Minggu, 21 November 2010

Cinta Yang Melalaikan

CINTA RUMAH MEWAH LUPA PADA KUBUR

Lihatlah disekitar kita. Berapa banyak rumah mewah yang bewrdiri angkuh seolah-olah tak ada kekuatan yang bisa menghancurkannya. Beberapa tahun yang lalu di Aceh, berapa banyak ruymah mewah yang hancur hanya dalam hitungan menit. Di Yogjakarta, berapa banguanan kuat dan kokoh runtuh bak sarang semut. Gedung WTC dan gedung pentagon di Amerika, hancur berkeping dalam hitungan jam.


Lalu, apakah para penghuni rumah atau pun gedung mewah itu tetap tinggal disana selamanya?, TIDAK!!!. Rumah mewah telah berubah menjadi kuburan yang gelap tanpa cahaya. Rumah luas itu menjelma menjadi kamar sempit yang menyeramkan. Gedung kokoh yang bersih itu telah menjadi sarang cacing tanah yang kan menggerogoti daging penghuninya.


Allah Swt. menceritakan pada kita dalah surah al-Fajr ayat 6-7, tentang keperkasaan kaum 'Aad; mereka itu adalah penduduk 'Iram yang mampu mendirikan bangunan-banguna tinggi. Yang ketika itu tak ada yang bisa manandingi keperkasaan mereka. Namun di ayat 13 Allah Swt. memberitakan pada kita tentang kehancuran mereka dengan memberikan azab-Nya yang lebih dahsyat.


Rumah kita yang sesungguhnya bukanlah di dunia ini. Masih ada rumah kita yang pasti akan kita datangi, yaitu kuburan. Keburan yang penuh siksa bagi mereka yang tidak beriman dan tidak pula beramal. Rumah yang kita banggakan akan menjadi rebutan. Rumah yang kita impikan akan musnah. Rumah kita yang hakiki adalah akhirat; surga atau neraka.


Dalam kitab "al-Arba'in an-Nawawiyah", hadis nomor 31, dari Abi Abbas, Sahal bin Sa'di as-Saa'idy r.a. berkata: "datang seorang laki pada nabi Saw. lalu berkata; "Wahai rasulullah, tunjukkanlah aku satu amal yang apabila aku mengerjakannya, maka Allah mencintaiku dan manusia pun mencintaiku. Maka Nabi Saw. bersabda; "Zuhudlah kau didunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan Zuhudlah kau dalam kehidupan bersama manusia, maka manusia akan mencinatimu". H.R. Ibnu Majah, dan yang lainnya.


Nah, bukan rumah mewah yang menjadikan cinta Allah pada manusia. Akan tetapi zuhudlah yang akan menjadikan cinta itu datang menghampiri kita. Manusia pun akan mencinati kita yang zuhud. Kita berusaha menggapai kecintaan Allah dengan zuhud di dunia, dan kita juga akan menemukan kecintaan manusia disekeliling kita. Zuhud bukan berarti melepaskan kehidupan dunia seluruhnya, akan tetapi zuhud adalah sikap yang tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama. Hiduplah dengan wajar, seimbang dan setara. Allah Swt. berfirman yang maknanya; "Carilah apa yang telah dikaruniakan Allah padamu dari kehidupan akhirat, tapi jangan lupakan kehidupanmu di dunia".


Yang keempat. CINTA HARTA LUPA HARI PERHITUNGAN

Salah satu bentuk keadilan Allah Swt. adalah hari perhitungan atau yang biasa disebut dengan "yaumul hidab". Allah tidak akan menzhalimi siapa pun dari makhluk-Nya. Jika Allah tidak menghisab amal manusia, maka Dia telah berbuat zhalim, Maha Suci Allah dari perbuatan zhalim. Tidak mungkin sama tempat orang yang berbuat jahat dengan orang yang berjihad. Tidak akan sama penghuni neraka dan penghuni surga. Tidak akan sama derajat orang yang beramal dengan orang yang kafir. Maha Adil Allah dengan semua keputusannya. Semua amal yang telah kita lakukan akan kita pertangung jawabkan di hadapan Ilahi yang Maha Adil. Tak ada hakim yang lebih adil dari pada Dia. Tak ada keputusan yang lebih adil dari pada keputusan-Nya.


Jika seseorang tidak beriman pada hari pembalasan, maka dia akan berbuat sesuka hatinya, karena ia merasa perbuatan yang telah ia kerjakan tidak akan dihitung lagi. Nah, apakah kita termasuk orang yang beriman atau tidak?. Allah Yang Maha Pengampun akan mengampuni setiap hambanya yang bertaubat. Kalaulah bukan karena kasih dan sayang-Nya, maka tak seorangpu yang berhak masuk surga-Nya. Karena tak akan ada amal seorang makhluk pun yang bisa mengimbangi nikmat-nikamt yang telah diberika-Nya. Jika orang yang bermal saja tidak bisa dijaminmasuk surga-Nya, lalu bagaimana orang yang lupa akan hari perhitungan????.


Yang kelima. CINTA MAKHLUK LUPA SANG KHALIK

Jika ada makhluk, pasti ada khalik. Jika ada benda, pasti ada yang menjadikan. Demikian juga dunia dans egala isinya ini. Tidak ada satupun yang terjadi dengan kebetulan. Teori Evolusi Charles Darwin yang mengatakan kehidupan ini tidaklah hasil ciptaan tuhan, tetapi hasil proses yang cukup lama. Sedikit demi sedikit makhluk yang pernah ada berubah bentuk atau berevolusi ke bentuk yang lain. Dari ikan, misal menjadi kadal, dsb. Teori yang bertahun-tahun dipertahankan oleh ilmuan Barat ini telah runtuh oleh keangkuhannya sendiri. Harun Yahya, ilmuan islam yang mengungkap rahasia penciptaan Allah membantah teori Darwin ini. Dalam buku maupun VCD yang telah kita baca dan saksikan mengungkapkan adanya kekuatan yang luar biasa yang mengatur seluruh kehidupan ini. Beliau mencontohkan DNA yang ada dalam darah manusia yang cukup komplit. Mustahil seklai jika kekomplitan itu tidak ada yang mangaturnya. Beliau menegaskan tak ada satuhal pun dalam dunia ini yang terjadi dengan kebetulan. Dimulai dari ledankan dahsyat atau yang dikenal dengan "BIG BANG" sebagai awal bermulanya kehidupan di bumi ini, hingga gambaran-gambaran perjalan sejarah manusia, terekam jelas dalam pemaparan Harun yahya.

Jika secara sains telah dibuktikan bahwa ada satu zat yang Maha Kuasa mengatur dunia ini, kenapa masih saja kita tidak percaya. Dalam al-Qur'an pun Allah banyak berfirman tentang kekuasaan-Nya. Namun orang-orang kafir tidak mengambil pelajaran dari ayat-ayat atau tanda-tanda kekuasaan Allah ini, sehingga mereka masih tetap dalam kekafirannya.


Jika makhluk telah lupa pada Sang Khalik, maka Allah pun akan melupakan makhluk itu. "Ingatlah Aku, niscaya Aku akan mengingatmu. Bersukurlah padaku dan janganlah kamu kufur….",

Tidak ada komentar:

Posting Komentar