Selasa, 03 Agustus 2010

Cinta yang Hakiki

Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Wahai Saudaraku Remaja Muslim Yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta'ala, 
Sesungguhnya cinta itu adalah Fitrah Manusia, maka janganlah kalian menodai fitrah manusia itu dengan kemasiatan, karena cinta yang hakiki adalah cinta yang didasari dengan niat yang baik dan Cinta yang hakiki adalah cinta yang mengharap ridha Allah agar cintanya bisa berakhir di pelaminan (Pernikahan).

Wahai Saudaraku Remaja Muslim,
Ketahuilah cinta yang hakiki adalah cinta yang sangat dimuliakan Allah, maka janganlah engkau mengotorinya dengan hawa nafsu belaka yang membawamu ke tempat yang paling hina yaitu Neraka Jahanam karena Jahannam adalah tempat seburuk-buruknya manusia Kembali.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman “Janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji…” (QS. Al-Isra : 32).

Saudaraku Remaja Muslim, 
Sesungguhnya cinta yang didasari niat kepada Allah sesungguhnya cinta yang paling Mulia maka cinta itu akan menimbulkan keindahan dalam hidup kita, maka jagalah keindahan cintamu itu agar jangan sampai cinta yang sudah mulia yang kalian bangun selama ini engkau campur adukan dengan Maksiat atau hawa nafsu belaka yang akan merugikan diri kalian sendiri.

Saudaraku,
Cintailah dia secara syari'at Islam karena cinta yang indah dan bahagia, adalah cinta yang mengikuti syari'at Islam maka itu akan membatasi cintamu pada saat kalian belum mampu untuk menikah.

Wahai sekalian anak Adam,
Ketahuilah sesugguhnya ujian yang paling terberat dalam hidupmu adalah masalah wanita maka janganlah kalian mencintai kaum hawa tanpa syari'at Islam. Sesungguhnya bila engkau mencintai wanita tanpa syari'at Islam akan menimbulkan berkhalwat. 
Apa itu berkhalwat? Berkhalwat adalah cinta yang dilarang Syari'at Islam maka Allah pun tidak menyukainya, maka janganlah kalian mengikutinya karena hal ini akan membawakan musibah dan malapetaka dalam kehidupan ihsan dan ihsani. Maka jagalah rasa kecintaan kalian dengan dibatasi syari'at Islam agar tidak menimbulkan apa yang kalian tidak inginkan dalam menjalani hubungan antara laki-laki dan wanita.

Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Bertaqwalah kalian dalam masalah wanita. Sesungguhnya mereka ibarat tawanan di sisi kalian. Kalian ambil mereka dengan amanah Allah dan kalian halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Mereka memiliki hak untuk mendapatkan rezki dan pakaian dari kalian" [HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi]

Wahai Saudaraku, 
Sesungguhnya banyak sekali anak adam dan kaum hawa menjalani hubungan yang keluar dari Syari'at Islam, maka cinta yang diniatkan cinta karena Allah dan cinta yang hakiki yang telah diberikan Allah sangat mudah dilupakan begitu saja, karena banyaknya anak remaja sekarang yang mengatasnamakan cintanya dengan pacaran, sesungguhnya pacaran dalam Islam adalah musibah terbesar dan pacaran itu akan membawa kepada perzinahan. Dimana zina adalah termasuk dosa besar, dan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah.

Ketahuilah saudaraku,
Sesungguhnya pacaran dalam Islam adalah musibah yang menimpa anak adam dan kaum hawa karena pacaran akan menimbulkan kerusakan cinta yang telah Allah berikan kepada setiap anak adam dan kaum hawa.

Oleh karena itu, kita sebagai kaum muslim dan muslimat sudah seharusnya mencegah hal ini dan para orangtua juga harus selalu menasehati dan mencegah anak-anaknya agar tidak terjerumus oleh kemasiatan.

Ketahuilah wahai remaja muslim yang di muliakan Allah,
Sesungguhnya jika kalian sedang mesra-mesra'an berdua dengan yang bukan muhrimnya maka yang ketiga adalah syaitan yang mengoda Imanmu, maka hal seperti ini harus kita cegah agar tidak merugikan diri kita. Maka apabila Imanmu tergoda dengan godaan syaitan maka itu akan merugikan diri kalian berdua, merugikan keluarga kalian dan merugikan agamamu, karena sesungguhnya Islam tidak pernah memperbolehkan hal seperti itu.

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :
“Apabila laki-laki dan perempuan yang bukan mahram berdua-duaan, maka yang ketiga adalah setan.” (Al-Hadist)

Wahai Saudaraku Remaja Muslim,
Ketahuilah, sudah seharusnya kalian menjaga mata atau pandangan, sebab mata itu kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang sering membawa kepada perbuatan zina. 

Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : 
“Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka memalingkan pandangan mereka (dari yang haram) dan menjaga kehormatan mereka dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka (An-Nur : 30-31).

Maka apabila kalian sudah saling mencintai dan laki-laki sudah mampu menafkahi seorang wanita maka menikahlah karena cinta yang indah adalah setelah pernikahan, dan apabila kalian belum mampu untuk menikah maka berpuasalah karena itu menjauhkan cintamu dan dirimu dari godaan hawa nafsu yang telah diwariskan oleh syaitan atau para iblis untuk mengoda manusia dalam kehidupan.

"Tidak ada yang bisa dilihat (lebih indah) oleh orang yang saling mencintai seperti halnya pernikahan" (HR.AlHakim )

Abdullah Ibnu Mas’ud Radliyallaahu‘anhu berkata : 
Rasulullah Shallallaahu‘alaihi wasallam bersabda pada kami: “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.” (Muttafaq Alaihi.)

Wahai Saudraku Remaja muslim yang di muliakan Allah,
Ketahuilah saudaraku, sesungguhnya cinta dalam pernikahan itu sangat indah sekali apabila cintanya itu sesuai dengan syari'at Islam.

Ketahuilah wahai saudaraku, 
Apabila kalian ingin menikah maka pilihlah calon pasangan hidupmu yang baik agamanya karena hal itu akan memperindah cinta kalian berdua dan usahakan untuk kaum adam memilih wanita yang sholehah, karena wanita yang sholehah akan selalu menjaga kesucian diri dan agamanya, dia mengetahui hak dan kewajibannya serta tidak melampaui batasannya, dan dia selalu mentaati suaminya yang merupakan pemimpin, pemberi nafkah dan pelindung dalam rumah tangganya. Taat kepada suami (dalam hal yang tidak menyelisihi syariat) adalah kewajiban bagi seorang istri, demikian juga dengan menjaga amanah dan harta sang suami.

Seorang istri yang sholehah adalah yang menekuni pekerjaan rumahnya, menjadi seorang istri yang baik bagi suaminya dan ibu yang baik bagi anak-anaknya. Dia mensyukuri segala kebaikan suaminya dan tidak mengingkarinya, karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :

“Aku diperlihatkan neraka, dan aku lihat kebanyakan penghuninya adalah wanita, (karena) mereka banyak kufur (mengingkari)”. Lalu beliau ditanya : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Nabi menjawab : “tidak, tapi mereka mengingkari (kebaikan) suaminya. Seandainya engkau berbuat baik kepadanya seumur hidupmu kemudian dia melihat sedikit saja dari kesalahanmu maka dia akan berkata : “Aku tidak pernah sedikitpun melihat kebaikanmu“ (HR.Bukhari)

Wahai Saudaraku Remaja Muslim Yang Dimuliakan Allah,
Ketahuilah Sesungguhnya laki-laki yang baik untuk wanita yang baik, maka sudah seharusnya anak adam dan kaum hawa harus bisa menjadi orang baik agar apabila sang buah hati hadir dalam kehidupan kalian berdua maka ia bisa menjadi anak yang baik pula dan menjadi anak yang berbakti serta anak yang sholeh dan sholehah kepada kedua orang tuanya. 

Ketahuilah, sesungguhnya Cinta itu fitrah apabila kita bisa saling mencintai sesama mahluk-Nya atas dasar kencintaan kita kepada Allah, karena hanya Allah yang menjadikan cinta yang hakiki dan cinta yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maka sudah seharusnya apabila para remaja yang ingin mendapatkan cinta yang hakiki maka secepatnya meninggalkan cinta budaya barat (Pacaran).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
"Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)". (QS An Nur:26)

Silahkan untuk mencobanya dan Salam Semangat untuk Remaja Muslim Semuanya ..

Wassalam,

Senin, 02 Agustus 2010

Ketika Ikhwah Jatuh Cinta

Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas’ul dakwahnya, “akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akh fulan”. Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya.”Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risi dan….Afwan, terus terang juga tersinggung.” Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan….ia jatuh cinta pada ana.”
mas’ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha tetap tenang. “Sabar ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang anti bayangkan.” Sang mas’ul mencoba menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.
“Afwan…ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah ini.” sang akhwat kini mulai tersedak terbata.
“Ya sudah…Ana berharap anti tetap istiqamah dengan kenyataan ini, ana tidak ingin kehilangan tim dakwah oleh permasalahan seperti ini”. Mas’ul itu membuat keputusan, “ana akan ajak bicara langsung akh fulan”
Beberapa Waktu berlalu, ketika akhirnya mas’ul tersebut mendatangi fulan yang bersangkutan. Sang Akh berkata, “Ana memang menyatakan hal tersebut, tapi apakah itu suatu kesalahan?”
Sang mas’ul berusaha menanggapinya searif mungkin. “Ana tidak menyalahkan perasaan antum. Kita semua berhak memiliki perasaan itu. Pertanyaan ana adalah, apakah antum sudah siap ketika menyatakan perasaan itu. Apakah antum mengatakannya dengan orientasi bersih yang menjamin hak-hak saudari antum. Hak perasaan dan hak pembinaannya. Apakah antum menyampaikan kepada pembina antum untuk diseriuskan?. Apakah antum sudah siap berkeluarga. Apakah antum sudah berusaha menjaga kemungkinan fitnah dari pernyataan antum, baik terhadap ikhwah lain maupun terhadap dakwah?” Mas’ul tersebut membuat penekanan substansial.” Akhi, bagi kita perasaan itu tidak semurah tayangan sinetron atau bacaan picisan dalam novel-novel. Bagi kita perasaan itu adalah bagian dari kemuliaan yang Allah tetapkan untuk pejuang dakwah. Perasaan itulah yang melandasi ekspansi dakwah dan jaminan kemuliaan Allah SWT. Perasaan itulah yang mengeksiskan kita dengan beban berat amanah ini. Maka Jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan.”
Cinta Aktivis Dakwah
Bagaimana ketika perasaan itu hadir. Bukankah ia datang tanpa pernah diundang dan dikehendaki?
Jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukanlah perkara sederhana. Dalam konteks dakwah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi pergerakan. Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah pembinaan. Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah Rosullulah saw dan jalan meraih ridho Allah SWT.
Ketika aktivis dakwah jatuh cinta, maka tuntas sudah urusan prioritas cinta. Jelas, Allah, Rosulullah dan jihad fii sabilillah adalah yang utama. Jika ia ada dalam keadaan tersebut, maka berkahlah perasaannya, berkahlah cintanya dan berkahlah amal yang terwujud dalam cinta tersebut. Jika jatuh cintanya tidak dalam kerangka tersebut, maka cinta menjelma menjadi fitnah baginya, fitnah bagi ummat, dan fitnah bagi dakwah. Karenannya jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukan perkara sederhana.
Ketika Ikhwan mulai bergetar hatinya terhadap akhwat dan demikian sebaliknya. Ketika itulah cinta ‘lain’ muncul dalam dirinya. Cinta inilah yang akan kita bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia. Suatu karunia Allah yang membutuhkan bingkai yang jelas. Sebab terlalu banyak pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba yang tersesat. Bagi aktivis dakwah, cinta lawan jenis adalah perasaan yang lahir dari tuntutan fitrah, tidak lepas dari kerangka pembinaan dan dakwah. Suatu perasaan produktif yang dengan indah dikemukakan oleh ibunda kartini,” …akan lebih banyak lagi yang dapat saya kerjakan untuk bangsa ini, bila saya ada disamping laki-laki yang cakap, lebih banyak kata saya…..daripada yang saya usahakan sebagai perempuan yang berdiri sendiri..”
Cinta memiliki 2 mata pedang. Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan disisi lainnya adalah gerbang fitnah dan kehidupan yang sengsara. Karenanya jatuh cinta membutuhkan kesiapan dan persiapan. Bagi setiap aktivis dakwah, bertanyalah dahulu kepada diri sendiri, sudah siapkah jatuh cinta? jangan sampai kita lupa, bahwa segala sesuatu yang melingkupi diri kita, perkataan, perbuatan, maupun perasaan adalah bagian dari deklarasi nilai diri sebagai generasi dakwah. Sehingga umat selalu mendapatkan satu hal dari apapun pentas kehidupan kita, yaitu kemuliaan Islam dan kemuliaan kita karena memuliakan Islam.

Minggu, 01 Agustus 2010

Anda bisa jika anda berfikir bisa

Seekor gajah yang diikat kakinya sejak kecil dengan seutas rantai sepanjang 4 meter, ketika dia dewasa dia tidak akan melangkah keluar dari area lingkaran 4 meter walaupun rantainya sudah diganti dengan seutas benang. Itu bukan cerita, itu kisah nyata.

Kita sebagai manusia yang berakal budi ternyata juga mengalami trauma yang sama.

Teman saya sejak kecil tidak berani mengendarai sepeda, ketika kami remaja dan suka keliling kota dengan sepeda motor, dia selalu dibonceng teman lainnya, setelah kami dewasa beberapa teman mulai memakai mobil untuk aktivitasnya, tapi teman saya itu tetap tidak berani mengendarai apapun.

Anda juga pasti punya teman yang tidak pernah mau mencoba mengendarai sepeda/sepeda motor, apalagi mobil, selalu takut dan merasa bahwa mengendarai motor atau mobil adalah sesuatu yang sangat sulit. Isteri teman saya bisa mengendarai mobil, setiap hari dia menggunakan mobil untuk antar jemputnya ke dan dari sekolah, tapi dia hanya berani menggunakannya di dalam kompleks ( Perumahan ), selama lebih dari 5 tahun tidak pernah sekalipun dia berani mengendarai mobil keluar dari Kompleks perumahan.

Suatu hari anaknya sakit dan masuk rumah sakit yang jauh di luar Kompleks Perumahan, padahal suaminya sedang tugas di luar kota. Terpaksa dia mengendari mobilnya pergi ke rumah sakit tersebut, dan sejak saat itu dia berani mengendarai mobilnya kemana saja, termasuk pulang pergi ke Luar Kota.

Ada staff di bagian keuangan yang sudah bekerja 5 tahun, tidak pernah bisa meraih promosi jabatan karena di sana adalah jabatan fungsional yang buntu dengan jenjang karir, ketika saya tawarkan jabatan di bagian marketing, dia tidak berani mengambilnya karena merasa tidak mampu menjadi orang marketing.

Ada seorang salesman yang sudah bekerja 10 tahun, prestasinya bagus, disegani teman temannya, bahkan jadi tempat bertanya atasannya. Ketika ditawari jabatan supervisor dia menolak karena dia takut dengan pekerjaan administrasi dan takut kalau nanti suatu hari naik lagi jadi distrik manager yang sarat dengan tugas tugas di atas meja, dia merasa tidak bisa mengerjakan pekerjaan adminitrasi.

Ada seorang manager yang mendapatkan tawaran posisi sebagai country manager di sebuah negara maju di Eropa, dia mencoba menjalankannya selama 1 bulan disana, lalu bulan depannya dia kembali dan menolak jabatan tersebut, padahal fasilitas dan gaji yang diterima sangat menggiurkan. Ketika saya tanya mengapa dia menolak, dia menjawab bahwa di sana sulit sekali cari makan, dia tidak bisa kenyang kalau hanya makan roti, kentang, daging, pizza. Harus Nasi, hanya nasi yang bisa membuat dia kenyang.


Dear teman-teman sekalian, coba anda lihat diri anda sendiri, adakah seutas benang yang memhambat diri anda saat ini? Putuskan benang itu, bergeraklah maju lebih dari lingkaran yang selama ini mengurung anda. Anda pasti bisa kalau anda berpikir anda bisa, anda akan gagal kalau anda selalu berpikir anda akan gagal. Peluang demi peluang muncul setiap hari, dan karena selama ini anda menutup mata anda, telinga anda, pikiran anda, diri anda, hidup anda, maka peluang itu menjadi bukan peluang, lewat begitu saja.

Mulailah melangkah sedikit demi sedikit kalau anda masih gamang, lalu berlari cepat setelah anda lebih yakin lagi. Jangan sia-siakan setiap peluang untuk maju, untuk berhasil, demi diri anda sendiri dan orang-orang yang anda cintai.

Bangun dan bangkitkanlah Semangat anda, untuk mempersembahkan yang terbaik dalam setiap hembusan nafas, langkah, fikiran dan tindakan kita.

Semoga kita selalu mendapat Barokah dan Ridha-Nya. amin

"Keep Spirit & Smile"

Islam terbukti benar

Valentino, Artis Indonesia, Saya bisa berhenti dari narkoba & alcohol karena shalat. Shalat mampu memberikan kenikmatan batin & membentuk jiwa lebih baik.

Shelomita Sulistyani Diah, SPsi, artis & presenter. Al-Qur’an adalah puncak segala keindahan & pegangan hidup pasti.

Drs. Anselmus Sinaga, saya tidak paham dosa waris. Islam ajaran paling lengkap.

Bisara Sianturi, penginjil yang malah masuk Islam saat coba kristenkan keluarga walikota Medan tahun 1968. Islam mampu memberi ketenangan batin.

Yvonne Ridley, saat ditawan Taliban, mereka ternyata sangat lembut. Saya luluh setelah baca terjemah Qur’an. Islam merubah hidup saya lebih baik.

Jika mereka para artis & para tokoh itu Muslim, kata siapa tidak ada manfaatnya? Paling tidak ada 3 manfaat:
1. Sejarah gemilang Islam yang selalu ditutupi media kafir jadi terkuak
2. Menimbulkan motivasi bagi generasi Islam sekarang
3. Bahan renungan bagi mereka yg murtad
...
Semoga ini menjadi renungan bagi "saudara"2 sekitar kita yang murtad hanya karena sekeping perak & seonggok cinta fana...

Sementara justru orang berada, intelektual, publik figur & para pemimpin dan justru para pemimpin + pemuka agama lain baik di barat maupun di timur malah masuk Islam dengan Ikhlas & sadar jika cuma Islam satu-satunya agama yang benar.

Inilah bukti jika semua manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah/suci
Yaitu ia telah mengakui bahwa Tuhan itu cuma 1
Maka saat ada ajaran Tuhan 3 tapi satu
Ini jelas bertentangan dengan hati nurani
Dengan itulah orang yang baru memeluk Islam
Maka ia bukan berpindah agama, tapi kembali pada fitrah Islam
Menyembah hanya pada 1 Allah saja..... TITIK !!!

Lihat saudara2 kita yang miskin, mereka didatangi missionaries kristen & menawarkan sekeping harta agar saudara kita murtad, mari kita tengok & perhatikan saudara sekitar kita.

2,5% harta zakat kita berikan pada fakir miskin secara langsung. Ini akan lebih meresap dihati karena setiap ibadah adalah untuk menyucikan jiwa. Zakat ialah syariat, tapi hakikatnya ia menyucikan jiwa dengan menghilangkan kikir, tamak, rakus, menumbuhkan rasa sayang sesama, ikhlas, menolong dan lainnya.

Ma'rifatnya ialah bersyukur pada Allah yang telah memberi begitu banyaknya nikmat yang tak terhingga dan lainnya.

Bukti kebenaran AlQur'an

Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.

Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur'an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:

"Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan." (Al Qur'an, 76:2)

Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari "bahan campuran" ini:

"Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina." (Al Qur'an, 32:7-8)

Kata Arab "sulala", yang diterjemahkan sebagai "sari", berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti "bagian dari suatu kesatuan". Ini menunjukkan bahwa Al Qur'an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia.

Komposisi kimia sperma adalah sebagai berikut :

Komposisi kimia …………..( Dalam mg/100 ml )
Ammonia ……………………………2
Ascoric Acid ……………………..12,8
Ash …………………………………..9,9 %
Calcium ……………………………25
Carbon Dioxide …………..54 ml/100 ml
Chloride …………………………155
Cholesterol ………………………80
Citric Acid ……………………….376
Creatine …………………………..20
Ergothioneine ………………..Trace
Fructose ………………………..224
Glutathione ………………………30
Glycerylphorylcholine ………54-90
Inositol ……………………………..50,57
Lactic Acid ………………………..35
Magnesium ……………………….14
Nitrogen, nonprotein(total) …913
Phosphorus,acid-soluble …….57
Inorganic ………………………….11
Lipid ………………………………….6
Total (lipid) ………………………112
Phosphorylcholine ………….250-380
Potassium …………………………89
Pyruvic Acid ………………………29
Sodium ……………………………281
Sorbitol ……………………………..10
Vitamin B 12 ……………….300-600 ppg
Sulfur …………………………3 % (of ash)
Urea …………………………………72
Uric Acid ……………………………..6
Zinc ………………………………….14
Copper ………………………0,006-0,024



Mukjizat Qur'an mencakup dari yang sangat sederhana, sampai yang penuh dengan kerumitan. Karena Qur'an diturunkan kepada semua manusia sepanjang zaman. Bahasanya mencakup dari yang sangat sederhana, sampai pada tingkat tertinggi dari ilmu bahasa & kesusasteraan yang baik.

Dengan demikian pesan yang dibawa bisa dicapai oleh setiap orang tanpa melihat tingkat pendidikannya. Sama halnya dengan mukjizat Qur'an, fenonema yang sungguh teramat sangat luar biasa ini dapat dibagi menjadi 2, yaitu: BUKTI SEDERHANA dan BUKTI RUMIT

Bagi orang awam saja, keindahan bahasa & hikmah serta nasihat jiwa didalamnya sudah mampu membuktikan kemuliaan Qur'an bagi orang yang mau jujur menggunakan hati kecilnya. Diceritakan dalam sebuah kisah jika Abu Jahal pun menangis mendengar Rasulullah Muhammad SAW membaca Qur'an, namun sayang, Abu Jahal tidak mau mengakui Mukjizat Qur'an yang diturunkan pada Rasulullah Muhammad SAW.

Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa':82

Maha Suci Allah dengan segala kekuasaan-Nya. Sungguh, apa-apa yang ditetapkan Allah, ada manfaat yng bisa diambil.

Jadi,,, 1 lagi bukti... Islam TERBUKTI BENAR!
DARI ILMIAH,,,, Islam terbukti Benar
DARI KITAB LAIN,,, Islam terbukti Benar

Segala puja & puji bagi ALLAH,,, Qur'an TERBUKTI Sepanjang Masa!

Qs.3 Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.