Sabtu, 30 Oktober 2010

Filosofi Para Juara

Jika kebanyakan orang menjadi bagian dari masalah
Maka Saya akan selalu menjadi bagian dari solusi

Dikala ada orang yang selalu punya alasan untuk membela diri,
Saya akan selalu punya program untuk memperbaiki kondisi

Kebanyakan orang sukanya hanya melihat persoalan dari setiap jawaban
Maka Saya akan terus berupaya melihat jawaban dari setiap persoalan

Orang kadang-kadang hanya melihat kesalahan dari setiap persoalan
Saya diajarkan untuk selalu melihat kebaikan dari setiap kesalahan

Banyak orang jika diminta untuk mengerjakan sesuatu akan berkata; “Itu bukan pekerjaanku”
Dalam konteks ini Saya akan berkata sebaliknya; “Biar saya yang mengerjakan itu”

Kebanyakan orang suka pesimis sehingga sering berkata; “Itu mungkin dikerjakan, tapi sulit”
Sebaliknya Saya akan terus oftimis dan berkata; “Itu sulit, tapi mungkin untuk dikerjakan”

Saya melihat banyak hal dari sudut pandang berbeda,
SUDUT PANDANG PARA JUARA []

Muhammad Paling Populer di Inggris

Nama Muhammad telah menjadi nama yang paling populer yang biasa disematkan oleh para orang tua untuk bagi laki-laki yang baru dilahirkan di Inggris.
Fenomena ini telah muncul dari tiga tahun sebelumnya, menyalip nama Jack, yang telah masuk dalam daftar teratas nama yang paling sering digunakan warga selama 14 tahun terakhir, dan kini turun di urutan ketiga, Daily Mail melaporkan.

Nama Olivia berada di puncak daftar nama gadis kecil selama dua tahun berturut-turut, di belakangnya terdapat Ruby dan Chloe.

Tahun lalu, sebanyak 7.549 bayi baru lahir diberi 12 variasi dari nama nabi terakhir umat Islam, Nabi Muhammad SAW, seperti Muhammad dan Muhammad.

Nama anak laki-laki yang paling populer posisi kedua, Oliver, diberikan kepada 7.364 bayi.

Harry dan Alfie, masing-masing menempati posisi keempat dan kelima.

Sejak tahun 1999 jumlah bayi yang bernama Muhammad, telah meningkat lebih dari setengah. Pada tahun 1999 nama ini diberikan kepada 4579 bayi yang baru lahir.

Sebelumnya, pada tahun 1964, nama "Muhammad" muncul di urutan ke-73 dalam daftar, dan ke-87 pada tahun 1944.


Larangan Jilbab di Perancis

Perempuan muslim pertama dalam kabinet Inggris memutuskan untuk keluar dari arena debat mengenai pelarangan niqab Perancis. Ia yang saat ini ada dipihak yang menentang keputusan pemerintah dan membela niqab, membuat publik tercengang dengan keputusan tiba-tiba, lansir Telegraph.
Baroness Warsi sebelumnya memutuskan untuk tampil di hadapan televisi global yang ditonton oleh sekitar 350 juta orang, sebagai bagian dari tim debat dua orang menentang sikap Perancis melarang pengenaan niqab di depan umum.

Tetapi ketua Partai Konservatif membatalkan penampilannya di "jam sebelas", sebagai salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Koalisi untuk menjauhkan diri dari sesuatu yang memunculkan simpati atau kecurigaan dari 'Islam radikal'. Keputusannya untuk tidak mengambil bagian dalam perdebatan ini didasarkan pada tuduhan bahwa David Cameron melarang Warsi untuk menghadiri sebuah konferensi Muslim terkemuka di London akhir pekan lalu.

Panitia mengatakan bahwa Lady Warsi yang mengenakan pakaian muslim di 10 Downing Street setelah pemilihan umum pada bulan Mei lalu, telah menjadwalkan tiga bulan sebelumnya untuk berbicara di Debat Yayasan Qatar Doha pada 11 Oktober.

Warsi telah difasilitasi dengan tiket gratis Qatar Airways kelas bisnis dan disiapkan sebuah kamar di hotel bintang lima Four Seasons di area pantai di Doha, ibukota Emirat Teluk Qatar.

Tapi Nabila Ramdani, seorang wartawan Perancis yang hadir dalam forum debat itu, menyatakan bahwa Lady Warsi telah "ditarik keluar dari tim saya pada jam sebelas karena tekanan pemerintah".

"Baroness Warsi debat bersama saya. Kami satu tim, membela penggunaan niqab dengan alasan bahwa pelarangan niqab dan burka melanggar hak asasi untuk memakai apa yang anda sukai dalam masyarakat," kata Ramdani.

"Tidak ada satu pun pernyataan salah satu dari kami yang mendukung ekstremisme, tapi seseorang dalam Pemerintah Inggris menganggap sebaliknya."

Jacques Myard, anggota parlemen konservatif Perancis yang mendukung keputusan pemerintahnya.

"Perancis melakukan langkah yang tepat untuk melarang niqab", katanya.

Myard mengklaim bahwa banyak politisi Konservatif di Inggris mendukung larangan penggunaan salah satu pakaian muslim itu. Sehingga Myard merasa bahwa keberadaan Warsi akan mempermalukan Kabinet Inggris.

Seorang juru bicara Yayasan Qatar Doha Debat menegaskan bahwa Warsi telah tiba-tiba menarik diri dari acara tersebut pada "jam sebelas", dan bahwa ia telah diganti oleh Mehdi Hasan, editor politik dari majalah New Statesman.

"Tidak ada penjelasan diberikan untuk pembatalan Baroness Warsi ini," tambah juru bicara tersebut.

Cintaku Yang Hening

Mencintai seseorang bukan hal yang mudah.
Bagi sebagian orang, termasuk saya tentunya, mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan."



Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani.
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal meski semuanya menjadi abnormal.
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun.
Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi.
Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti.
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan "apa kabar…"
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan.
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya..
Lelah untuk mencari secuil kesempatan menyentuh atau membauinya.

Lelah dan lelah dan lelah..



Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih..

Diam menunggu sang waktu memberi sebuah moment.
Diam untuk mencatat segala yang terjadi.
Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal.
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil.
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya "apakah aku cukup pantas?"
Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam.
Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah..
Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona tetap mengalir..


Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan,
lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir yang lebih logis.
Galau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelibat pandangan.
Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka.
Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan
Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup
Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi
Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi
Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak bodoh.

Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh? Tentu tidak.
Namun itu pula yang saya rasakan selama hampir lebih dari sepekan.




Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang saya rasakan selama ini, ada rasa syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami.
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang.
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona diam.
Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung.
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan "Aku mencintaimu"
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan "aku baik – baik saja"
Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam.





Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa, dalam tradisi agama yang saya anut, akan menjadi lebih bermakna,
karena saya diteguhkan dus menjadi berkat atas segala rasa perih yang senantiasa ada didalam diri.
Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada Sang Hidup..


Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.
Bahwa saya juga bukan manusia super..
Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari.
Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat.
Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai..
Bahwa saya bersedia membayar harga dari mencintai seseorang..
Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa..

Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar..

Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup..


Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima,
Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.
Sebuah Zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya.
Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat segalanya menjadi mungkin.
Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan
Dimana saya tidak berani untuk mengatakan
"Aku mencintaimu, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya, hanya untuk kita berdua saja"


Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki,
Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.
Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.
Semoga saya bisa.


Dan hingga hari ini, saya masih mencintainya
Saya sadar hal itu akan memberi rasa perih yg teramat dalam
Karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintainya.
Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan
Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN yang teramat dalam.

Hikmah Banjir, Tsunami dan Merapi meletus

Banjir, Tsunami, dan Merapi Meletus: Peringatan Bagi Negeri yang Penuh dengan Maksiyat

Memang negeri muslim terbesar di dunia ini terlalu banyak maksiyat terhadap Allah Swt. Kejahatan menjamur ibarat jamur di musim hujan. Mulai dari perusakkan generasi muda, hingga korupsi para penguasa. Semua berpangkal dari pengabaian mereka terhadap aturan Allah Swt., Rabb Al-Mudabbir. Pantas saja, musibah dan peringatan dari Sang Pencipta alam raya terus terjadi. Tetapi sangat disayangkan, masih banyak juga yang enggan merenungkannya.

Hampir secara bersamaan, Tsunami menerjang Mentawai, di Jakarta dilanda banjir dan di Jawa Gunung Merapi meletus. Indonesia kembali menangis, yang semestinya juga menangisi atas dosa yang selama ini dilakukan.

Dikabarkan, korban tsunami di Mentawai, Sumatera Barat terus bertambah. Sudah sebanyak 154 mayat korban gempa dan tsunami ditemukan Rabu siang, menurut data sementara Pusat Pengendailan Operasi (Pusdalop).

Gempa 7,2 SR melanda Mentawai pada pukul 21.40 WIB, Senin (25/10/2010). Gempa tersebut menyebabkan tsunami di kawasan Mentawai. Tinggi gelombang mencapai 3 meter yang menyapu kawasan di pinggir pantai.

Sementara itu di Jakarta dan beberapa kawasan lainnya banjir Jawa, sedikitnya 24 korban tewas ditemukan di dusun Kinahrejo Sleman, setelah letusan Gunung Merapi.

Hampir semua rumah warga di Kinahrejo hancur tersapu awan panas Gunung Merapi yang diperkirakan mencapai 600 derajat celcius dengan kecepatan 300 kilometer per jam.

"Kondisi mayat korban mengenaskann dan ada yang mengalami luka bakar parah," kata warga Kinahrejo Umbulharjo Sutrisno.

Demikianlah, semua ini semestinya menjadi peringatan bagi kaum Muslim di negeri ini. Memang benar, negeri ini terlalu banyak maksiyat. Kemaksiyatan itu terjadi mulai dari merebaknya perzinaan, pembunuhan, kasus kejahatan, perilaku amoral, korupsi, pelecehan atas Islam, pembiaran kemaksiyatan, dan seabrek maksiyat lainnya.

Kemaksiyatan terbesar diantaranya pengabaian terhadap aturan-aturan Allah Swt. Inilah pangkal dari munculnya semua persoalan tersebut. Termasuk juga di dalamnya perusakkan generasi Muslim yang terus menerus dilakukan secara sistemik sehingga kebanyakan diantara generasi muda Muslim tak lagi mengenal Islam sebagai dien yang lengkap.

Tidakkah kita ingat terhadap firman-Nya, “Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunnya pada harikiamat dalam keadaan buta.” (Thaahaa: 124).

Sudah saatnya, kaum Muslim di negeri ini bertobat dan kembali kepada Islam. Hanya Islam saja, satu-satunya sistem hidup yang mulia dan akan membawa rahmat bagi semesta alam.

Selasa, 26 Oktober 2010

Asing Jadi Kiblat Negara Makin Sesat

MESKI banyak menuai kecaman dari berbagai kalangan, Badan Kehormatan DPR tetap melakukan studi banding ke Yunani sejak 23 Oktober lalu guna mempelajari etika. Padahal Yunani sendiri adalah negara yang paling korup di Eropa. Korupsilah di antaranya yang menjadi faktor utama Yunani mengalami krisis ekonomi belum lama ini (Republika, 25/10/10).

Sebelumnya, Komisi VIII DPR (bidang sosial agama) juga melakukan kunjungan kerja (9-16 Oktober 2010) ke Amerika Serikat untuk mempelajari kehidupan kerukunan umat beragama (Inilah.com, 7/10/10).

Sejauh ini, yang dikecam oleh berbagai elemen masyarakat hanyalah seputar pemborosan dana akibat studi banding itu. Menurut Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Yuna Farhan, setiap kali kunjungan ke luar negeri, tiap anggota Dewan mendapat uang saku sebesar Rp 20-28 juta dan uang representasi US$ 2.000 (Sekitar Rp 20 juta). Koalisi Masyarakat Sipil memperkirakan dana studi banding DPR RI mencapai Rp162,94 miliar pada 2010 ini dan berpotensi menimbulkan tindak pidana korupsi (Bisnis.com, 16/9/2010).

Menurut catatan Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK), studi banding oleh DPR belakangan makin sering dilaksanakan. Pada Tahun Sidang 2009-2010 (Oktober 2009 s/d Agustus 2010) tercatat sudah 8 (delapan) kali, dengan tujuan 9 (sembilan) negara (Australia, Cina, Maroko, Jerman, Prancis, Austria, Turki, Belanda dan Selandia Baru).  Adapun Tahun Sidang 2010-2011 (pertengahan Agustus 2010 s/d akhir September 2010), DPR telah melakukan studi banding sebanyak 7 (tujuh) kali ke tujuh negara (Selandia Baru, Belanda, Korea Selatan, Jepang, Afrika Selatan, Inggris dan Kanada). Total, hanya kurang dari 10 bulan (Tahun Sidang 2009-2010) hingga akhir September 2010, DPR melakukan 19 kali studi banding ke 14 negara.

Dari berbagai sumber, sejumlah Panja DPR dan Komisi II juga telah merencanakan studi banding ke Jerman, Prancis, Swiss, Inggris, Jepang, Korea Selatan, India dan Cina. Mayoritas kegiatan studi banding itu dikaitkan dengan kepentingan pembahasan rancangan undang-undang.

DPR periode sebelumnya, dari hasil penelusuran situs www.dpr.or.id, selama tahun 2004-2009 tercatat melakukan sebanyak 143 kunjungan ke luar negeri.

Menghasilkan UU yang Buruk
Meski studi banding ke luar negeri menjadi agenda rutin para anggota Dewan setiap tahun, nyatanya DPR banyak memproduksi UU yang berkualitas buruk. Sejak 2003-2010, Mahkamah Konstitusi (MK) telah menerima 298 permohonan uji materi terhadap undang-undang, dan 58 undang-undang yang dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945. Menurut Ketua MK Mahfud MD, banyaknya ketentuan perundangan yang dinyatakan inkonstitusional menunjukkan kemampuan legislasi anggota DPR rendah. Menurut dia, penyebabnya antara lain: Pertama, undang-undang yang disusun adalah produk permainan politik. Kedua, undang-undang yang disusun DPR dan Pemerintah tidak mampu mengikuti perkembangan kebutuhan di lapangan… (Indo Pos, 30/12/09).

Selain itu, “Faktor utamanya adalah niat dan kemampuan legislasi DPR. Banyak UU yang dibuat dalam perspektif sempit, jangka pendek dan untuk mengakomodasi elit politik tertentu, seperti yang terjadi di UU Pemilu,” ungkap peneliti Pusat Studi Hukum Tata Negara Universitas Indonesia Refly Harun di Jakarta (Media Indonesia, 1/8/10).

Menguntungkan Pihak Asing
Selain banyak berkiblat ke negara asing dalam memproduksi UU, faktanya Pemerintah dan DPR pun memberikan peluang kepada pihak asing dalam hal penyusunan UU. Akibatnya, alih-alih pro rakyat, banyak UU produk DPR yang justru menguntungkan pihak asing. Sebagaimana diungkapkan anggota DPR Eva Kusuma Sundari, setidaknya ada 76 Undang-Undang (UU) dan puluhan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang sarat dengan kepentingan asing. Menurut Eva, dia mendapatkan informasi tersebut dari hasil kajian  Badan Intelijen Nasional (BIN) yang menengarai adanya tiga lembaga strategis dari Amerika Serikat-yaitu World Bank (Bank Dunia), International Monetary Fund (IMF) dan United States Agency for International Development (USAID)-di belakang semua itu.

Menurut dia, keterlibatan Bank Dunia telah membuat Pemerintah mengubah sejumlah UU seperti UU Pendidikan Nasional, UU Kesehatan, UU Kelistrikan dan UU Sumber Daya Air. Dalam UU Sumber Daya Air, penyusupan kepentingan asing adalah dalam bentuk pemberian izin kepada pihak asing untuk menjadi operator atau pengelola. Menurut dia, pemberian izin tersebut secara otomatis telah mematikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Adapun dalam UU Kelistrikan, Bank Dunia mengarahkan pengelolaan listrik oleh pihak swasta atau dikelola masing-masing daerah.

Selain Bank Dunia, IMF juga menyusupkan kepentingannya melalui beberapa UU. Misalnya, UU BUMN dan UU Penanaman Modal Asing. Dengan menerima bantuan IMF, secara otomatis Pemerintah pasti harus mengikuti ke tentuan IMF. “Misalnya seperti privatisasi BUMN dan membuka kesempatan penanaman modal asing di usaha strategis yang seharusnya dikuasai negara,” ucapnya lagi.

Khusus terkait keterlibatan USAID, bisa dilihat pada UU Migas (No 22 Tahun 2001), UU Pemilu (No 10 Tahun 2008), dan UU Perbankan yang kini tengah digodok Pemerintah untuk direvisi. Selama masa reformasi, USAID telah menjadi konsultan dan membantu Pemerintah dalam bidang pendidikan pemilih, serta penyelenggaraan dan pengawasan Pemilu. Di sektor keuangan, USAID juga turut membantu usaha restrukturisasi perbankan, pengembangan perangkat ekonomi makro yang baru serta mendorong partisipasi masyarakat dalam penentuan kebijakan ekonomi. “Dengan keterlibatannya dalam membantu pelaksanaan Pemilu dan pengembangan demokrasi, USAID telah menyusupkan paham liberalisme dalam mekanisme pemilihan secara langsung yang terkesan demokratis, namun ternyata rawan dengan politik uang,” ungkap Eva.

Kiki Syahnakri, Ketua Badan Pengkajian Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) membenarkan adanya dugaan intervensi kepentingan asing dalam RUU dan UU di Indonesia sejak beberapa tahun lalu. “Terdapat 72 perundang-undangan yang baru hasil reformasi merupakan pesanan asing. Ini berdasarkan kajian BIN pada 2006 lalu. Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal Asing,” bebernya.

UU tersebut memberikan ruang bagi perusahaan asing untuk dapat mengelola lahan selama 95 tahun. Bahkan bisa diperpanjang hingga 35 dan 65 tahun lagi. UU lainnya, kata Kiki, adalah UU Tentara Nasional Indonesia. Selama ini UU itu justru mengerdilkan peran TNI di masyarakat. Padahal Indonesia memiliki potensi konflik dan potensi ancaman yang sangat besar. Makanya, Kiki menuntut DPR maupun Pemerintah bertanggung jawab atas lolosnya perundang-undangan tersebut (Rakyatmerdela.co.id, 12/10/10).

Dua Penyebab
Dari paparan di atas, jelas ada dua masalah yang dihadapi bangsa dan negeri ini. Pertama: kualitas para pengurus negara yang amat rendah, baik di jajaran Pemerintah maupun DPR, sehingga tidak pernah mampu memproduksi UU dan peraturan yang berkualitas. Kedua: penerapan sistem kenegaraan dan pemerintahan yang juga rusak, yakni sistem demokrasi, yang berakar pada sekularisme. Sistem inilah yang telah menyingkirkan hukum-hukum Allah SWT (syariah Islam) untuk mengatur kehidupan manusia. Sebaliknya, sistem ini memberi manusia-yang  notabene lemah dan terbatas-hak mutlak membuat hukum. Akibatnya, suatu bangsa atau negeri yang menerapkan sistem demokrasi tidak pernah tuntas dalam memproduksi UU dan peraturan untuk mengatur kehidupan masyarakatnya. Bayangkan, di negeri ini, dengan siklus pergantian anggota DPR ataupun jajaran Pemerintahan setiap lima tahun sekali melalui proses Pemilu, banyak UU dan peraturan yang dibuat pada periode sebelumnya, diubah bahkan diganti oleh DPR/Pemerintah periode yang baru. Begitu seterusnya setiap lima tahun sekali.

Berkiblatlah ke Negara Khilafah
Karena dua sebab/masalah di atas, solusinya pun ada dua. Pertama: negara ini harus dipimpin oleh orang-orang yang bertakwa, amanah dan memiliki kapasitas untuk memimpin negara, tentu berdasarkan syariah Islam. Dengan kata lain, para pemangku negara ini haruslah orang-orang yang memahami akidah dan syariah Islam (faqih fi ad-din), selain memiliki kepribadian Islam dan kemampuan untuk memimpin negara.

Kedua: Sistem kenegaraan dan pemerintahan negeri ini harus diubah dari sistem demokrasi sekular ke sistem kenegaraan dan pemerintahan berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah.  Itulah sistem Khilafah, satu-satunya sistem kenegaraan dan pemerintahan Islam, yang memberikan hak membuat hukum hanya kepada Allah SWT. Sistem Khilafah inilah yang menjadikan Khalifah (kepala negara) hanya berwenang memberlakukan sekaligus menerapkan syariah Islam  saja.
Saat negara dipimpin oleh orang-orang yang faqih fi ad-din, berkepribadian Islam dan memiliki kemampuan untuk memimpin negara,  otomatis studi banding dalam rangka pembuatan UU ke negara-negara asing yang notebene kufur tidaklah diperlukan. Sebab, sistem per-UU-an dan peraturan mereka adalah batil. Negara (Khilafah) cukup menggali hukum dari al-Quran dan as-Sunnah melalui ijtihad yang sahih, baik yang dilakukan oleh Khalifah maupun dengan mengadopsi hasil ijtihad para mujtahid.

Studi banding hanya mungkin dilakukan dalam masalah-masalah teknikal atau berkaitan dengan teknologi. Ini pernah dilakukan Rasulullah saw. saat memimpin Daulah Islam di Madinah. Saat itu beliau pernah mengirim orang-orang khusus untuk mempelajari teknologi pembuatan pedang di negeri Yaman.   Demikian pula Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. yang pada masanya pernah mencontoh teknik pengarsipan keuangan Negara Khilafah (Baitul Mal)-yang  disebut dengan diwan-dari negeri Persia.

Adapun dengan sistem pemerintahan Khilafah yang hanya menerapkan syariah,  otomatis campur tangan asing dalam pembuatan UU juga bisa dihindari. Sebab, saat Khilafah hanya merujuk pada al-Quran dan as-Sunnah dalam membuat UU, pihak asing akan kesulitan memaksakan ideologinya yang kufur maupun berbagai kepentingan kapitalistiknya ke dalam tubuh Khilafah. Mahabenar Allah SWT yang berfirman:
أَفَحُكمَ الجٰهِلِيَّةِ يَبغونَ ۚ وَمَن أَحسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكمًا لِقَومٍ يوقِنونَ  
Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah [5]: 50).

Walhasil, hendaknya negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim ini menjadikan Khilafah Islam pada masa lalu sebagai kiblat dalam mengelola negara ini, bukan berkiblat ke negara-negara asing. Sebab, jika pihak asing tetap dijadikan kiblat, niscaya negara ini makin sesat! Na’udzu billah min dzalik.

Hikmah Diam

Bagi mereka yang beriman, lidah yang dikurniakan oleh Allah itu tidak digunakan untuk berbicara sesuka hati dan sia-sia. Sebaliknya digunakan untuk mengeluarkan mutiara-mutiara yang berhikmah. Oleh itu, DIAM adalah benteng bagi lidah manusia daripada mengucapkan perkataan yang sia-sia.

HIKMAH DIAM
1. Sebagai ibadah tanpa bersusah payah.
2. Perhiasan tanpa berhias.
3. Kehebatan tanpa kerajaan.
4. Benteng tanpa pagar.
5. Kekayaan tanpa meminta maaf kepada orang.
6. Istirihat bagi kedua malaikat pencatat amal.
7. Menutupi segala aib.

Kemarin saya tersentak oleh pesan seorang sahabat “Tahu gak bahwa apa yang keluar dari mulut kita itu adalah kita” dan kemudian saya merenung atas apa apa yang pernah saya ucapkan, perkataan baikkah atau kata kata yang menyakitkan saya yang mampu saya ucap, atau rentetan dusta yang tak mampu saya bendung, lalu terbayang oleh saya ketika sumbu amarah saya tersulut oleh perbuatan orang lain yang tidak menyenangkan hati, saya memaki dengan kata kata “bodoh” yang jika dikatikan dengan pesan sahabat saya tadi, kata bodoh yang saya tunjukan untuk orang lain sesungguhnya itu adalah saya, iya itulah saya, ketika saya mengatakan orang itu “ular berkepala dua” karena suka mengadu domba dan memfitnah, mungkin saya juga begitu, jadi siapa saya, saya adalah yang keluar dari mulut saya itu, ya ALLAH...............



Beberapa hari yang lalu guru mengaji menasehati saya dengan kata kata yang indah, “Diam itu adalah emas, diam adalah ibadah yang tanpa bersusah payah, diam adalah perhiasan bibir tanpa berhias dengan pemerah, diam adalah kehebatan tanpa kerajaan, benteng tanpa pagar, kekayaan tanpa meminta kepada orang, istirahat bagi kedua malaikat pencatat amal, penutup segala aib“
… Subhanallah, indahnya diam …

Saya mulai berpikir, jika dalam sehari itu ada 24 jam, dikurangi jam tidur saya 6 jam maka saya punya waktu hidup 18 jam dalam 18 jam ini berapa banyak kata kata bak meteor yang keluar dari mulut saya, jalan di  Jakarta yang padat membuat saya emosi dan memaki motor yang nyerempet mobil saya seenaknya, di rumah ada si mbok yang kerap saya perintah dengan kata yang kurang manis, di tempat saya menjemput rejeki saya berhadapan dengan orang orang yang tidak selalu manis dan saya membalasnya dengan lebih pahit lagi, ke Ayah saya mungkin saya tak bermaksud membentak tapi “huh” yang keluar dari mulut saya mungkin melukainya, jika saya tak mampu berkata kata yang menyenangkan sebaiknya saya diam, jika hanya bisa bohong dan bohong yang keluar dari mulut saya sebaiknya saya gak bicara sama sekali, jika hanya luka dan makian mending lakban deh mulut :(

Sungguh lidah memang tak bertulang, setiap gerakannya akan menggetarkan pita suara, dan suara yang keluar jika tak bernilai kebaikan sebaiknya diam, dan mustinya saya harus selalu ingat bahwa setiap gerakan lidah akan dimintai pertanggungjawaban oleh ALLAH di mahkamah ALLAH nanti, iya lidah akan dihisab, bicara apa dan berkata apa, di mahkamah ALLAH tidak ada pengacara yang akan membela apalagi membenarkan ucapan saya, di sana lidah saya hanya akan berkata jujur tentang semua yang pernah saya ucapkannya, dan betullah seharusnya saya DIAM ketika tidak bisa berkata benar, diam dan dzikir loh yah, bukan diam terus ngelamun jorok . 

Semakin banyak bicara semakin banyak salah, maka diam itu tidak pernah salah, jadi mulai sekarang ada baiknya kita belajar menjadi pendengar dan bukan pembicara, kekasih ALLAH itu diamnya dzikir, bicaranya dakwah, kan gitu yah?
“Kalau dihina ?” gak usah dibalas dengan hinaan, rugi lah mengotori lidah dengan menghina orang itu lagi, ketika ada orang yang menghina saya kan orang itu sedang menghina dirinya sendiri kan sebetulnya, ketika saya membalas lagi dengan hinaan, terus apa bedanya dong saya dengan dia, gak deh !! abis pahala dan energi hanya untuk membalas sesuatu yang gak penting lagi buat kita bukan? biarkan saja… sudahi saja dengan diam dan senyum manis.

Kata orang ”Setan itu mencari sahabat sahabatnya dan ALLAH melindungi kekasih kekasihNYA” salah satu agar dicintai ALLAH dan menjadi kekasih ALLAH adalah dengan menjadi ahli dzikir dan sifat dari para ahli dzikir itu “diamnya dzikir, bicaranya dakwah” …

* BANYAK DIAM TIDAK SEMESTINYA BODOH, BANYAK CAKAP TIDAK SEMESTINYA CERDIK, KERANA KECERDIKAN ITU BUAH FIKIRAN, ORANG CERDIK YANG PENDIAM LEBIH BAIK DARI ORANG BODOH YANG BANYAK CAKAP.
* MENASIHATI ORANG YANG BERSALAH, TIDAK SALAH. YANG SALAH IALAH MEMIKIRKAN KESALAHAN ORANG.

*”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam”. (Riwayat BUKHARI & MUSLIM)
*”Barangsiapa diam maka ia terlepas dari bahaya”.(Riwayat AT-TARMIZI)

Serangan Udara AS Menargetkan Masjid

Tentara salibis pimpinan AS yang bercokol di Afghanistan kembali melancarkan serangan udara dengan target sebuah masjid di provinsi selatan Afghanistan, Helmand, desa Maigan, distrik Baghran, menewaskan sedikitnya 25 sipil.
Pejabat lokal mengatakan peristiwa terjadi pada Senin (25/10/10) dan menambahkan kemungkinan jumlah korban tewas akan meningkat.

Pejabat NATO mengonfirmasikan serangan udara ini namun menolak adanya korban sipil.

"Penduduk sangat marah," ujar Salah Ayap, saksi mata, seperti yang dilansir Press TV.

Serangan terjadi sehari setelah serangan udara AS menewaskan lebih dari empat sipil termasuk seorang anak di provinsi Wardak.

Ratusan sipil kehilangan nyawa dalam serangan udara salibis NATO dan operasi darat di berbagai wilayah di Afghanistan dalam sebulan terakhir.

Kematian sipil di tangan tentara salibis meningkatkan sentimen anti-AS di Afghanistan dan menjadikan penduduk lokal lebih memilih berdiri di sisi Mujahidin Afghanistan.


AS di Belakang Aksi Terorisme di Afghanistan

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan perusahaan keamanan swasta AS, termasuk Xe Services LLC yang sebelumnya dikenal sebagai Blackwater, berada di balik terorisme di negaranya.
Pada konferensi pers di Kabul hari Selasa (26/10/2010), Karzai mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan keamanan AS berada di balik ledakan yang telah merenggut nyawa perempuan dan anak.

Karzai menambahkan bahwa mereka telah menyebabkan "ledakan dan sejumlah tindakan teror lainnya" di beberapa Afghanistan selama bulan terakhir.

Presiden Afghanistan mengatakan pemerintahannya bahkan tidak bisa membedakan antara ledakan bom dilakukan oleh perusahaan keamanan AS dan Taliban.

"Bahkan kami belum tahu berapa banyak dari ledakan ini yang dilakukan Taliban dan berapa banyak dilakukan oleh mereka (AS perusahaan keamanan)."

Blackwater telah terlibat dalam pembunuhan sejumlah warga Afghanistan selama beberapa tahun terakhir. Perusahaan ini pun harus menghadapi meja hijau dan tuntutan sipil, termasuk satu kasus pembunuhan 17 warga sipil Irak selama baku tembak Baghdad pada tahun 2007.

Sebelumnya pada bulan Juni, dilaporkan CIA mengakui bahwa Blackwater telah memuat bom di pesawat AS yang menargetkan sekelompok orang yang diduga militan di Pakistan.

Presiden Afghanistan juga menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan keamanan swasta Amerika yang korup itu yang menyebabkan perang di negaranya berlangsung selama sembilan tahun.

"Kontrak dengan perusahaan keamanan swasta untuk mengamankan proses pembangunan sejumlah infrastruktur pemerintah AS pun telah dihentikan. Kontrak ini bernilai 1,5 miliar dolar," katanya.

Langkah ini diambil saat Blackwater menandatangani kontrak dengan Departemen Luar Negeri AS senilai $ 10 miliar untuk operasi di Afghanistan.

Pada bulan Agustus, Karzai memerintahkan semua perusahaan keamanan untuk membubarkan diri sebelum akhir tahun.

Beberapa diplomat dan pejabat militer mengatakan Karzai berada di bawah tekanan kuat untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

Namun, Karzai mengatakan ia yakin dengan keputusannya untuk membubarkan perusahaan keamanan asing di negara itu meskipun AS terus memberikan tekanan untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.



Semangat Jihad Pemuda Afghan Meningkat

Amerika dan koalisi mereka dan koalisi anti-Afghan telah memprediksi sebelum invasi bahwa generasi baru Afghanistan khususnya pemuda akan menjaga diri mereka dari nilai-nilai agama dan budaya setelah terjangan nilai-nilai Barat yang dibangun di atas ketelanjangan.  Mereka mengiri para pemuda Afghan tidak akan menggunakan sedikitpun sentimen jihad.
Diduga setelah sepuluh tahun invasi, karakteristik untuk membela kehormatan mereka kemungkinan besar akan berkurang.  Para pengusung sekulerisme dan penentang agama akan menggantikan semua nilai.  Namun kebijaksanaan dan kehendak Tuhan berbicara lain.  Sepuluh tahun berlalu sejak invasi AS dimulai dan selama periode itu, mereka telah menewaskan lebih dari 120.000 penduduk Afghanistan dan menahan dengan jumlah yang sama, mereka terbelenggu dalam ruang tahanan.  Mereka menendang sekitar 1500 outlet media termasuk jaringan televisi, stasiun radio, jurnal, majalah, website dan media lainnya untuk melemahkan sentimen dan semangat hihad, menghilangkan karekateristik kehormatan dan keberanian di kalangan rakyat Afghan.

Melakukan hal tersebut, mereka ingin penduduk Afghan menyimpang dari agama mereka dan nilai-nilai budaya beralih ke nilai Barat, India dan nilai impor lainnya dengan memperkenalkan musik erotis, drama seri non-Islam dan upaya beracun lainnya, tetapi segala puji hanya milik Allah SWT, generasi Afghanistan baru masih penuh dengan kecintaan mereka terhadap Islam, yang selalu disirimai dengan kegilaan mereka terhadap Islam walaupun berbagai intrik dilakukan oleh kekuatan-kekuatan anti-Islam.  Mereka masih memiliki semangat dan keinginan untuk menjual hidup mereka di medan jihad, melawan penjajah dan pendudukan asing.

Menurut survei yang dilakukan oleh Komisi Kebudayaan Imarah Islam Afghanistan yang dilakukan terhadap kalangan mahasiswa dari sekolah dan universitas di provinsi Logar, 200 siswa dari 800 mengatakan mereka telah memiliki kemarahan mendalam terhadap tentara pendudukan, sementara 600 lainnya secara terbuka menyatakan siap untuk mengangkat senjata melawan penjajah.  Sebagian besar siswa merupakan keluarga petani dan pedagang.  Data survei ini dimiliki oleh Komisi Budaya Imarah ISlam Afghanistan dan dapat dipublikasikan untuk informasi publik.  Para peserta survei menekankan, mereka sangat ingin menghancurkan tank-tank asing dan konvoi tentara penjajah sampai AS melarikan diri dari negaranya.

Imarah Islam Afghanistan berpendapat, perasaan jihad tidak terbatas hanya untuk satu provinsi tetapi pemuda dari seluruh provinsi di Afghanistan memiliki perasaan yang sama jika disurvei.  Penjajah harus tahu bahwa konspirasi mereka dan kebrutalan telah terjatuh dan semangat atas dasa agama telah meningkat dibandingkan di masa lalu.

Iran berada dalam lingkaran sekutu AS

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Serapat-rapatnya menutup rahasia, pasti akan terbongkar pula. Itulah mungkin kondisi yang tepat menggambarkan suap Iran terhadap para pejabat Afghanistan. Tidak tanggung-tanggung, penyuapan yang dilakukan oleh Iran ini dibeberkan langsung oleh salah satu staf paling dekat dengan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai.
Pertanyaanya; siapa yang berada dalam posisi bahaya dengan "bermain"-nya Iran dalam konflik Afghanistan ini? Hanya satu tampaknya, yaitu dengan siapa tentara AS berperang: para pejuang Taliban. Karzai menyebut pembayaran itu sebagai "sesuatu yang normal," dan ia benar. Dalam kasus Afghanistan—dan mungkin kasus-kasus Iran lainnya, Iran berada dalam lingkaran sekutu AS. Apapun bunyi gembar-gembor permusuhan Iran terhadap AS yang selama tujuh tahun ini didengung-dengungkan oleh sang Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad.
Perlu diingat satu hal bahwa pengaruh Iran di Afghanistan hanya bersifattradisional. Kedua negara memakai bahasa yang sama, sehingga mudah untuk Iran, misalnya, untuk menjadi sangat dekat dengan para pemimpin Herat dan provinsi Balkh yang padat penduduk, di sebelah barat dan utara negara itu. Sejak pertengahan 1990-an, Iran telah berusaha keras memberikan pengaruh luas di daerah ini.
Jadi, untuk apa sebenarnya uang dari Iran ini? Ini tampaknya merupakan uji coba langsung, seberapa besar uang bisa beroperasi di Afghanistan. Jika Anda ingin menyingkirkan pola semacam ini, Anda mungkin juga akan membebani Karzai—atau pemimpin Afghanistan lainnya, dalam hal ini karena ia tidak akan berkuasa satu jam lagi .
Satu kekhawatiran tentang pengaruh Iran di Irak karena Iran telah menciptakan keseimbangan kekuatan yang jomplang, belum lagi fakta bahwa Irak memiliki minyak. Di Afghanistan, kita bicara tentang permainan politik tingkat tinggi yang sangat rumit karena pengaruh kekuatan regional. Iran memiliki peran itu untuk bermain, dan akan terus memainkannya lama, bahkan setelah Amerika Serikat kehilangan minat terhadap Afghanistan.

Zionis Hancurkan Makam Sahabat Nabi

Yayasan al-Aqsa dan pasukan nasional di Baitul Maqdis hari ini (Rabu,20/10) mengorganisir demonstrasi menentang keputusan terbaru pengadilan Israel mengenai penghancuran 220 makam para sahabat Rasulullah di kompleks pemakaman Ma’man Allah.
Kantor berita Qodsina melaporkan, di kompleks pemakaman tersebut dikuburkan ribuan syuhada, sahabat Rasulullah Saw dan ulama muslim. Sementara itu, lembaga Wakaf dan Warisan Islam al-Qods menyatakan, pengadilan rezim Zionis Rabu pukul 13.30 menggelar sidang tentang keputusan final membahas usulan walikota Baitul Maqdis mengenai penghancuran 220 makam di Ma’man Allah, Palestina Pendudukan. Ditegaskannya, “Untuk itu kami menggelar aksi unjuk rasa.”
Kompleks pemakaman Maman Allah dalam beberapa bulan terakhir menjadi sasaran tangan-tangan jahat Zionis. Dua bulan lalu kepala daerah Baitul Maqdis merusak sekitar 300 makam di Ma’man Allah berdasarkan keputusan pengadilan Israel.
Rezim Zionis menghancurkan makam-makam di Ma’man Allah di Baitul Maqdis menggunakan buldozer, dengan alasan akan dibangun museum di tempat tersebut.
Terkait kejahatan dan penghinaan terang-terangan rezim Zionis terhadap pemakaman umat Islam, Ahmad Atwan menandaskan, pemakaman ini telah berubah bentuknya sejak tahun 1967 hingga kini.
Petugas pemakaman Ma’man Allah ini menegaskan, Ma’man Allah adalah pemakaman Islam bersejarah yang telah ada sejak 14 abad lalu, pada masa pemintahan khalifah kedua.

Hikmah Dari Bencana dan Musibah

Sebagai seorang Muslim kita berkeyakinan bahwa apa yang sedang melanda negeri kita Indonesia adalah musibah atas kehendak-Nya, meskipun segala sesuatu yang terjadi melalui perantara fenomena alam dan ulah manusia.

Segala sesuatu yang dikehendaki-Nya pasti terjadi, dan segala sesuatu yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi.

Dalam beberapa tahun terakhir ini bangsa kita "dikejutkan" dengan berbagai macam musibah, seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, lahar gunung berapi, kekeringan, banjir bandang, lumpur panas, angin puting beliung dan kecelakaan (kapal laut, pesawat terbang, KA, dan kendaraan darat).

Kenapa bangsa kita berturut-turut mengalami musibah bencana alam? Para Alim Ulama, Ustad,Kyai akan berpikir dan bertanya-tanya apa dosa dan kesalahannya sehingga harus mengalami penderitaan yang berat dan berturut-turut?

Bencana alam terjadi akibat ulah tangan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, misalnya karena perambahan hutan digunung, orang-orang membangun gedung yang tinggi menjulang tanpa memikirkan bahwa perlu adanya wilayah resapan air, akibatnya terjadilah banjir dimana air tak lagi ada tempat leluasa mengalir atau meresap.

Alquran Surat Ar-Rum Ayat 41 disebutkan: "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar".

Secara tidak langsung antara lain berbuat kejahatan dan kemaksiatan (perzinaan/prostitusi, percabulan), perjudian, minum minuman keras, pencurian (korupsi). Jika perbuatan itu merajalela akan mengundang datangnya bencana.

Hadist yang diberitakan oleh Ummu Salmah, Nabi Muhammad saw bersabda: "Jika kemaksiatan yang dilakukan oleh umatku semakin jelas ( terbuka ), maka Allah swt akan menimpakan azab kepada mereka semua". Ummu Salmah bertanya: "Apakah termasuk kepada mereka yang saleh?" Nabi menjawab: "Ya, tentu".


Jadi, jika bencana alam menimpa suatu daerah, semua penduduk di daerah itu terkena musibah, tidak membedakan antara yang saleh dan yang jahat. Mengapa orang-orang yang taat kepada Tuhan juga terkena musibah? Karena di pundak orang-orang yang saleh itu terdapat kewajiban melaksanakan amar makruf nahi munkar agar penduduk di daerahnya menjauhi kejahatan dan kemaksiatan.

Menurut pandangan Islam, musibah itu bisa merupakan cobaan, peringatan, bisa pula berupa azab. Maka dari itu, marilah hendaknya kita bisa mawas diri dan merenung, adakah kaitan antara musibah tersebut dengan perilaku mereka, untuk kemudian mereka memperbaiki perilakunya.

Allah swt berfirman dalam Alquran Surat AI-Baqarah Ayat 155: "Dan sesungguhnya Kami akan mengujimu dengan sesuatu cobaan seperti ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan ( bahan makanan ). Namun gembirakanlah orang-orang yang bersabar". .

Demokrasi Bukan Untuk Umat Islam

Imam Al-Azhar, Dr Ahmad Al-Tayyeb meyakini bahwa Barat selama ini telah jelas melakukan praktik-praktik standar ganda terhadap hak-hak umat Muslim.
“Pemerintahan Barat menggunakan standar ganda terhadap agama minoritas yang tinggal di tanah mereka, baik dari segi berpakaian ataupun praktik agama,” kata Dr Ahmed Al-Tayyeb kepada OnIslam.net dalam sebuah wawancara eksklusif.  Tayyeb mengatakan bahwa baik di Eropa atau di AS, hak-hak minoritas keagamaan berada dalam garis merah.
“Mereka tidak akan pernah membahayakan hak-hak perempuan Yahudi atau Budha,” ia berpendapat.
“Namun hak, penghormatan dan kebebasan beragama lenyap begitu saja ketika menyangkut umat Muslim.”
Hak-hak minoritas Muslim, dari gedung mesjid sampai mengenakan jilbab, telah menjadi pusat kontroversi di Barat dalam beberapa tahun terakhir.
Misalnya saja di AS tentang pembangunan sebuah masjid di dekat lokasi serangan 9 / 11 di New York.
Di Prancis, pemerintahnya menyetujui larangan cadar, atau niqab, di tempat umum, beberapa tahun setelah pelarangan jilbab.
Beberapa negara Eropa termasuk Italia, Jerman, Belgia, Spanyol dan Inggris juga mengusulkan dan mempertimbangkan hukum yang serupa.
Tahun lalu, Swiss melarang kubah masjid. Swedia dan Italia akan menyusul.
Tayyeb mengatakan dia mengecam prasangka seperti itu terhadap Muslim, dan telah mengangkat isu ini berulang kali selama kunjungannya ke negara-negara Eropa.
“Nilai-nilai kebebasan dan demokrasi Eropa bukan untuk umat Islam,” ia menambahkan.
“Ketika menyangkut umat Muslim, selalu ada kasus yang berbeda untuk dipertimbangkan. Ini melemahkan esensi dari demokrasi Barat. ”

Wafatnya Sayyid Qutb

Ulama, da’i, serta para penyeru Islam yang mempersembahkan nyawanya di Jalan Allah, atas dasar ikhlash kepadaNya, sentiasa ditempatkan Allah sangat tinggi dan mulia di hati segenap manusia.
Di antara da’i dan penyeru Islam itu adalah Syuhada (insya Allah) Sayyid Qutb. Bahkan peristiwa eksekusi matinya yang dilakukan dengan cara digantung, memberikan kesan mendalam dan menggetarkan bagi siapa saja yang mengenal Beliau atau menyaksikan sikapnya yang teguh. Di antara mereka yang begitu tergetar dengan sosok mulia ini adalah dua orang polisi yang menyaksikan eksekusi matinya (di tahun 1966).

Salah seorang polisi itu mengetengahkan kisahnya kepada kita:

Ada banyak peristiwa yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, lalu peristiwa itu menghantam kami dan merubah total kehidupan kami.

Di penjara militer pada saat itu, setiap malam kami menerima orang atau sekelompok orang, laki-laki atau perempuan, tua maupun muda. Setiap orang-orang itu tiba, atasan kami menyampaikan bahwa orang-orang itu adalah para pengkhianat negara yang telah bekerja sama dengan agen Zionis Yahudi. Karena itu, dengan cara apapun kami harus bias mengorek rahasia dari mereka. Kami harus dapat membuat mereka membuka mulut dengan cara apapun, meski itu harus dengan menimpakan siksaan keji pada mereka tanpa pandang bulu.

Jika tubuh mereka penuh dengan berbagai luka akibat pukulan dan cambukan, itu sesuatu pemandangan harian yang biasa. Kami melaksanakan tugas itu dengan satu keyakinan kuat bahwa kami tengah melaksanakan tugas mulia: menyelamatkan negara dan melindungi masyarakat dari para “pengkhianat keji” yang telah bekerja sama dengan Yahudi hina.

Begitulah, hingga kami menyaksikan berbagai peristiwa yang tidak dapat kami mengerti. Kami mempersaksikan para ‘pengkhianat’ ini sentiasa menjaga shalat mereka, bahkan sentiasa berusaha menjaga dengan teguh qiyamullail setiap malam, dalam keadaan apapun. Ketika ayunan pukulan dan cabikan cambuk memecahkan daging mereka, mereka tidak berhenti untuk mengingat Allah. Lisan mereka sentiasa berdzikir walau tengah menghadapi siksaan yang berat.

Beberapa di antara mereka berpulang menghadap Allah sementar ayunan cambuk tengah mendera tubuh mereka, atau ketika sekawanan anjing lapar merobek daging punggung mereka. Tetapi dalam kondisi mencekam itu, mereka menghadapi maut dengan senyum di bibir, dan lisan yang selalu basah mengingat nama Allah.

Perlahan, kami mulai ragu, apakah benar orang-orang ini adalah sekawanan ‘penjahat keji’ dan ‘pengkhianat’? Bagaimana mungkin orang-orang yang teguh dalam menjalankan perintah agamanya adalah orang yang berkolaborasi dengan musuh Allah?

Maka kami, aku dan temanku yang sama-sama bertugas di kepolisian ini, secara rahasia menyepakati, untuk sedapat mungkin berusaha tidak menyakiti orang-orang ini, serta memberikan mereka bantuan apa saja yang dapat kami lakukan. Dengan ijin Allah, tugas saya di penjara militer tersebut tidak berlangsung lama. Penugasan kami yang terakhir di penjara itu adalah menjaga sebuah sel di mana di dalamnya dipenjara seseorang. Kami diberi tahu bahwa orang ini adalah yang paling berbahaya dari kumpulan ‘pengkhianat’ itu. Orang ini adalah pemimpin dan perencana seluruh makar jahat mereka. Namanya Sayyid Qutb.

Orang ini agaknya telah mengalami siksaan sangat berat hingga ia tidak mampu lagi untuk berdiri. Mereka harus menyeretnya ke Pengadilan Militer ketika ia akan disidangkan. Suatu malam, keputusan telah sampai untuknya, ia harus dieksekusi mati dengan cara digantung.

Malam itu seorang sheikh dibawa menemuinya, untuk mentalqin dan mengingatkannya kepada Allah, sebelum dieksekusi.

(Sheikh itu berkata, “Wahai Sayyid, ucapkanlah Laa ilaha illa Allah…”. Sayyid Qutb hanya tersenyum lalu berkata, “Sampai juga engkau wahai Sheikh, menyempurnakan seluruh sandiwara ini? Ketahuilah, kami mati dan mengorbankan diri demi membela dan meninggikan kalimat Laa ilaha illa Allah, sementara engkau mencari makan dengan Laa ilaha illa Allah”. Pent)

Dini hari esoknya, kami, aku dan temanku, menuntun dan tangannya dan membawanya ke sebuah mobil tertutup, di mana di dalamnya telah ada beberapa tahanan lainnya yang juga akan dieksekusi. Beberapa saat kemudian, mobil penjara itu berangkat ke tempat eksekusi, dikawal oleh beberapa mobil militer yang membawa kawanan tentara bersenjata lengkap.

Begitu tiba di tempat eksekusi, tiap tentara menempati posisinya dengan senjata siap. Para perwira militer telah menyiapkan segala hal termasuk memasang instalasi tiang gantung untuk setiap tahanan. Seorang tentara eksekutor mengalungkan tali gantung ke leher Beliau dan para tahanan lain. Setelah semua siap, seluruh petugas bersiap menunggu perintah eksekusi.

Di tengah suasana ‘maut’ yang begitu mencekam dan menggoncangkan jiwa itu, aku menyaksikan peristiwa yang mengharukan dan mengagumkan. Ketika tali gantung telah mengikat leher mereka, masing-masing saling bertausiyah kepada saudaranya, untuk tetap tsabat dan shabr, serta menyampaikan kabar gembira, saling berjanji untuk bertemu di Surga, bersama dengan Rasulullah tercinta dan para Shahabat. Tausiyah ini kemudian diakhiri dengan pekikan, “ALLAHU AKBAR WA LILLAHIL HAMD!” Aku tergetar mendengarnya.

Di saat yang genting itu, kami mendengar bunyi mobil datang. Gerbang ruangan dibuka dan seorang pejabat militer tingkat tinggi datang dengan tergesa-gesa sembari memberi komando agar pelaksanaan eksekusi ditunda.

Perwira tinggi itu mendekati Sayyid Qutb, lalu memerintahkan agar tali gantungan dilepaskan dan tutup mata dibuka. Perwira itu kemudian menyampaikan kata-kata dengan bibir bergetar, “Saudaraku Sayyid, aku datang bersegera menghadap Anda, dengan membawa kabar gembira dan pengampunan dari Presiden kita yang sangat pengasih. Anda hanya perlu menulis satu kalimat saja sehingga Anda dan seluruh teman-teman Anda akan diampuni”.

Perwira itu tidak membuang-buang waktu, ia segera mengeluarkan sebuah notes kecil dari saku bajunya dan sebuah pulpen, lalu berkata, “Tulislah Saudaraku, satu kalimat saja… Aku bersalah dan aku minta maaf…”

(Hal serupa pernah terjadi ketika Ustadz Sayyid Qutb dipenjara, lalu datanglah saudarinya Aminah Qutb sembari membawa pesan dari rejim thowaghit Mesir, meminta agar Sayyid Qutb sekedar mengajukan permohonan maaf secara tertulis kepada Presiden Jamal Abdul Naser, maka ia akan diampuni. Sayyid Qutb mengucapkan kata-katanya yang terkenal, “Telunjuk yang sentiasa mempersaksikan keesaan Allah dalam setiap shalatnya, menolak untuk menuliskan barang satu huruf penundukan atau menyerah kepada rejim thowaghit…”. Pent)

Sayyid Qutb menatap perwira itu dengan matanya yang bening. Satu senyum tersungging di bibirnya. Lalu dengan sangat berwibawa Beliau berkata, “Tidak akan pernah! Aku tidak akan pernah bersedia menukar kehidupan dunia yang fana ini dengan Akhirat yang abadi”.

Perwira itu berkata, dengan nada suara bergetar karena rasa sedih yang mencekam, “Tetapi Sayyid, itu artinya kematian…”

Ustadz Sayyid Qutb berkata tenang, “Selamat datang kematian di Jalan Allah… Sungguh Allah Maha Besar!”

Aku menyaksikan seluruh episode ini, dan tidak mampu berkata apa-apa. Kami menyaksikan gunung menjulang yang kokoh berdiri mempertahankan iman dan keyakinan. Dialog itu tidak dilanjutkan, dan sang perwira memberi tanda eksekusi untuk dilanjutkan.

Segera, para eksekutor akan menekan tuas, dan tubuh Sayyid Qutb beserta kawan-kawannya akan menggantung. Lisan semua mereka yang akan menjalani eksekusi itu mengucapkan sesuatu yang tidak akan pernah kami lupakan untuk selama-lamanya… Mereka mengucapkan, “Laa ilaha illah Allah, Muhammad Rasulullah…”

Sejak hari itu, aku berjanji kepada diriku untuk bertobat, takut kepada Allah, dan berusaha menjadi hambaNya yang sholeh. Aku sentiasa berdoa kepada Allah agar Dia mengampuni dosa-dosaku, serta menjaga diriku di dalam iman hingga akhir hayatku.

Kejanggalan Kasus Aceh

Persidangan tertuduh terorisme yang melakukan pelatihan militer di Aceh kembali di gelar di pengadilan Negeri Jakarta Barat, senin, 25/10/2010. Persidangan Ustadz Ubeid, Ustadz Aman Abdurrahman dan kawan-kawan ini seyogyanya akan berjalan lancar sesuai rencana (pihak yang menghendaki isu terorisme ini), namun diluar dugaan, banyak hal yang terjadi menguak kejanggalan sehingga persidangan terpaksa di tunda sepekan, berikut fakta-fakta yang terjadi selama persidangan :

1. Sidang Ustadz Ubeid di tunda kamis 28 Oktober 2010 di sebabkan tidak mau didampingi oleh Tim pengacara Asludin yang merupakan pengacara bentukan polri, dan sempat terjadi keributan sesama tim pengacara Asludin ketika Ustadz Ubeid hendak mengganti kuasa hukumnya, sampai mereka saling teriak “kamu siapa?” kamu siapa ?”

2. Persidangan Ustadz Aman di tunda karena tidak bisa menghadirkan saksi, aneh bukan?  Mungkin betul kalau ada pendapat mengatakan yang penting tangkap dulu soal saksi bisa diatur belakangan.

3. Persidangan Komarudin yang seharusnya diselenggarakan hari itu, akan tetapi yang bersangkutan tidak dihadirkan, entah sengaja atau tidak, hal ini menandakan bahwa kinerja densus 88 yang katanya hebat dan selalu digembor-gemborkan itu, ternyata kualitasnya tidak lebih hebat dari rumornya.

4. Kesaksian saksi Syailendra, Zainal Mustaqiem dan Amrizal untuk tersangka Ade Mirodz, Abu Rimba, Deni Suhendra dan Adi Munadi mengatakan bahwa tujuan pelatihan militer di Aceh adalah untuk mempersiapkan Jihad ke Palestina tidak seperti yang dituduhkan dan digembor-gemborkan polri selama ini yaitu merencanakan tindakan terorisme bahkan menurut mereka warga di aceh sama sekali sekali tidak terganggu karena jarak tempuh untuk  mencapai lokasi naik ke gunung sekitar 7 – 11 jam dan kabar yang paling menggembirakan sekaligus membalikkan opini yang selama ini berkembang adalah ternyata warga aceh yang mengetahui adanya pelatihan militer tersebut mereka memberikan dukungan berupa bahan makanan beras dan tempat tinggal.

Fakta persidangan senin kemarin setidaknya memberikan gambaran yang jelas ternyata apa yang selama ini menjadi alasan polri untuk menangkap para tersangka terorisme adalah kedustaan, sehingga tidak ada alasan lagi buat polri untuk menahan mereka lebih lama.

“Ya Allah, Yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya, perkenankanlah do’a kami, bebaskan para ulama dan Mujahidin, berikanlah ketabahan, kesabaran, keistiqomahan dan bebaskan mereka dari segala bentuk Fitnah makar musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh kami, Allahumma amien…

Berbuat Baik dengan Benar

Banyak orang yang berusaha menjadi baik tetapi dengan cara yang keliru ...
Dia baik jika menguntungkan tetapi ketika akan ada kerugian dia tinggalkan...
Bagaimanakah berbuat baik dengan teknik yang terbaik ???

   ( 1) Jika melakukan sesuatu yang baik,lakukan itu karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala semata dan yakinlah  bahwa anda diperintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Untuk melakukannya. Ingat selalu bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala pasti akan mendatangkan pahala atas perbuatan kita....Jangan harapkan ucapan terimakasih dari orang yang anda berikan kebaikan....Sebab hal itu akan mengurangi takaran pahala Anda disisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala....
Namun sebaliknya , Jika Anda mendapat kebaikan dari orang lain....secepat mungkin ucapkan terima kasih. Doakan dia dengan tulus ikhlas, '' JAZAKUMULLAH KHAIRAN'' ( semoga Allah membalas kebaikan anda ) Doa Anda bernilai ibadah, dia akan membuat anda mendapat kebaikan.Karena memberi contoh dan keteladanan dalam keikhlasan. Maka doakanlah kebaikan untuk  mereka yang Anda sukai ataupun musuh-musuh Anda....Dalam hubungan antar manusia banyak  hal-hal baik seolah-olah kecil dan ringan ....padahal sesungguhnya merupakan hal-hal untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala..

   ( 2 ) Berlomba-lombalah dengan orang lain untuk berbuat baik . Baik dari segi kuantitas maupun dari segi mayoritas....Memang dalam kebaikan ini ,Kita diperintah Alah Subhanahu Wa Ta'ala untuk saling berlomba dengan orang lain. Istilahnya berasal dari Kitab Suci Al Qur'an '' FASTABIQUL KHOIROOT'' ( berlomba-lombalah kalian dengan kebaikan )
Peluang dan kesempatan untuk berbuat baik sangat terbuka lebar. Sebab banyak sekali orang yang memerlukan bantuan disekitar kita.Betapapun kecilnya, mungkin tak berarti bagi orang-orang yang tak tau berterima kasih , namun disisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala  tetap besar dan bernilai...

 ( 3 ) Jangan remehkan kebaikan,meskipun kecil .
Seringkali kita menganggap kecil dan tidak berarti pebuatan baik.Padahal dalam timbangan Allah Subhanahu Wa Ta'ala perbuatan itu sungguh besar.Bahkan walau Anda hanya tersensum  ketika bertemu orang lain,maka anda telah berbuat kebajikan .Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: '' Jangan anggap remeh suatu perbuatan baik ,meskipun bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang cerah'' Al Hadist.

        Dalam Hadist lain sangat jelas disebutkan tentang sedekah .'' Senyummu kepada saudaramu itu tergolong sedekah''!

( 4 ) Menjadikan '' BAIK '' sebagai watak yang melekat dalam dirinya atau menjadi Akhlak yang menghias kepribadiannya....Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menyatakan, 
         Sifat-Sifat yang baik itu tidak di Anugerahkan  melainkan orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.(QS- Fushshilat:35 ) 

   Wajah cerah,senyum dibibir membuat orang-orang menjadi senang.Disisi lain,ketika Anda berwajah keruh  atau bermuka masam saat bertemu dengan orang lain maka sesungguhnya Anda telah memperlihatkan sikap permusuhan dan mengancam retaknya persahabatan Anda dengannya.Biasakanlah tersenyum atau tampil dalam keadaan membuat orang lain merasa nyaman dengan Anda

Senin, 25 Oktober 2010

Terima Kasih, Sahabatku

Sangat sulit mencari sesuatu yang bernama SAHABAT karena itu bagi siapapun yang sudah menemukan sesuatu yang bernama Sahabat harap jagalah hubungan itu, rekatkan ikatannya jangan sampai terputus tali ikatannya sungguh bersyukur mereka yang telah menemukan sesuatu yang bernama Sahabat.

Wahai Sahabat tetaplah menjadi sahabatku, yang senantiasa menasehatiku, yang senantiasa merelakan waktumu untuk mendengarkan keluh kesahku, yang senantiasa memberiku semangat, yang senantiasa mensupportku untuk selalu maju menjadi yang terbaik, yang senantiasa mengingatkanku disaat aku lalai.
Wahai Sahabat terima kasih atas segala kebaikan akhlaqmu, terima kasih atas segala nasihat-nasihatmu, terima kasih atas segala semangat dan dukungan yang senantiasa kau berikan kepadaku, terima kasih atas segala peringatanmu, terima kasih atas segala waktumu, terima kasih karena telah mau menjadikan diri ini sebagai sahabatmu, terima kasih atas segala yang kau berikan untukku, terima kasih untukmu sahabat.

Wahai sahabat kutahu banyak kesalahan yang tanpa kusadari dan tanpa kusengaja telah kulakukan dan kutahu pula banyak kekeliruan yang tanpa sadar telah terlontar dari lisanku yang mungkin tanpa kutahu telah menyinggung dan menyakiti perasaanmu, sahabat kuharap maafmu atas segala kesalahan dan kekeliruan yang telah kuperbuat. Maafkanku Sahabat.........

Wahai Sahabat dimana kau kini, kurindu akan nasehat-nasehatmu, kurindu akan peringatanmu, kurindu akan kehadiranmu disisiku. Sahabat dimanapun kau kini kuharap selalu ada senyum yang menghias di wajahmu, kuharap selalu ada ceria yang senantiasa terpancar diwajahmu, semoga kau bahagia sahabat.

Ya Allah jagalah sahabatku, lindungilah ia dengan perlindunganMu, kuatkanlah pancang kakinya agar selalu teguh berada dijalanMu, kuatkanlah jasadnya dengan segala anugerahMu, kuatkan ruhnya dengan ruhMu, buat ia tersenyum, semangat dan istiqamah dijalanMu, ya Allah izinkanlah kami kelak bisa bertemu di surgaMu. Amiin

Terima kasih Sahabat.

♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥

Kata Bijak untuk Sahabat..

Persahabatan...Bukan sesuatu yang anda pelajari disekolah. Tetapi jika anda tidak mempelajari arti persahabatan, anda benar-benar tidak belajar apapun.
"Friendship...is not something you learn in school. but if you haven't meaning of friendship, you realy haven,t learned anything" (By. Muhammad Ali = Petinju)

Tetapi persahabatan sangat berharga, tidak hanya dalam perbedaan, tetapi dalam kegembiraan kehidupan dan terima kasih kepada yang menolong urusan yang lebih besar adalah bagian dari kehidupan yang terang benderang.
 "But friendship is precious, not only in the shade, but in the sunshine of life, and thanks to a benevolent arrangement the greater part of life is sunshine" (Thomas jefferson = Presiden USA ke-3)

Saya tidak membutuhkan teman yang berubah ketika saya berubah dan orang yang mengangguk ketika saya mengangguk; bayanganku bisa berbuat lebih baik.
 "I don't need a friend who changes when I change and who nods when I nod; my shadow does that much better"

Terorisme: Perang Salib Baru

Istilah terorisme bukan suatu hal yang kompleks, bahkan secara bahasa istilah ini tidak mampu memberikan arti secara menyeluruh. Lalu kenapa orang lambat sekali dalam menempatkan definisi istilah ini? Dari fakta yang ada, terdapat sebuah kedengkian di balik semua ini, karenanya dibutuhkan definisi yang menyeluruh termasuk variasi komponen-komponennya dan batasan-batasan yang diperlukan dari aspek yang berlawanan dengan komponen tersebut. Dalam fikiran banyak orang sekarang ini justru membutuhkan semua partai untuk mendefinisi istilah ini supaya tidak menjatuhkan hukuman pada orang yang tidak bersalah atas sejumlah tindak kejahatan dan sejumlah kebenaran yang disimpangkan.
Sayang sekali pemerintahan Barat terlalu terburu-buru menyikapi hal ini dengan mengeluarkan sejumlah hukum untuk memerangi terorisme dalam semua aspek kehidupan, juga membatasi gerak teroris dan menguras kering sumber-sumber pemasukan mereka yang pada akhirnya mengeliminasi mereka. Pemerintah Barat juga gagal mendefinisikan apa itu terorisme dan siapa teroris itu? Adakah yang terlihat lebih bodoh daripada melihat lembaga-lembaga pemerintahan seperti DPR dan gereja-gereja mengeluarkan argumen yang satu sama lain saling menentang dalam membahas Teror Bill (Undang-Undang Terorisme di UK, sebagaimana juga Undang-Undang Terorisme di negara-negara sekuler murtad), tentang siapa yang ditahan dan siapa yang dibebaskan, siapa yang dipenjara dan siapa yang diizinkan untuk bebas hidup di atmosfer bumi ini?
Teror Bill menjadi politik sepak bola antara DPR (House of Representative-DPRnya Inggris) dan pihak gereja. Dalam setiap pertemuan mereka berselisih dan diakhir pertemuan isu-isu tersebut dibuang dan dilupakan begitu saja, walaupun mereka sama-sama marah terhadap terorisme dan pelakunya, akan tetapi mereka tidak menggambarkan siapa teroris itu, siapa yang mereka perangi dan mereka lawan atau siapa yang ingin mereka tawan. Istilah terorisme dilebarkan/diluaskan definisinya dengan kepandaian berbicara mereka dan dengan istilah-istilah kontroversial di era saat ini. Belum lagi jika kita memperhatikan dunia sekitar dari orang-orang yang menggunakan dalih pembelaan dengan dalih “Perang Melawan Terorisme”. Kita dapati mereka meluaskan arti tanpa terkecuali pada Muslim yang jujur, ikhlas, benar dan tekun beribadah. Hal ini menimbulkan 100 pertanyaan yang muncul di benak kita berkenaan dengan maksud dan tujuan dari pemerintah Barat dan pemerintahan murtad sekuler lainnya dalam perang mereka melawan terorisme, termasuk pertanyaan, apakah ini perang melawan terorisme (yang tetap tidak terdefinisikan) atau perang melawan Islam dan kaum muslimin ?
Kita tidak akan menempatkan definisi sesuai dengan Islam karena terorisme sudah menjadi kristal yang amat jelas bagi seorang muslim. Sesungguhnya Islam tidak akan pernah memberikan arti yang bermakna ganda berkaitan dengan masalah apapun. Bagaimanapun dalam analisis singkat ini, kami sepertinya akan menyoroti alasan yang telah dibuat oleh senat di Amerika, PBB dan parlemen-parlemen di Eropa, rumah-rumah dewan dan pihak gereja, serta di negara-negara atau rezim murtad sekuler boneka Barat yang mengklaim ahli dalam menempatkan hukum dan perundang-undangan serta ahli dalam mempermainkan peran Tuhan dalam kehidupan, menunda definisi tersebut untuk diinformasikan kepada kita apa itu terorisme dan siapa teroris itu dengan tujuan agar kita mengakui salah satu pendapat dari mereka.
Kesimpulannya:
(i) Sebagai seorang Muslim kami berfikir bahwa menunda persoalan ini atas definisi terorisme oleh pemerintah Barat disebabkan oleh dalamnya akar historis perang salib, diniatkan atau tidak, secara fakta melawan Islam dan kaum muslimin karena mereka tidak mengijinkan keberadaan Muslim yang ikhlas, definisi teroris dalam kacamata pemerintah Barat lebih menyoroti masalah peran dan perkembangan dakwah Islam, jika mereka menemukan pada diri Muslim maka mereka akan dijatuhkan definisi teroris. Dengan kata lain definisi ini akan menteror setiap Muslim yang beriman karena ia dapat berpotensi menjadi subyek teroris yang rawan untuk dipenjara dan ditahan. Ini akan menggerakkan seorang Muslim untuk menganggap hina satu sama lain dan mendorong jutaan Muslim lainnya untuk menghentikan pelaksanaan agama mereka sendiri atau memaksa mereka untuk menjadi defensif dalam semua aspek kehidupan karena takut untuk di penjara.
(ii)  Pemerintah Barat telah gagal untuk mendefinisikan istilah terorisme, karena mereka khawatir akan mujahidin yaitu para pejuang kebebasan, berperang untuk memerdekakan (membebaskan) tanah kelahiran mereka, mungkin juga mereka mengambil manfaat dari keadaan tersebut sehingga meniadakan definisi istilah tersebut. Penegasan istilah terorisme justru akan mendorong umat muslim di UK (Inggris) atau di bagian dunia lainnya lebih terdorong untuk mengumpulkan dana dan dukungan atas saudara muslim mereka yang berperang melawan invasi asing seperti yang telah mereka kerjakan selama beberapa tahun dalam memberikan dukungan atas mujahidin di Palestina, Bosnia, Chechnya, Kashmir, Libanon Selatan dan lain-lain melawan invasi yang mayoritas dilakukan oleh pemerintahan Barat sendiri dan tentara-tentaranya seperti tentara AS, UK (Inggris) dan negara-negara Eropa lainnya yang berada di Afganistan, Iraq dan lain-lain. Mereka melarang semua group-group/kelompok-kelompok jihad yaitu para pejuang kemerdekaan di seluruh dunia, mereka dihubung-hubungkan dengan aksi terorisme beberapa waktu lalu, mereka mulai ditahan/dipenjara karena memiliki latar belakang pernah mendukung organisasi-organisasi teroris walaupun ketika itu masih belum ada undang-undang yang tertulis yang mengaturnya akan tetapi sebaliknya pemerintah Barat melakukan legitimasi hukum dengan studi kasus termasuk apa yang terjadi saat ini membubarkan organisasi-oraganisai Islam dan menangkapi aktivisnya dengan melabelinya sebagai teroris.
(iii)  Definisi terorisme dan pembuatnya menjadi standart internasional akan mencegah banyak pemerintahan di dunia untuk melakukan bentuk terorisme melawan oposisi mereka. Dapat dipastikan akan terjadi gencatan senjata di negara-negara yang memiliki catatan tertinggi angka diskriminasi dengan melawan rakyat mereka sendiri karena latar belakang warna kulit, agama atau perbedaan pandangan sebagaimana yang terjadi di AS, Jerman, Israel dan semua rezim di Timur Tengah, Asia dan negara-negara Timur Jauh.
(iv)  Jika istilah terorisme didefinisikan dan disetujui secara internasional maka ini akan mempermudah dalam menyalahkan/menolak negara-negara yang mengirimkan tentara mereka melawan negara berdaulat yang lain dan akan mencegah campur tangan dalam negara lain, contoh campur tangan AS di Panama, Iraq dan Afghanistan atau Rusia di Chechnya dan sekarang AS di Dalfur, Sudan dan lain-lain.
(v) Definisi terorisme akan menunjukkan bahwa pemberontakan rakyat Palestina adalah suatu perang yang sah dan layak untuk mendapatkan dukungan atau akan menjadikan legal/sah bagi umat Muslim di dunia untuk mendukung mereka. Definisi terorisme secara mutlak menjadikan negara Israel sebagai pasukan penjajah dan Israel layak untuk diperangi dan dilawan.
(vi) Definisi terorisme akan membuat pemerintahan seperti Amerika dan Inggris sebagai pemerintahan yang patut dicela karena melakukan praktek terorisme melawan banyak orang-orang Muslim yang menentang hukum buatan manusia, orang-orang muslim ditahan dan didiskriminasi, ditentang atau aktivitas mereka dilarang dibawah dalih terorisme seperti halnya pelbagai jama’ah kaum muslimin yang dibekukan diberbagai negara dan individu-individu yang ditahan seperti Khalid Al Fawaaz, Syeikh Abu Qatadah dan Syeikh Abu Hamza Al Misry.
(vii) Definisi istilah terorisme tidak menjadi target kepentingan orang munafik seperti MCB, MAB dan MPAC (organisaisi-organisasi sekuler liberal di UK) atau organisasi-organisasi yang lain yang menampakkan titel “moderat”, organisasi-organisasi yang menjadi penyeru kedamaian dari pemerintah Inggris dan organisasi Islam gadungan karena mendiamkan umat yang mengalami teror kemudian masih saja mampu untuk mempromosikan kekotoran mereka terhadap syariah dan menyimpangkannya dengan nama Islam yang dipalsukan dalam versi Barat; menekankan kedaulatan untuk ratu atau pemerintahan murtad sekuler, menyerukan umat muslim untuk kafir (murtad) dengan bergabung ke parlemen, badan intelejen (untuk memata-matai aktivis dan kaum muslimin), polisi dan tentara serta menyerukan mereka untuk berintegrasi ke jalan hidup kufur dan menghalalkan apa yang Allah SWT larang seperti riba, mempromosikan pergaulan bebas dan berpartisipasi dalam pemilu, menyerukan dialog antar umat beragama dan lain-lain.
Karenanya membiarkan istilah terorisme tidak terdefinisi justru akan menteror umat dan akan membiarkan MCB untuk mengungkapkan pernyataan yang salah terhadap orang-orang Muslim yang benar serta mengklaim mengontrol lebih dari 1000 mesjid, sebagaimana mereka telah mengontrol pemilihan presidensil yang hanya memiliki satu kandidat yaitu presiden dari Mesir atau Libya dan orang yang menang adalah yang menguasai suara mayoritas dengan ketiadaan kandidat oposisi yang lain.
Atas alasan di atas kami menantang pemerintah Barat, termasuk pihak gerejawan dan anggota dewan bahwa jika ini bukan sebuah perang salib melawan Islam dan kaum muslimin, lalu kenapa penyatuan definisi teroris tidak pernah mereka buat? Itu karena akan menjadikan mereka sebagai orang pertama yang akan disalahkan oleh dunia karena aplikasi terorisme yang telah mereka perbuat kepada yang lain. Bagaimanapun, sangat jelas bahwa mereka tidak ingin mendefinisikannya agar dapat menjaga kebebasan mereka dalam bertindak, bebas melarang atas yang lain dan menjaga slogan retorikal berperang melawan terorisme, karena alasan itu dianggap sangat elastis, juga memungkinkan bagi mereka untuk campur tangan dalam urusan negara lain kapan saja mereka inginkan dan menyimpangkan kebebasan masyarakat (sebagaimana definisi mereka) melawan individu yang menantang kepentingan mereka dan terlebih lagi kepentingan historis dalam perang salib melawan Islam dan kaum muslimin khususnya orang-orang yang menjadi ahlul tauhid. Baru-baru ini kami mendengar sebuah berita baru tentang seorang laki-laki yang menyerang Parlemen Swiss dan membunuh 14 orang anggota parlemen, walaupun secara fakta dia tidak membunuh begitu banyak anggota parlemen dan sempat melukai banyak orang. Komentar pertama yang keluar dari juru bicara kantor tempat kejadian, itu bukanlah sebuah aksi teroris dan tidak berhubungan dengan terorisme, seluruh isu berkaitan dengan itu ditutup rapat-rapat sepertinya kejadian itu tidak pernah terjadi karena pelakunya orang swiss dan non muslim. Tidak diragukan lagi seandainya dia adalah seorang muslim maka insiden tersebut akan dilabeli dengan aksi terorisme. Dia sendiri beserta keluarganya akan dikatakan sebagai teroris dan umat muslim di seluruh dunia juga akan dilabeli sebagai kaki tangannya. Kejadian tipe ini dan yang lainnya serupa, yang menimbulkan beberapa pertanyaan berkaitan dengan teroris ini, sebesar apakah tentara yang akan disiapkan untuk membasmi teroris dan siapakah yang ingin mereka basmi dan ingin mereka kuras kekayaannya?
Pandangan sekilas di seluruh dunia yang akan muncul akan menampakkan banyaknya organisasi-organisasi yang dermawan (bergerak dibidang sosial) yang dikelola oleh orang-orang Muslim justru itu yang banyak ditutup dan dilarang dan sumber-sumber kekayaan mereka dibekukan. Fenomena ini akan membuat kita semakin percaya bahwa sumber-sumber kekayaan yang mereka ingin kuras justru dari pihak orang-orang yang mendukung/membantu orang-orang miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Adapun para pengungsi Muslim yang ada diseluruh dunia adalah korban dari terorisme internasional yang diperankan oleh AS dan Inggris beserta anak haram mereka yang dikenal dengan sebutan negara Israel. Jika mereka benar-benar ingin menghentikan dukungan terhadap kriminal perang yaitu penjahat zionis dan negara Israel serta pendukung-pendukung mereka yang merupakan rezim yang angkuh di seluruh dunia seperti Mesir, Libya, Pakistan, Saudi Arabia, Iran, Turki dan lain-lain.
Karena alasan-alasan tersebut dan banyak alasan lainnya, kami tidak meragukan bahwa tidak terdefinisikannya istilah terorisme secara tegas adalah bagian dari perang melawan Islam dan umat muslim yang didukung pula oleh orang-orang munafik yang mengaku sebagai seorang muslim seperti pemerintah Saudi Arabia yang mendeklarasikan dukungan penuh atas terorisme AS dan negara-negara seperti Iran yang menyerukan kematian atas Amerika, akan tetapi ketika Amerika mendapat serangan, mereka sholat jenazah untuk mereka, selama beberapa menit suasana menjadi hening (turut berduka cita) dan bahkan yang lebih parah lagi mereka menutup daerah perbatasan mereka dengan Afghanistan sehingga tidak memberikan kesempatan kepada laki-laki atau wanita untuk selamat dari bom-bom Amerika dengan alasan yang sangat sederhana hanya karena orang-orang muslim di Afghanistan adalah golongan Sunni. Lalu ada rezim diktator Libya, kolonel Ghadaffi orang yang membodohi umatnya selama bertahun-tahun sebagai orang yang anti Amerika, akan tetapi justru perintah pertamanya kepada umatnya justru memerintahkan untuk menyumbangkan darahnya kepada korban AS selama perang Amerika melawan terorisme. Sama halnya dengan Yasser Arafat yang murtad dan penggantinya.
Ada banyak contoh lain yang menunjukkan bahwa perang melawan terorisme diorganisasi oleh orang-orang salib demi melawan Islam dan umat Muslim yang ikhlas. Perang itu akan berlangsung terus antara kebenaran dan kebathilan. Bagaimanapun pada akhirnya kemenangan adalah sebuah permasalahan yang telah ditakdirkan akan diraih oleh golongan yang benar, kaum Muslimin. Insya Allah.


KetikA Do'a Mulai Terijabahi

 Alkisah ....
adalah kehidupan seorang gadis kecil yang di lahirkan dari lingkungan religi yang sangat kuat, dengan kehidupan yang secara materi Alhamdulillah cukup kuat juga ...
Hari ...
Bulan ...
Tahun ...
Gadis kecil inipun berubah jadi gadis remaja, yang cukup lugu karena di besarkan dari lingkungan yang tidak boleh banyak melihat gemerlapnya dunia remaja di jamannya ...
Dengan perlindungan yang cukup ketat akan pergaulannya oleh keluarganya, terlihat gadis remaja inipun tidak sepintar gadis gadis seusia nya perihal pergaulannya dengan laki laki lawan jenisnya ....

Perjalanan kehidupan si gadis inipun berjalan dengan hebatnya ....
Di usia 24 tahun dia sudah menikah dengan lelaki pilihannya, yang waktu itu si gadis berpikir bahwa laki laki inilah yang terbaik baginya ....
Tapi karena lugu atau bodohnya, dia tak tahu bahwa laki laki itu adalah pengkhianat, pecundang no 1 di alam jagad raya ini.. * naudzubillah min dzalik *  ......
Perjalanan pernikahan yang telah di jalani beberapa tahun berjalan tanpa di karuniai amanah dari ALLAH SWT, anak buah hati perkawinan tak kunjung datang .....
Tapi dengan baiknya si wanita polos inipun tak menuntut yang macam-macam ...
Walau dari sisi pemerikasaan medis si wanita ini di nyatakan sehat sel2 indung telur atau lainnya ...dia hanya ikhlas berfikir ahhh belum di izinkan ALLAH SWT ....
Walau dari sisi pemerikasaan medis si laki laki sang suami ada mengidap suatu penyakit yang menyebabkan sperma ( * maaf ) tidak bisa membuahi sel telur  .....
Wanita polos inipun merasa bersyukur yang amat sangat ketika dia di takdirkan oleh ALLAH SWT untuk di beri amanah seorang anak laki-laki, beribu syukur dia rasakan ....
Dia merasa hidupnya bermanfaat untuk kehidupan bayi kecil yang telah di tinggalkan bapak serta ibunya ....
Haripun berjalan dengan tenangnya ....
Hingga .....

Di usia 29 tahun SUBHANALLAH oleh ALLAH SWT si polos lugu ini ter undang untuk ziarah ke makkah madinah menunaikan rukun islam ke 5, tanpa suaminya , karena suaminya belum merasa ter undang dengan rukun ke 5 ini , astaghfirullah ......
Ibadah haji yang terasa indah dan nikmatpun usai sudah  ....
Hingga ....
Badai petir menghantam begitu dasyatnya saat berpulangnya dari ibadah haji .....
Saat menjemput kepulangan hajinya ....
Sang suami menjemputnya dengan di dampingi seorang wanita !!!! Astaghfirullah !!! .....
Tapi SUBHANALLAH ... wanita ini dengan tenangnya tidak mempermasalahkan ....
Terlalu baik kah ??? atau terlalu bodoh kah ???
Hingga .....

Dia menemukan nota nota hotel , yang tertanggal ketika dia sedang menunaikan ibadah haji ....
Dengan gemetar dia mencoba cross cek nota hotel yang bersangkutan ...
Bagai petir menyambar nyambar ...
Ketika itu yaumul isnain ( hari senin saat dia melakukan puasa sunnah, juga nadzar puasa karena di beri kesehatan waktu ibadah haji dan sepulangnya haji ) ......
Informasi dari pihak hotel yang membenarkan bahwa atas nama suaminya yang cek in di hotel tsb dan bersama seorang wanita , naudzubillahi min dzalik .....

ALHAMDULILLAH ....
Begitu hatinya mengucapkan .....
Alhamdulillah ???  ?? hingga mendapati suaminya selingkuh dia masih bisa seperti itu ???
SUNGGUH SEMUA APA YANG DI TAKDIRKAN ALLAH SWT ADALAH HIKMAH YANG LUAR BIASA BAGI HAMBANYA YANG IKHLAS MENERIMA ..... dia yakin sekali semua dari ALLAH SWT ...
ALLAH SWT melindungi dia dengan petunjuk yang di perlihatkan kepadanya , begitu dia selalu berkata ....
Hingga ....

Petunjuk demi petunjuk dia mohonkan selalu kepada ALLAH AZZA WA JALLA .....
Yang akhirnya dia punya keberanian untuk bersikap memilih berpisah dari kehidupan sang suami ....
Bukankah berpisah atau cerai adalah perbuatan yang di ridloi ALLAH SWT tapi di murkaiNYA ???
Tidak kah wanita ini takut dengan murka ALLAH SWT ???

SUBHANALLAH ...
MAHA SUCI ALLAH SWT DENGAN SEGALA KESUCIANNYA ...
ALLAH YA RAHMAN YA RAHIIM ...
ALLAH SWT YANG MAHA BER KASIH SAYANG ....
Akhirnya dengan berbekal pembelajaran syariat yang ada, berkonsultasi dengan ahli2 ilmu syariat - karena sang suami sudah berada di luar garis syariat ( * maaf, melakukan banyak sekali perselingkuhan perselingkuhan dan tentunya dengan zina ??? wallahu a'lam ... )
Maka jalur pengadilan agama untuk berpisah pun dia jalani dengan tenang ....
Dengan selalu meminta petunjuk dariNYA .....
Dengan memohon agar tak di murkai ALLAH SWT ....
Maka , atas ijin ALLAH SWT pula semua perpisahan talak itupun terjadi ...
Alhamdulillah ..... begitu ungkapan wanita ini lagi ...

Hari hari pun berjalan dengan indahnya...
Dengan berkasih sayang bersama sang amanah si kecil titipan ALLAH SWT yang sudah tak ber bapa dan ber ibu ....
Tahun pun berlalu .....
Hingga ....

ALLAH SWT  YANG MAHA BAIK DARI SEGALA YANG BAIK .....
Di berikanNYA lelaki pujaan hati yang ahli ibadah - penuh sifat yang baik ( * shollallahu ala sayyidina Muhammad ) untuk di jadikan pendamping hidupnya ....
Hari, Bulan, Tahunpun berlalu .....
Hingga .....
Pasangan sakinah inipun  DI BERI KARUNIA YANG BEGITU BESARNYA, DARI ALLAH SWT .......
Kebahagiaan dunia dengan di karuniai anak anak yang begitu manis manis nya yang membahagiakan hati, Alhamdulillah ....
Semoga mereka bisa berpasangan selamanya di dunia dan di akhirat, Amin .....

Mohon doa dari semua sahabat untuk pasangan yang indah ini ....