Minggu, 21 November 2010

Jadilah Mutiara bukan kaca!

Bismillah,

Rupa paras Rabi’ah Adawiyyah yang menarik ialah dua bibirnya yang cukup manis dengan hiasan warna kekuatan kalimah dan maksudnya.Tentu kau tahu bahwa kekurangan nafsu itu mampu dipertahankan oleh seorang gadis sepertimu dengan sifat malu……….satu-satunya sifat yang ada untuk membelenggu nafsu didalam penjaranya. MALUlah yang menjadi benteng pertama dan terakhir untuk menjaga harga dirimu, harga diri keluargamu dan harga diri zuriatmu. Malu itulah yang menjadi kata hikmat para nabi dahulu seperti sabda Rasulullah s.a.w bermaksud : “Bila kau tidak malu,buatlah apa yang kau mau”.


Dengan kata lain, bila kau kehilangan sifat malu mu itu, kau boleh melakukan apa saja yang aku mau sekalipun kerja itu seberat-berat kerja dan sejahat-jahat perbuatan. Bila kau tidak malu, kau boleh membuang seluruh pakaianmu. Bila kau tidak malu, kau boleh menyebut seburuk-buruk bahasa. Bila kau tidak malu, kau boleh melacurkan seluruh hidupmu, keluargamu bahkan zuriatmu!!!!!!!!!!!!!!Wal’iaazubillah!!! Sebenarnya kau amat sadar tentang akibat orang yang kehilangan sifat malunya. Kasihan dia… di dunia terhina di akhirat merana…

Wahai Gadisku, Bukankah namamu Rabi’ah Adawiyah yang berupa paras seperti yang ku paparkan itu? Kalau demikian, kaulah gadis pilihanku itu. Cukuplah dulu, secarit rupa parasmu yang menawan hatiku ini. Cuma disini, aku ingin benar menukilkan beberapa bentuk rupamu yang perlu kau ukirkan dan sedikit resep yang penting untuk menjaga badan dan diet jiwamu agar menjadi gadis yang paling cantik di duniaku:

>>PERTAMA: Jadilah permata bukan kaca, atau emas bukan loyang, atau sutera bukan benang.Diet yang pertama ini memerlukan bahan-bahan mentah yang asli bukan tiruan. Tentulah bahan-bahan asli terdiri daripada perkara-perkara berikut:a) Ikhlas hati kepada Allahb) Bersikap benar dalam segala keadaanc) Tetap pendirian dalam perjuangand) Menurut jejak langkah Rasulullah s.a.w atau hidup dalam lingkungan syarake) Senantiasa redha dengan qada’ Allahf) Gigih berikhtiar sebelum bertawakkal/berserah dirig) Meninggalkan segala sifat-sifat nifak atau kepura-puraanApabila bahan-bahan itu diadun dengan baik, pastinya kau kelihatan sebagai sebutir permata ditengah-tengah pepasir bukannya kaca yang bakal cair mengalir. Biarlah pakaianmu ditenun dengan takwa. Biarlah make-upmu dicampur dengnan senyum mesra. Dan biarlah gerak langkahmu disulam dengan rendah diri .

>>KEDUA: Jadilah obat bukannya penyakit atau mawar bukannya racun. Ramuan obat tentulah bahan-bahan yang kebanyakkannya pahit atau sekuntum mawar yang tidak mudah dipetik. Namun ianya amat berguna. Ramuan obat hendaklah disatukan daripada bahan-bahan berikut:a) Sabar yang indah dalam menempuh ujian.b) Bersedia ditegur dan dikritik karena orang yang berlapang dada itulah yang akan meningkat tinggi. Layang-layang yang tinggi ialahlayang-layang yang sanggup menghadapi angin bukannya menuruti anginc) Banyak memberi bukan menerima. Sudah tentu sebelum menerima perlu memiliki sebab orang yang tidak punya sesuatu tidak mampu memberi sesuatu. Berusahat dahulu, hasil menyusul kemudiand) Senantiasa berfikiran positif untuk majue) Bertindak mencari kekayaan dan mencipta peluang. Bukannya bersedia memberi alasan untuk sebuah kegagalanf) Membuang tiga sifat orang-orang kecil sejauh mungkin iaitu membuang masa, banyak menguruskan hal-hal kecil dan suka bertengkar/berdebatSemua ramuan di atas berupa sabar, berlapang dada, berkhidmat, berfikiran besar, bertindak dan membuang sifat orang-orang kecil merupakan ubat dan mawar kehidupan cemerlang.

>>KETIGA : Jadilah Pembina bukan pembunuh. Nama resep ini sudah cukup menggambarkan betapa menariknya kuah hidangan. Jernih tetapi berkilauan apabila tersentuh sedikit cahaya. Pantulan cahayanya kuat, mudah menerima cahaya dan tembus oleh cahaya. Antara bahan yang diperlukan ialah:a) Ibadah syakhsiyyahb) Nasihat dan kata hikmatc) Budi pekerti mulia dan adab sopan santund) Panduan sirah dan hadis-hadis Rasulullah s.a.we) Petunjuk Allah yang utama iaitu Quran yang muliaAdunan bahan-bahan itu menjadikan tenaga yang berkualitas yang senantiasa hidup. Sesiapa yang berada dalam kegelapan tentu memerlukan sinar cahaya. Maka inilah sinarnya untuk menuju jalan hidup : al-Quran, Hadis, akhlak, nasihat dan ibadah.

>>KEEMPAT: Beberapa peringatan. Senjata lidah ialah bahasaJadilah orang yang pandai berbahasa, kau akan hidup aman bahagia.Jadilah orang yang berakal cerdas, kau akan meraih kejayaan dan banyak harta.Lidah yang lancar memerlukan perbendaharaan kata yang banyak, latihan yang berterusan dan berani membuktikan identitas yang mendalam dan pengalaman hidup sendiri.Dengan ini aku kira cukuplah DIET dan penjagaan diri yang kau perlukan untuk menjadi gadis yang rupawan dan ratu pilihan hatiku. Berusahalah ke arah itu. Sesungguhnya serbuk yang ku kumpulkan itu bias menjadikan wajah hidupmu bersinar bagaikan bulan permata, berkedip bagaikan bintang surayya. Indahnya kau menjadi sebutir permata ditengah-tengah serpihan batu yang bertaburan.

Wahai Gadisku...
Buat akhirnya, jutaan kemaafan ku pinta seandainya surat ini mengganggu ketenteraman. Jutaan kemaafan juga ku pinta, seandainya terdapat di dalam suratku ini kesilapan yang tak dapat ku temui. Besarlah harapanku darimu Wahai Gadisku agar kau bersedia menjadi seorang kekasih untuk kekasihnya, seorang sahabat dalam perjuangan dan seorang ibu kepada anak-anak yang baik.

Dan ingatlah selalu bahwa :“laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikahwini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin” ( AN-NUR :3)

“wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki keji dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (AN-NUR:26)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar