Mu”

Sehingga diampuni bagimu segala kesalahanmu di dalam majelis tersebut.

Minggu, 05 Desember 2010

Hukum Mengucapakan Selamat Natal

Berikut adalah fatwa ulama besar Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah, dari kumpulan risalah (tulisan) dan fatwa beliau (Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin), 3/28-29, no. 404.

Beliau rahimahullah pernah ditanya,

“Apa hukum mengucapkan selamat natal (Merry Christmas) pada orang kafir (Nashrani) dan bagaimana membalas ucapan mereka? Bolehkah kami menghadiri acara perayaan mereka (perayaan Natal)? Apakah seseorang berdosa jika dia melakukan hal-hal yang dimaksudkan tadi, tanpa maksud apa-apa? Orang tersebut melakukannya karena ingin bersikap ramah, karena malu, karena kondisi tertekan, atau karena berbagai alasan lainnya. Bolehkah kita tasyabbuh (menyerupai) mereka dalam perayaan ini?”

Beliau rahimahullah menjawab :

Memberi ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat dalam hari raya mereka (dalam agama) yang lainnya pada orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca : ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya ‘Ahkamu Ahlidz Dzimmah’. Beliau rahimahullah mengatakan,

“Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.” Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.

Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.” –Demikian perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah-

Dari penjelasan di atas, maka dapat kita tangkap bahwa mengucapkan selamat pada hari raya orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan. Alasannya, ketika mengucapkan seperti ini berarti seseorang itu setuju dan ridho dengan syiar kekufuran yang mereka perbuat. Meskipun mungkin seseorang tidak ridho dengan kekufuran itu sendiri, namun tetap tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk ridho terhadap syiar kekufuran atau memberi ucapan selamat pada syiar kekafiran lainnya karena Allah Ta’ala sendiri tidaklah meridhoi hal tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ

“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (QS. Az Zumar [39] : 7)

Allah Ta’ala juga berfirman,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah [5] : 3)

[Apakah Perlu Membalas Ucapan Selamat Natal?]

Memberi ucapan selamat semacam ini pada mereka adalah sesuatu yang diharamkan, baik mereka adalah rekan bisnis ataukah tidak. Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka pada kita, maka tidak perlu kita jawab karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak diridhoi oleh Allah Ta’ala. Hari raya tersebut boleh jadi hari raya yang dibuat-buat oleh mereka (baca : bid’ah). Atau mungkin juga hari raya tersebut disyariatkan, namun setelah Islam datang, ajaran mereka dihapus dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ajaran Islam ini adalah ajaran untuk seluruh makhluk.

Mengenai agama Islam yang mulia ini, Allah Ta’ala sendiri berfirman,

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imron [3] : 85)

[Bagaimana Jika Menghadiri Perayaan Natal?]

Adapun seorang muslim memenuhi undangan perayaan hari raya mereka, maka ini diharamkan. Karena perbuatan semacam ini tentu saja lebih parah daripada cuma sekedar memberi ucapan selamat terhadap hari raya mereka. Menghadiri perayaan mereka juga bisa jadi menunjukkan bahwa kita ikut berserikat dalam mengadakan perayaan tersebut.

[Bagaimana Hukum Menyerupai Orang Nashrani dalam Merayakan Natal?]

Begitu pula diharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir dengan mengadakan pesta natal, atau saling tukar kado (hadiah), atau membagi-bagikan permen atau makanan (yang disimbolkan dengan ‘santa clause’ yang berseragam merah-putih, lalu membagi-bagikan hadiah, pen) atau sengaja meliburkan kerja (karena bertepatan dengan hari natal). Alasannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Iqtidho’ Ash Shirothil Mustaqim mengatakan,

“Menyerupai orang kafir dalam sebagian hari raya mereka bisa menyebabkan hati mereka merasa senang atas kebatilan yang mereka lakukan. Bisa jadi hal itu akan mendatangkan keuntungan pada mereka karena ini berarti memberi kesempatan pada mereka untuk menghinakan kaum muslimin.” -Demikian perkataan Syaikhul Islam-

Barangsiapa yang melakukan sebagian dari hal ini maka dia berdosa, baik dia melakukannya karena alasan ingin ramah dengan mereka, atau supaya ingin mengikat persahabatan, atau karena malu atau sebab lainnya. Perbuatan seperti ini termasuk cari muka (menjilat), namun agama Allah yang jadi korban. Ini juga akan menyebabkan hati orang kafir semakin kuat dan mereka akan semakin bangga dengan agama mereka.

Allah-lah tempat kita meminta. Semoga Allah memuliakan kaum muslimin dengan agama mereka. Semoga Allah memberikan keistiqomahan pada kita dalam agama ini. Semoga Allah menolong kaum muslimin atas musuh-musuh mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Mulia.

:: Fatwa Kedua ::

Berkunjung Ke Tempat Orang Nashrani untuk Mengucapkan Selamat Natal pada Mereka

Masih dari fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah dari Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin, 3/29-30, no. 405.

Syaikh rahimahullah ditanya : Apakah diperbolehkan pergi ke tempat pastur (pendeta), lalu kita mengucapkan selamat hari raya dengan tujuan untuk menjaga hubungan atau melakukan kunjungan?

Beliau rahimahullah menjawab :

Tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orang-orang kafir, lalu kedatangannya ke sana ingin mengucapkan selamat hari raya, walaupun itu dilakukan dengan tujuan agar terjalin hubungan atau sekedar memberi selamat (salam) padanya. Karena terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ

“Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167)

Adapun dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkunjung ke tempat orang Yahudi yang sedang sakit ketika itu, ini dilakukan karena dulu ketika kecil, Yahudi tersebut pernah menjadi pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala Yahudi tersebut sakit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguknya dengan maksud untuk menawarkannya masuk Islam. Akhirnya, Yahudi tersebut pun masuk Islam.

Bagaimana mungkin perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengunjungi seorang Yahudi untuk mengajaknya masuk Islam, kita samakan dengan orang yang bertandang ke non muslim untuk menyampaikan selamat hari raya untuk menjaga hubungan?! Tidaklah mungkin kita kiaskan seperti ini kecuali hal ini dilakukan oleh orang yang jahil dan pengikut hawa nafsu.

Pacaran Hukumnya Haram

Dua orang pelajar SMA yang kebetulan anggota Rohis, sedang berdebat dengan sengitnya di beranda sebuah masjid, mereka memperdebatkan soal pacaran, bolehkah atau haramkah. Remaja yang satu sebut saja namanya Reza dengan tegasnya mengatakan bahwa Pacaran itu Haram, sedangkan remaja satunya sebut saja namanya Justin, kelihatannya lebih berkompromi dengan realita pergaulan remaja, dia mengatakan bahwa Haram gaknya tergantung niat dari pelakunya, kalau niatnya untuk kebaikan ya gak haram. Mereka saling bantah-membantah, sampai akhirnya Justin yang fisiknya lebih guanteng daripada Reza mengatakan, “bilang aja gak ada cewe yang mau sama lo, pakai ngatain pacaran itu Haram”, bantah Justin dengan sengitnya.

Ada cerita lagi nih dari sahabat saya yang kebetulan sedang jalan-jalan sendirian dan lewat di sebuah tempat yang digunakan untuk pacaran, oleh pasangan remaja-remaja baik SMP, SMA dan Mahasiswa, karena agak cape, dia berhenti di bawah pohon beringin, di tempat itu ada beberapa anak kecil ( umur 6-7 tahun ) sedang bermain. Tiba-tiba salah seorang anak kecil itu dengan sok akrabnya mengatakan kepada sahabat saya “ mas nih temenku kecil-kecil kok dah pacaran “. Sahabat saya pun menanggapinya dengan sekenanya saja “ ya biarin, biar pinter “, kata sahabat saya tak peduli. “Pacaran kok pinter mas…pacaran itu Haram !!!!!...”, kata si anak kecil itu dengan suara lantang dan keras. Seketika itu beberapa remaja yang sedang asik pacaran dekat situ tersentak dengan suara lantang anak kecil itu. “ Mas gimana sih, kata pak ustad pacaran itu Haram !!!”, sekali lagi anak kecil itu dengan suara lantang, sahabat saya pun tertawa dan dia berkata dalam hati “ anak kecil aja tahu, kok yang gede pada nglakuin “.

PACARAN ITU HARAM !!!!. SEMUA ULAMA PUN BERPENDAPAT DEMIKIAN… KITA ????
Banyak remaja yang ngotot bahwa pacaran itu boleh. Hmm... hanya demi sang pacar, aturan Allah ditentang, bahkan menentang kekuasaan Allah SWT, hati-hati lho.
Oke ni dalilnya Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. QS. Al Isra 32.

Kenapa pacaran itu mendekati zina ???
Oke kita lihat dalil dari hadis Rasulullah Saw, bahwa Zina itu banyak macamnya, seperti zina mata, zina mulut, zina telinga, zina pikiran, zina tangan dan zina kemaluan. HR Bukhari.

Aktivitas pacaran
1.     Berduaan di tempat yang terpisah dengan orang lain, berduaan dengan menyendiri dari kerumunan orang. Ngobrol hanya berdua, tidak melibatkan orang lain, Berboncengan.
2.     Saling merayu, baik langsung, via sms, chatting, facebook, twitter dan sebagainya.
3.     Pegangan tangan, pelukan, ciuman.
4.     Dan yang paling parah adalah berzina, ( melakukan hubungan suami istri ).
Nah salah satu saja dari keempat jenis aktivitas itu sudah bisa disebut mendekati zina ( taqarabbuz zina ) dan berzina, walaupun gak pacaran, dan hukumnya ya jelas Haram.

Pacaran itu aktivitas orang jahiliyah yaitu orang-orang yang masih bodoh karena belum mendapat cahaya Islam. Hanya saja jahiliyah yang ada terbungkus dengan istilah modern 
Nah dah ngeh kan…. Sebenarnya pacaran itu aktifitas jahiliyah, dan bukan budaya kita lho… itu budaya barat yang diadopsi dengan bahasa kita.
Kata pacar itu sendiri artinya adalah sebuah tanaman yang tumbuh di air, jadi sebenarnya bangsa Indonesia itu sebelumnya gak mengenal pacaran… bukankah itu hebat, bayangin kita gak mengenal budaya jahiliyah pacaran sebelumnya, kenapa???, karena selama berabad-abad  bangsa Indonesia dipengaruhi budaya Islam yang rahmatan lil Alamin. Bahkan sebelum budaya Islam masuk ke Indonesia, kita mengenal budaya primitif yaitu “pingit “, atau anak cewek setelah baligh ( datang bulan ) gak boleh keluar rumah dan ketemu sama cowok yang bukan saudaranya, sampai dia menikah. Yah walaupun budaya pingit itu primitif dan katro, tetapi menegaskan bahwa budaya kita dulu gak mengenal pacaran.

LALU GIMANA KALO MAU NIKAH
Jangan khawatir kehabisan stok jodoh bila alasan remaja pacaran adalah agar mudah mendapat jodoh. Jodoh itu sudah dituliskan di Lauhil Mahfudz sejak awal mula tuh ditiupkan bersamaan dengan rezeki dan mati kita. Tinggal bagaimana menjemput jodoh itu merupakan pilihan manusia, apakah jalan halal atau haram yang akan ditempuh. Dan inilah yang nantinya bakal dihisab di hari perhitungan kelak.
Remaja Muslim shalih pasti ogah banget dengan aktivitas pacaran ini. Sudah gak produktif, maksiat lagi. Bisa sih dikatakan produktif yaitu ketika perut si cewek bertambah besar alias MBA (Married By Accident) alias hamil akibat berzina. Hii…astaghfirullah, na’udzubillah. Memproduksi calon jabang bayi yang tak tahu-menahu perbuatan dosa besar yang dilakukan oleh dua anak manusia ini. Asli, gak level banget kamu berada di posisi ini.

Ada sebuah mekanisme Islami yang disebut Taaruf, yaitu mempertemukan dua orang cowok dan cewek yang mau nikah, saling kenalan, saling berbagi dan sebagainya, tapi ada syaratnya :

1.     Si cewek Harus didampingi oleh mahram ( muhrimya ) kaya kakaknya, bapaknya, kakeknya,adikya ( kalau sudah baligh ).
2.     Benar-benar diniatkan untuk menikah, bukan Cuma main-main lho.
3.     Boleh saling ngobrol ( ya iyalah masa diem aja ), saling mengungkapkan diri masing-masing dengan jujur.
4.     Jika sudah terjadi kesepakatan tinggal si cewek dilamar, lalu nikah.
5.     Taaruf Bisa dilakukan lebih dari satu kali.

SIKAP REMAJA MUSLIM : TEGAS, LUGAS, JUJUR, TIDAK MENCLA MENCLE TERHADAP KEMAKSIATAN, TIDAK NGALOR NGIDUL DALAM MENJELASKAN HALAL DAN HARAM, TIDAK PENYANYANG PENYENYENG ( ATAU TERLALU KOMPROMISTIS DENGAN KEMAKSIATAN )
Itulah seharusnya karakter remaja muslim sejati. Misalnya dalam hal menyikapi minuman keras ( Khamr ), remaja muslim akan mengatakan HARAM dengan tegasnya, tidak mencla mencle misalnya mengatakan khamr ya tergantung niatnya, kalo niatnya untuk mabuk-mabukan ya Haram, tapi kalo minumnya sedikit ya Halal, itu jelas sikap penyanyang penyenyeng yang sangat hina. Begitu juga dengan pacaran, orang dalilnya tegas yaitu Haram, dan pendapat semua Ulama juga mengatakan Haram, kok masih aja ada yang mengatakan tergantung niat, gantung aja lehernya kali yah ( hahaha…ok bercanda).

Jumat, 03 Desember 2010

Pasang Surut Kenabian dan Ketuhanan Yesus


SEPANDAI-PANDAI para pendeta dan penginjil mengemas doktrin Trinitas dan Ketuhanan Yesus, akan ketahuan juga belangnya. Dengan cara apapun, doktrin batil pasti terbukti kesesatannya, meski dikemas dengan cara apapun untuk menipu umat.
Begitulah misi kristenisasi dalam buku “Isa Almasih di dalam Al-Qur’an dan Hadits” karya Abd Yadi (nama alias) ini. Tipuan dalam buku ini sangat halus. Sampulnya berwarna putih terkesan suci, bagian atas dicantumkan khat kaligrafi Arab dari ayat Al-Qur'an surat Az Zukhruf 61: “Wattabi’uuni haadzaa shiraatum mustaqiim” (ikutilah aku, inilah jalan yang lurus).
Seluruh pembahasan yang dibagi dalam 15 sub judulnya selalu diberi kutipan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits, lengkap dengan idiom-ideom islami. Lalu di bagian akhir buku tersebut diberi lampiran nas-nas Arab dari hadits yang menjadi rujukan. Sekilas, kemasan buku ini nampak seperti buku bacaan Islam.
Tapi umat Islam bukanlah orang yang mudah ditipu dengan rumus 1+1+1=1.  Logika sehat umat Islam tidak bisa dikacaukan dengan rumusan aneh Trinitas, bahwa ada tiga oknum tuhan yaitu tuhan bapak, tuhan anak dan tuhan roh.
....selicik apapun jurus yang dipakai penginjil untuk menipu akidah, kaum awam selevel tukang becak pun bisa menyimpulkan bahwa itu adalah ajaran Kristen....
Sehingga selicik apapun jurus yang dipakai penginjil untuk menipu akidah, bila doktrin yang diajarkan adalah aqidah Trinitas dan Ketuhanan Yesus, maka kaum awam selevel tukang becak pun bisa menyimpulkan bahwa itu adalah ajaran Kristen. Kenyataan ini telah disimpulkan sendiri oleh Pendeta Dr R Soedarmo.
Dalam buku “Ikhtisar Dogmatika,” pakar teologi Indonesia yang meraih gelar doctoral di lulusan Vrije Universiteit Belanda ini mengakui bahwa Kristen sulit diterima umat Islam karena doktrin Trinitasnya yang tidak rasionalis:
“Agama Islam bercorak rasionalitis, artinya rasio, akal budi, memberi tekanan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, trinitas ditolak, sebab tidak dapat dimengerti bahwa 3 adalah 1 dan bahwa 1 adalah 3. Kita tentu insaf bahwa Trinitas memang tidak dapat dimengerti” (hal 114).
Nasib buku “Isa Almasih di dalam Al-Qur’an dan Hadits” ini, sesuai dengan pernyataan Pendeta Soedarmo, justru semakin menumbuhkan penolakan umat Islam terhadap ajaran Kristen. Karena kupasannya terbalik, sangat tidak masuk akal.
....Menurutnya, Nabi Isa bermetamorfosa menjadi Allah setelah melalui tiga tahap....
Dalam buku setebal 73 halaman itu, Abd Yadi berakrobat merangkai dalil-dalil untuk membuktikan  bahwa Nabi Isa (Yesus) adalah pen­jelmaan Allah  SWT. Menurutnya, Nabi Isa bermetamorfosa menjadi Allah setelah melalui tiga tahapan:
Tahap pertama, Nabi Isa dilahirkan dengan proses yang ajaib. Karena dilahirkan dari perawan Maryam yang suci (Qs. Ali Imran 42), dilahirkan dalam keadaan suci (Qs. Maryam 19), dilahirkan dari kalimat Allah dan terkemuka di dunia dan akhirat (Qs. An-Nisa’ 171, Ali Imran 45). Tahap kedua, Nabi Isa memiliki kuasa dan mukjizat yang ajaib: membuat burung dari tanah, menyembuh­kan orang yang buta sejak dari lahir, menyembuhkan penyakit sopak dan menghidup­kan orang mati (Qs. Ali Imran 49).  Tahap ketiga, kematian dan kebangkitan Nabi Isa yang ajaib (Qs. Maryam 33, Imran 55).
Dengan tiga tahapan ini, penginjil Abd. Yadi menegaskan bahwa Yesus benar-benar Tuhan berdasarkan Al-Qur’an: “Dengan kedudukan tertinggi yang disandangnya, siapa­kah yang bisa disetarakan dengannya? Bukankah yang memiliki kedudukan tertinggi itu hanya Allah saja?” (hlm. 5).
Sebetulnya, untuk menyelesaikan polemik apakah Yesus itu Tuhan, kita bisa menjawabnya cukup dengan satu ayat:
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putra Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” (Qs. Al-Ma’idah 72).
Sayangnya, ayat ini tidak dikutip oleh penginjil Abd Yadi dalam buku putihnya. Ia malah mempraktikkan tafsir akrobatik yang jauh menyimpang dengan logika yang rusak dengan formula “tiga tahapan Tuhan.”
....kalau mau berpikir dengan logika yang sehat, justru tiga tahapan itu semakin menolak doktrin ketuhanan Yesus....
Padahal kalau mau berpikir cermat dan logika yang sehat, justru tiga tahapan itu semakin menolak doktrin ketuhanan Yesus.
Tahap pertama, Nabi Isa (Yesus) bukan tuhan karena dia adalah manusia yang dilahirkan. Seajaib apapun proses kelahirannya, dia tak akan pernah naik takhta menjadi Tuhan. Karena secara aksiomatis Tuhan itu tidak dilahirkan (Qs. Al Ikhlas 3) dan tidak berawal (Qs Al-Hadid 3). Yesus bukan Tuhan karena ia dilahirkan ke dunia oleh seorang manusia (Qs. Maryam 19-33, Injil Matius 1:8-25). Manusia selalu melahirkan manusia, dan setiap yang dilahirkan manusia pastilah manusia. Tidak mungkin manusia melahirkan binatang, apalagi melahirkan Tuhan.
Tahap kedua, Nabi Isa memiliki kuasa dan mukjizat yang ajaib. Meskipun Abd Yadi dan para penginjil yang lain bisa menunjukkan seribu lagi, Nabi Isa tetap manusia biasa. Nabi Isa –maupun para nabi lainnya– mengakui dengan jujur bahwa semua mukjizat itu bukan ciptaannya sendiri, tapi karunia kenabian atas seizin Allah (bi-idznillah). Jadi, mukjizat tersebut adalah bukti kenabian, bukan ketuhanan.
Keunikan mukjizat yang diberikan kepada Nabi Isa juga bukan alasan mempertuhankan dia. Karena di sisi lain, Nabi Isa juga tidak bisa bermukjizat seperti yang dimiliki oleh Nabi Musa, antara lain: tongkat Nabi Musa bisa jadi ular (Qs. Al-A’raf 107 dan Bibel kitab Keluaran 7: 9), padahal tongkat Yesus tidak bisa jadi ular.
Tahap ketiga, kematian dan kebangkitan Nabi Isa yang ajaib berdasarkan surat Ali Imran 55. Meskipun seandainya Abd Yadi bisa membuktikan bahwa Yesus pernah mati dan bangkit seribu satu kali, tapi bukti-bukti itu justru semakin menolak doktrin Ketuhanan Yesus.
Sebab Tuhan itu Maha Hidup (Al-Hayyu) yang tidak takluk kepada maut: “Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia…” (Qs Al-Mukmin 65).
“Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup Kekal dan Yang tidak mati. Dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya” (Qs Al-Furqan 58).
Aksioma ini juga diajarkan dalam Bibel, bahwa salah satu sifat Tuhan adalah tidak takluk kepada maut (I Timotius 6:16).
....Al-Qur'an surat Ali Imran 55 diperalat untuk membuktikan Ketuhanan Yesus bahwa Allah yang akan mematikan Nabi Isa. Jika Yesus diyakini sebagai Tuhan, berarti tuhan Yesus dimatikan oleh Tuhan Allah. Hanya teologi sesat saja yang meyakini  doktrin “Tuhan membunuh Tuhan.”
Kerusakan logika penginjil Abd Yadi bertambah parah ketika memakai dalil Al-Qur'an surat Ali Imran 55 untuk membuktikan Ketuhanan Yesus. Padahal dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa Dialah yang akan mematikan Nabi Isa. Jika dengan ayat ini Nabi Isa (Yesus) diyakini sebagai Tuhan, berarti tuhan Yesus dimatikan oleh Tuhan Allah. Hanya teologi sesat saja yang meyakini  doktrin “Tuhan membunuh Tuhan.”
PASANG SURUT KETUHANAN YESUS
Dalam pandangan Islam yang sangat menekankan tauhid, status para nabi utusan Allah tetap murni sesuai dengan misinya. Nabi tetap nabi, tak satu pun yang bermetamorfose menjadi Tuhan. Berbeda dengan ajaran Kristen, oknum “kenabian” dan “ketuhanan” dalam sejarah Gereja mengalami pasang surut.
1. Selama 22 tahun sepeninggal Yesus, para murid setia Yesus masih konsisten mengamalkan ajaran Taurat. Namun setelah lewat tahun 55 M, mereka mulai melakukan perombakan terhadap ajaran Yesus. Sekitar tahun 300 M, timbul perselisihan hebat di kalangan Kristen yang tidak dapat dikompromikan, antara golongan yang meyakini Yesus sebagai nabi utusan Tuhan dengan golongan yang meyakini Yesus sebagai Tuhan.
2. Untuk menyelesaikan pertentangan ini, maka Kaisar Konstantin mengadakan konsili di Nicea tahun 325 M yang dihadiri oleh sekitar 2.048 uskup dan patriarch yang membawa bermacam-macam doktrin dan keyakinan. Kelompok yang dipelopori oleh Arius dan Lucianus mengajarkan bahwa Yesus hanyalah rasul Allah.
Kaisar  yang condong pada pendapat uskup pemuja Ketuhanan Yesus, mengadakan pertemuan khusus dengan 318 uskup yang sepaham dengannya. Maka diputuskan bahwa Yesus adalah Tuhan, lalu memaksakan keputusannya kepada 1.700 uskup yang tidak sepaham dengannya. Tak hanya itu, mereka juga membakar ratusan versi kitab Injil yang bertentangan dengan keputusan konsili.
....terjadi metamorfosis ketuhanan dalam teologi Kristen. Yesus baru dinobatkan sebagai Tuhan dalam kurun 325 tahun sepeninggal Yesus. Roh Kudus baru dilantik sebagai oknum ketiga Tuhan dalam kurun 381 tahun sepeninggal Yesus. Berarti, doktrin Trinitas kristiani baru lengkap tiga oknum (Bapa, Anak dan Roh Kudus) empat abad sepeninggal Yesus....
3. Karena muncul berbagai kelompok penentang Konsili Nicea yang mempertahankan keesaan Tuhan, maka diadakanlah Konsili Konstantinopel tahun 381 M. Salah satu pemicu konsili ini adalah ajaran Macedonius bahwa Roh Kudus bukan Tuhan tapi makhluk. Dalam konsili ini diputuskan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan bersama Tuhan Bapak dan Tuhan Yesus. Keputusan ini didukung penuh oleh Kaisar Teodosius I Agung (379-395 M).
Dengan demikian, jelaslah bahwa terjadi metamorfosis ketuhanan dalam teologi Kristen. Berarti Yesus baru dinobatkan sebagai Tuhan dalam kurun 325 tahun sepeninggal Yesus. Selanjutnya, Roh Kudus baru dilantik sebagai oknum ketiga Tuhan dalam kurun 381 tahun sepeninggal Yesus.
Berarti, doktrin Trinitas kristiani baru lengkap tiga oknum (Bapa, Anak dan Roh Kudus) empat abad sepeninggal Yesus.

Kamis, 02 Desember 2010

Menjadi PNS bukanlah segalanya

Beberapa waktu terakhir ini banyak dibuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di berbagai instansi pemerintahan. Penerimaan CPNS tersebut disambut dengan antusias oleh Warga Negara Indonesia, termasuk di antaranya beberapa teman saya, baik yang sudah bekerja maupun belum bekerja.

Mereka tidak hanya mengikuti tes CPNS di satu instansi, tapi hampir semua lowongan CPNS yang ada. Selain memang karena kemauan diri sendiri, ada juga yang disuruh orangtuanya untuk ikut tes CPNS. Berbagai cara dilakukan agar bisa lolos tes. Ada yang memang benar-benar murni usaha sendiri, ada juga yang mengambil 'jalan pintas'.

Ketika saya tanya kenapa begitu antusiasnya mengikuti berbagai tes CPNS, beragam alasan dikemukakan. Dibanding dengan bekerja di instansi swasta, bekerja sebagai PNS merasa lebih tenang, karena PNS itu terjamin, gajinya lumayan, tidak bisa dipecat, mendapat dana pensiun, serta berbagai alasan lainnya.

Dan seminggu yang lalu, saya berdiskusi dengan seorang sahabat mengenai maraknya tes penerimaan CPNS. Ia tidak tertarik untuk mengikutinya. Saat diskusi membahas mengenai alasan-alasan untuk mengikuti tes CPNS, saya mengemukakan alasan tersebut di atas. Dengan santainya ia berkata, "Wah, musyrik dong."

Menurutnya, jika seseorang merasa terjamin hidupnya karena sesuatu hal, dalam hal ini karena menjadi PNS, dan bukan karena Allah SWT, maka ia termasuk musyrik, karena menyandarkan sesuatu bukan pada Allah SWT. PNS bukanlah segalanya. Dengan menjadi PNS, belum tentu akan terjamin hidupnya, karena hanya Allah SWT-lah yang menjamin segalanya.

Katakanlah, "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?" Katakanlah, "Allah!" dan sesungguhnya Kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. (QS. Saba' : 24).

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). (QS. Huud : 6).

Maka dari itu, bagi yang berlomba-lomba ikut tes CPNS, luruskanlah niatnya. Jadikan pekerjaan kita sebagai sarana ibadah kepada Allah SWT. Tanamkan dalam diri kita, bahwa dengan menjadi PNS, Kita bekerja sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT !!

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz-Dzaariyat : 56).

Latih Disiplin Anak

Setiap keluarga mempunyai cara sendiri-sendiri untuk menanamkan disiplin pada anak. Walau berbeda, sebenarnya tujuannya sama, yaitu menangani anak bandel atau yang bertingkah nakal.
Ketika Anda melihat si kecil berbuat kenakalan, entah itu di rumah, saat jalan-jalan di mal, atau ketika berkunjung rumah tetangga, mungkin secara refleks Anda akan berteriak, “Berhenti!”  Atau, bisa jadi Anda akan memukul si kecil agar tidak melanjutkan perbuatannya.
Tahukah Anda, menurut pakar psikologi anak, menangani anak nakal dengan cara berteriak atau memukul dapat menimbulkan efek negatif pada emosi si kecil. Agar disiplin bisa dilatih sejak dini, kenali cara lain yang lebih efektif untuk buah hati Anda, seperti dikutip dari laman Modern Mom.
Beda usia, beda cara
Pertimbangkan usia anak Anda. Cara menanamkan disiplin pada anak tidak sama di tiap usia. Beda usia, beda cara. Misalnya, untuk anak berusia 15 bulan, Anda bisa menggunakan cara pengalihan perhatian untuk membuatnya disiplin. Berbeda dari anak usia yang lebih muda atau lebih tua dari itu, Anda mengabaikan mereka jika merengek-rengek atau bertindak tidak tepat, untuk mendapatkan perhatian Anda.
Beri contoh
Contohkan perilaku yang baik agar si kecil menirunya. Menurut penelitian, teknik itu selalu direspon baik oleh anak-anak. Sebab, memberi si kecil contoh dari apa yang harus dilakukan, bukan apa yang tidak boleh dilakukan.
Anak-anak lebih mudah meniru perilaku orang dewasa. Mereka lebih mudah menerima pendekatan itu dari pada diberi tahu apa yang tidak boleh mereka lakukan.
Berpegang pada aturan
Tetaplah berpegang pada aturan yang Anda tetapkan untuk buah hati. Setelah memberitahu harapan Anda pada si kecil, hal ini akan memperkuat perilaku yang ingin Anda lihat dari si kecil.
Beri penghargaan
Anda harus ingat untuk selalu menghargai anak Anda setiap kali dia menunjukkan perilaku baik. Lontarkan pujian kepada si kecil tidak hanya lewat kata-kata, tapi juga menawarkan hadiah favoritnya. Si kecil tentu akan merasa Anda benar-benar bangga pada dirinya sendiri.
Ungkapkan ketidaksetujuan Anda
Selalu ungkapkan pendapat Anda jika Anda merasa tingkahnya tidak tepat. Jelaskan kepadanya tentang perilaku yang tidak baik itu. Mengekspresikan pendapat Anda merupakan pendidikan keluarga yang bagus. Ini akan efektif mengubah perilaku si kecil.
Konsekuensi
Jika anak tidak disiplin atau melakukan kesalahan untuk pertama kalinya, segera ungkapkan kalau ia bersalah. Hal itu untuk menghindari ia melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Katakan juga padanya setiap kesalahan memiliki konsekuensi, salah satunya adalah hukuman. Hukuman bisa berupa tidak mengizinkannya menonton televisi beberapa hari atau memotong uang jajannya sementara waktu.
Jangan berikan hukuman fisik seperti memukul, hal itu hanya akan menimbulkan trauma dan bisa meregangkan hubungan Anda dengannya. Memberikan hukuman atau konsekuensi atas kesalahan anak juga melatih perkembangan psikologisnya. Mereka jadi lebih peka dan berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu kesalahan

Bebas dari Virus Flu

Virus flu sangat mudah menyebar, apalagi di saat cuaca sedang tidak menentu. Ketika flu menyerang tubuh, tentunya bisa mengganggu aktivitas Anda. Bersin-bersin, tubuh lemas, mata berair, dan terkadang badan menggigil membuat Anda hanya bisa terkulai lemah di tempat tidur.
Ingin segera sembuh dari penyakit ini? Ada caranya agar Anda bisa meningkatkan metabolisme tubuh dan terbebas dari virus flu. Ikuti langkah-langkahnya, seperti dikutip dari The Sun.
Sarapan
Setelah bangun tidur dan merasa tubuh tidak fit, sebaiknya jangan lewatkan sarapan. Makan pagi sangat sangat penting untuk bahan bakar tubuh, terutama ketika daya tahan tubuh merosot.
Peneliti Belanda menyatakan, sarapan akan meningkatkan kadar gamma interferon dalam darah yang bertindak sebagai antivirus alami. Jadi, jangan melewatkan sarapan. Makanlah yang hangat-hangat, seperti bubur atau sup.
Lawan virus dengan kesibukan
Stres berkepanjangan memang bisa membuat Anda sakit, karena sistem kekebalan tubuh melemah. Tapi, Anda bisa menggunakannya untuk melawan flu. Caranya, carilah kesibukan. Hal ini bisa mengurangi gejala flu yang datang. Demikian diungkapkan Professor Jim Horne, ahli dari Universitas Loughborough.
Olahraga ringan
Peneliti dari University of Massachusetts menemukan, orang yang melakukan aktivitas fisik ringan tidak mudah terkena infeksi pernapasan atas, dibandingkan dengan mereka yang tidak banyak bergerak. Para peneliti percaya bahwa olahraga ringan akan mampu memperkuat fungsi kekebalan tubuh karena produksi sel darah putih meningkat.
Jika berolahraga, Anda akan melihat dua manfaat, kata Charles Matthews (salah satu peneliti). Satu, Anda tidak mudah terserang flu. Dua, seandainya Anda terserang flu, biasanya akan cepat sembuh. Anda bisa melakukan meditasi atau senam pernapasan agar tubuh lebih fit.
Konsumsi makanan tinggi protein
Menurut ahli, menyantap makanan tinggi protein selain membuat Anda kenyang lebih lama, juga baik untuk daya tahan tubuh. Ahli gizi, Dr Sarah Schenker, mengatakan protein diperlukan untuk mendorong sistem kekebalan tubuh.
Minum teh hijau
Buatlah minuman teh hijau hangat di sore hari, ini akan membuat tubuh hangat. Menurut peneliti Kanada teh hijau bisa mendorong tubuh melawan perkembangan virus. Dalam teh hijau, ditemukan suatu senyawa kimia yang dapat menghentikan aktivitas replikasi atau penggandaan virus.
Hangatkan diri
Kenakan pakaian hangat. Hal ini bisa membantu Anda melawan flu. Gunakan pakaian yang lebih longgar agar peredaran darah Anda tetap lancar.
Istirahat cukup
Sehari, idealnya tidur dilakukan sekitar delapan jam. Menurut riset, kekurangan istirahat, akan memerosotkan sistem kekebalan tubuh sampai 50 persen. Jadi, agar tubuh kembali sehat di keesokan harinya, usahakan tidur cukup di malam hari.

Rabu, 01 Desember 2010

Delapan Tipe Orang Perlu Dijauhi

Hubungan yang sehat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan jiwa. Namun, kerapkali kita terjebak dalam hubungan dengan sosok yang memiliki karakter 'negatif'. Mereka umumnya sering mengeluh, mudah marah, atau tidak sabar.
Mengenali karakter seseorang di awal perkenalan menjadi penting. Apalagi jika ada prospek melanjutkannya dalam hubungan yang lebih serius. Kenali sejumlah karakter seseorang, seperti dikutip dari Times of India.
1. Memelihara masa lalu
Beberapa orang menolak melepaskan masa lalu dan cenderung 'merawat' kenangan menyakitkan. Akibatnya, orang ini hidup dengan kemarahan dan kepahitan. Bila terjadi terus menerus, dapat mempengaruhi orang yang berada di sekitarnya.
Solusi: Jika mereka mulai memunculkan subjek masa lalu, jangan ragu memberitahu dia bahwa Anda tidak ingin membicarakannya.
2. Mengasihani diri sendiri
Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada orang yang merasa menanggung beban seluruh dunia. Alih-alih mencari solusi, orang tipe ini terus mengasihani diri sendiri dan tidak melihat jalan keluar.

Solusi: Tawarkan bantuan dan jika masih tidak mau berubah, sebaiknya menjauh darinya.
3. Munafik
Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada berhubungan dengan orang yang memiliki sifat 'lain di mulut lain di hati'. Di depan Anda, dia muncul orang yang paling manis, namun bersikap sebaliknya di belakang Anda.
Solusi: Jika Anda menangkap ini terjadi berulangkali kepada orang lain, segera jauhi. Bukan tidak mungkin dia melakukan hal serupa kepada Anda.
4. Selalu negatif
Dia adalah jenis orang yang selalu memandang hal negatif dari hidup mereka.
Solusi: Bantulah melihat sisi positif dari dirinya. Jika tidak mau menerima, jangan biarkan hal negatif itu mempengaruhi Anda.
5. Paling sempurna
Orang seperti ini biasanya merasa lebih baik dan menarik daripada orang lain. Ia sangat menikmati aktivitas mengkritik dan menertawai orang lain.
Solusi: Bersikap sabar dengan perilakunya. Namun, jika mereka tidak berubah, sudah saatnya Anda untuk meninggalkannya.
6. Bangga mengumbar rahasia
Mereka sangat bangga menceritakan skandal dalam hidup dan senang melibatkan sebanyak mungkin orang dalam perdebatan.
Solusi: Bisa saja Anda dapat mendengarkannya. Namun bila mempengaruhi diri sendiri, segera menjauh.
7. Frustasi
Orang ini selalu merasa frustrasi dengan hidupnya dan melampiaskannya pada orang lain di sekitarnya. Bahkan, seringkali mereka mengambil kesimpulan yang irasional.
Solusi: Jika ia mulai merencanakan sesuatu yang gila katakan bahwa hal itu mengganggu Anda.
8. Sang Komentator
Orang seperti ini mengomentari semua yang terjadi dalam kehidupan orang lain. Seringkali, perkataan mereka menimbulkan perkelahian.
Solusi: Berhati-hatilah bila berada di sekitar orang tersebut dan berhati-hati dengan perkataan Anda.

Maluuuu Rasanya...♥●♥_◕_♥●♥

malu rasanya... jika berucap tapi tak bertingkah

malu rasanya... bila bertingkah tapi tak tahu arah

malu rasanya... berpengetahuan tapi bodoh

malu rasanya... ketika tau tapi tidak mau tau

malu rasanya... mengaku cinta tapi menjauhi

malu rasanya... mampu berpikir tapi tak berperasaan

malu rasanya... senyum tapi kejam dalam ucapan

malu rasanya... takut tapi berani membangkang

malu rasanya... berteman dengan teman yang sholeh sholehah tapi masih kurang ajar

malu rasanya... berhias mulya tapi sombong

malu rasanya... mengabdi tapi berpura-pura

malu rasanya... tapi sikap tidak tau malu...


ingatkanlah aku dengan rasa malu ku ini...
bantulah aku dikala aq lupa...
agar aku tetap menjadi sang pemalu lebih pemalu dari pada seorang wanita yang sedang dipingit..
ejeklah aku jika rasa malu ku ini menjadikanku tak tau malu...

Ya Allah ku Minta kepada Engkau rasa Malu untuk berbuat maksiat Kepada-Mu
seperti Rasul-Mu yang "Gagah Berani tapi Pemalu" itu... Amin..

♥●♥_◕_♥●♥


Agama Adalah Nasihat (1)


عن أبي رقية تميم بن أوس الداري رضي الله عنه, أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ» قلنا: لمن؟ قال: «لله, ولكتابه, ولرسوله, لأئمة المسلمين وعامتهم». رواه مسلم
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Daary radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama itu nasihat”. Kami pun bertanya, “Hak siapa (nasihat itu)?”. Beliau menjawab, “Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin)”. (HR. Muslim)
Derajat Hadits:
Shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, hadits no. 55 dan no. 95.
Biografi Singkat Perawi Hadits:
Perawi hadits ini, Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Daary radhiyallahu ‘anhu adalah salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berasal dari negeri Palestina, tepatnya di kota Bait al-Lakhm (Betlehem). Meninggal pada tahun 40 H. Beliau termasuk sahabat yang sedikit riwayat haditsnya, di dalam kutub as sittah (Kutub as-Sittah adalah enam buku inti yang menghimpun hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, buku-buku itu adalah: Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan at-Tirmidzi, Sunan an-Nasai dan Sunan Ibn Majah) beliau hanya memiliki sembilan hadits saja, di dalam shahih muslim hanya ada satu hadits saja yang beliau riwayatkan, yaitu hadits yang akan kita bahas kali ini, yang mana dia merupakan hadits yang paling masyhur di antara hadits-hadits yang beliau riwayatkan. (Lihat: Siyar A’lam an-Nubala, (II/442-448))
Kedudukan Hadits Ini:
Hadits ini merupakan salah satu hadits yang sangat agung kedudukannya, karena dia mencakup seluruh ajaran agama Islam, entah itu yang berkaitan dengan hak-hak Allah, hak-hak rasul-Nya maupun hak-hak umat manusia pada umumnya. (Lihat: Syarh al-Arba’in an-Nawawiyah, oleh Syaikh Shalih Alu Syaikh, hal 54).
Penjelasan Hadits:
«الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ»
“Agama itu nasihat.”
Kata ad-dien dalam bahasa Arab mempunyai dua makna:
  1. Pembalasan, contohnya firman Allah ta’ala, مَالِكِ يَوْمِ الدِّيـن Artinya: “Yang menguasai hari pembalasan“. (QS. Al-Fatihah [1]: 4)
  2. Agama, contohnya firman Allah ta’ala, وَرَضِيتُ لَكُمُ الْأِسْلامَ دِيناً Artinya: “Dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (QS. Al-Maidah [5]: 3)
Adapun dalam hadits kita ini, yang dimaksud dengan kata ad-dien adalah: agama (Syarh al-Arba’in an-Nawawiyah, oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, hal: 135-136).
Kata an-nashihah berasal dari kata an nush-hu yang secara etimologi mengandung dua makna:
  1. Bersih dari kotoran-kotoran dan bebas dari para sekutu.
  2. Merapatnya dua sesuatu sehingga tidak saling berjauhan.
Adapun definisi an-nashihah secara terminologi dalam hadits ini adalah: Mengharapkan kebaikan orang yang dinasihati, definisi ini berkaitan dengan nasihat yang ditujukan kepada pemimpin umat Islam dan rakyatnya. Adapun jika nasihat itu diarahkan kepada Allah, kitab-Nya dan Rasul-Nya, maka yang dimaksud adalah merapatnya hubungan seorang hamba dengan tiga hal tersebut di atas, di mana dia menunaikan hak-hak mereka dengan baik.
Dalam memahami sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “agama itu nasihat”, para ulama berbeda pendapat; ada yang mengatakan bahwa semua ajaran agama Islam tanpa terkecuali adalah nasihat. Sebagian ulama yang lain menjelaskan maksud dari hadits ini adalah bahwa sebagian besar ajaran agama Islam terdiri dari nasihat, menurut mereka hal ini senada dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
« الدعاء هو العبادة »
“Doa adalah ibadah.” (HR. Abu Dawud (II/109 no. 1479), at-Tirmidzi (V/456 no. 3372) dan Ibnu Majah (V/354 no. 3828), At-Tirmidzi berkata: hadits ini hasan shahih, Ibnu Hajar dalam Fath al Bari, (I/49) berkata, sanadnya jayyid (bagus), Al-Albani berkata: shahih.)
Juga semisal dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
« الحج عرفة »
“Haji adalah Arafah.” (HR. At-Tirmidzi (III/228 no. 889), an-Nasai (V/256), Ibnu Majah (IV/477 no. 3015), Ahmad (IV/309) dan Ibn Khuzaimah (IV/257). Al-Albani berkata: shahih.)
Bukan berarti bahwa ibadah dalam agama Islam itu hanya berbentuk doa saja, juga bukan berarti bahwa ritual ibadah haji hanya wukuf di Arafah saja, yang dimaksud dari kedua hadits adalah: menerangkan betapa pentingnya kedudukan dua macam ibadah tersebut.
Akan tetapi jika kita amati dengan seksama hal-hal yang memiliki hak untuk mendapatkan nasihat -yang disebutkan dalam hadits ini- akan kita dapati bahwa betul-betul ajaran agama Islam semuanya adalah nasihat, tanpa terkecuali. Entah itu yang berkenaan dengan akidah, ibadah, maupun muamalah. (Lihat: Syarh al-Arba’in an-Nawawiyah, oleh Syaikh Shalih Alu Syaikh, hal 54-55)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sengaja tidak langsung menjelaskan dari awal siapa saja yang berhak mendapatkan nasihat ini, agar para sahabat sendiri yang bertanya untuk siapakah nasihat itu. Tujuan metode ini -yakni metode melemparkan suatu masalah secara global kemudian setelah itu diperincikan-, adalah agar ilmu tersebut membekas lebih dalam. Hal itu dikarenakan tatkala seseorang mengungkapkan suatu hal secara global, para pendengar akan mengharap-harap perincian hal tersebut, kemudian datanglah perincian itu di saat kondisi jiwa berharap serta menanti-nantikannya, sehingga membekaslah ilmu itu lebih dalam di dalam jiwa. Hal ini berbeda jika perincian suatu ilmu sudah disampaikan kepada pendengar sejak awal pembicaraan. (Syarh al-Arba’in an-Nawawiyah, oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin hal: 136)
قلنا: لِمَـنْ؟
Kami (para sahabat) bertanya, “Hak siapa nasihat itu wahai Rasulullah?”
Huruf lam dalam perkataan para sahabat لِمنْ fungsinya adalah untuk istihqaq (menerangkan milik atau hak), yang berarti: nasihat ini haknya siapa wahai Rasulullah? (Syarh al-Arba’in an-Nawawiyah, oleh Syaikh Shalih Alu Syaikh, hal 55).
قال: لله, ولكتابه, ولرسوله, لأئمة المسلمين وعامتهم.
Beliau menjawab, “Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin)”.
Dalam jawaban beliau ini diterangkan bahwa yang berhak untuk mendapatkan nasihat ada lima:
Pertama: Nasihat untuk Allah ta’ala
Nasihat untuk Allah ta’ala artinya: menunaikan hak-hak Allah baik itu hak yang wajib maupun yang sunnah (Ibid, lihat pula: Ta’dzim Qadr ash-Shalah, karya Muhammad bin Nashr al-Marwazy, II/691-692).
Hak-hak Allah yang wajib mencakup antara lain:
  1. Beriman terhadap rububiyah Allah ta’ala, yang berarti: meyakini bahwa Allah-lah satu-satunya Rabb segala sesuatu, satu-satunya pencipta, Yang memberi rezeki, Yang menghidupkan dan mematikan, Yang mendatangkan manfaat dan melindungi dari marabahaya, Yang mengabulkan doa, Yang Maha memiliki dan menguasai segala sesuatu, tidak ada sekutu bagi-Nya (Taisir al- ‘Aziz al-Hamid, oleh Sulaiman bin Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahab, hal 26). Allah ta’ala berfirman,
  2. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
    “Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.” (QS. Al-Fatihah: 1)
  3. Beriman terhadap uluhiyah Allah ta’ala, yang berarti: mengesakan Allah ta’ala dalam segala macam bentuk ibadah (Al-Irsyad ila Shahih al-I’tiqad, karya Dr. Shalih al-Fauzan, hal 30). Jadi kita harus mengikhlaskan semua ibadah kita, mulai dari shalat, doa, kurban, sampai al-khauf (rasa takut), al-mahabbah (cinta), dan ibadah-ibadah yang lainnya. Allah ta’ala berfirman,
  4. وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
    “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
  5. Beriman terhadap asmaa’ (nama-nama) dan shifaat (sifat-sifat) Allah ta’ala. Maksudnya adalah: Mengesakan Allah ta’ala dalam nama-nama-Nya yang mulia serta sifat-sifat-Nya yang agung, yang disebutkan di dalam al-Qur’an dan al-Hadits, sembari mengimani makna dan hukum-hukumnya, tanpa mengotorinya dengan tahrif (mengubah), ta’thil (menafikan), takyif (berusaha mencari-cari caranya), atau tamtsil (meyakini bahwa sifat-sifat Allah seperti sifat-sifat para makhluk). Allah shallallahu ‘alaihi wa sallam berfirman,
  6. لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
    “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syuraa: 11). (Lihat: Mu’taqad Ahlus Sunnah wal Jama’ah fi Tauhidil Asma’ wash Shifat, karya Prof. Dr. Muhammad bin Khalifah at-Tamimi, hal 31)
  7. Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-larangan yang diharamkan-Nya. Ini adalah salah satu tanda rasa cinta seorang hamba kepada Rabbnya. (Ad-Durar as-Saniyyah bi Fawaid al-Arba’in an-Nawawiyah, karya Dr. Bandar al-’Abdaly, hal 37). Allah berfirman,
  8. قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ * قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ
    “Katakanlah, “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah, “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.” (QS. Ali Imran: 31-32) Hal-hal yang wajib contohnya: mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan ramadhan, berdakwah kepada agama Allah dan lain-lain. Contoh larangan-larangan: syirik, berzina, bermain judi, dan lain sebagainya.
  9. Tidak rela melihat larangan-Nya dilanggar, serta merasa bahagia jika melihat para hamba-Nya taat dalam menjalankan perintah-Nya (Ta’zhim Qadr ash-Sholah, II/692).