Kamis, 20 Januari 2011

Empat Kunci Rumah Tangga Bahagia

1. Saling menghormati. Cinta memang alasan utama kita menikahi seseorang. Namun cinta tak akan bisa bertahan tanpa rasa saling menghormati. Menghormati bukan berarti tunduk, melainkan komitmen untuk saling mendukung pasangan dalam keadaan seperti apapun. Seburuk apapun keadaan pasangan, tak ada satu alasan pun yang membolehkan Anda menghinanya. Ingat, semua aib pasangan, juga merupakan aib Anda. Kegagalannya juga merupakan kegagalan Anda.
2. Menjaga keintiman. Menikah berarti menjalankan babak baru dalam kehidupan cinta Anda. Akan ada banyak perubahan yang terjadi jika dibandingkan dengan masa-masa pacaran. Saat menikah, keintiman terkadang terlupakan. Terlalu sibuk mencapai tujuan hidup atau sekadar mengejar materi seringkali membuat para pasangan lupa untuk menunjukkan rasa cintanya.
Untuk itu selalu sediakan waktu untuk pasangan Anda. Kecupan manis dan kata-kata cinta yang tulus akan kembali membangkitkan keintiman Anda. Anda dan pasangan juga tak akan pernah lupa alasan kalian saling jatuh cinta.
3. Kerja tim. Setelah menikah, Anda dan pasangan adalah sebuah kesatuan. Tak ada lagi 'Saya' atau 'Dia', yang ada hanya 'Kita'. Untuk itu Anda harus menyusun cara kerja tim yang sesuai. Jangan saling memaksakan pandangan. Menyatukan dua pikiran dari latar belakang yang berbeda tak pernah mudah. Namun jika Anda dan pasangan saling mendukung, hal itu sangat mungkin dilakukan.
4. Menjaga komitmen. Menjaga komitmen sangat penting dilakukan. Hal ini akan menambah rasa percaya diri Anda dan pasangan terhadap pernikahan kalian. Anda dan pasangan pun tak akan mudah digoyahkan oleh cobaan yang melintang.

Selasa, 04 Januari 2011

Cara Sederhana Mencintai Wanita

Wanita menyukai pujian. Tak mengherankan jika memuji dapat menjadi cara paling sederhana yang bisa dilakukan pria untuk membuat pasangannya merasa dicintai dan diperhatikan.
Bahkan, jika hal ini menjadi kebiasaan, pujian dapat membantu membuat hubungan Anda dan pasangan kian langgeng. Namun sayangnya, kebanyakan pria mengabaikannya. Setelah hubungan berjalan lama, biasanya mereka menganggapnya pujian tidak relevan lagi.
Pujian juga dapat dimaknai sebagai hadiah istimewa bagi orang lain. Dalam suatu hubungan, pujian merupakan sumber dorongan bagi pasangan. Misalnya, memuji seorang wanita yang sukses menurunkan berat badan, ini bisa membikin dia makin bersemangat untuk diet dan menjaga bentuk tubuh.
Pujian juga bisa menjadi cara membangun kepercayaan diri wanita. Memuji di kala dia berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan, dapat menaikkan kepercayaan dirinya sekaligus meningkatkan keharmonisan hubungan.
Memuji itu seni. Untuk mengetahui caranya memang tidak sulit. Tapi, saat menyampaikannya tidak bisa asal mengeluarkan kata-kata indah karena bisa salah. Berikut ini beberapa tips yang akan membantu Anda memberikan pujian dengan cara tepat, dikutip dari laman Dating Tips.
- Pujian tulus
Pujian tidak boleh sekadar untuk mencari perhatian wanita. Inilah yang terjadi selama ini. Kebanyakan pria kurang tulus saat memberikan memuji pasangan. Padahal, itu dapat mengurangi nilai seorang pria di mata wanita. Kaum hawa menginginkan pasangannya memuji dengan tulus.
- Pujian terbaik
Wanita menyukai pujian yang cerdas dan rinci. Jadi, tidak hanya pujian singkat, seperti "Pakaianmu bagus" atau "Kamu cantik". Ini tidak akan membuatnya terkesan.
Wanita ingin mendengar penjelasan lebih banyak, misalnya Anda menjelaskan di mana letak bagusnya atau di mana letak kecantikannya. Makin rinci pujian Anda, hatinya makin melambung.
- Sering dipuji
Kebanyakan wanita tidak cukup hanya mendapatkan sekali pujian dari pasangan. Mereka menerjemahkan pujian juga sebagai bukti bahwa pasangannya selalu memikirkan dirinya.
Bila pujian hanya disampaikan sebulan sekali, biasanya hubungan tidak terlalu bergairah. Pujian harus diberikan sesering mungkin (tidak peduli apakah yang dipuji sebenarnya hal sepele) selama disampaikan dengan tulus, akan membuat hubungan makin kuat.
- Pujian di tempat umum
Pujian yang tulus memiliki efek yang lebih besar jika disampaikan di depan teman-teman atau keluarga. Pujian yang diutarakan di depan orang lain akan membuatnya merasa bangga. Dia akan memaknainya sebagai ekspresi penghormatan dan penghargaan Anda kepadanya.
Sayangnya, saat ini banyak pria yang mengabaikan hal ini. Padahal, saat-saat seperti itu harusnya menjadi bagian terpenting untuk membuat pasangan bahagia.

Minggu, 02 Januari 2011

Target untuk tahun 2011

Artikel ini pernah dikirim tepat tahun baru lalu, dan tetap saja kontekstual untuk renungan tahun ini.
Saya yakin banyak di antara kita yang sudah mempunyai target atau keinginan untuk dicapai di tahun 2011.
Tapi apakah kita sudah membuat target atau rencana tertulis?
Kalau cuma sekedar "Saya ingin tahun 2011, lebih baik" wah, maaf itu "OMONG KOSONG"
Kita harus membuat rencara tertulis dan detail, jadi harus di tulis! tulis! dan tulis!
Jika ingin ada perubahan yang monumental, maka kita harus memulai dengan langkah di antaranya :
1. Buat rencana tertulis (kalau bisa divisualisaikan), misalnya :
Pekerjaan : Saya ingin naik jabatan atau karir!
Saya ingin punya proyek baru! Saya ingin punya bisnis baru!
Keuangan : Saya ingin penghasilan meningkat!
Aset : Saya mau punya mobil baru! Saya mau beli rumah!
Keluarga : Saya ingin anak-anak lebih baik
Saya ingin hubungan suiami istri lebih harmonis.
Keagamaan : Saya ingin iman meningkat
Kepribadian : Saya ingin menjadi lebih baik
Catatan : Kalau perlu rencana jangka panjang. Tulis dream atau keinginan setinggi-tingginya jangan batasi dengan kemampuan yang ada saat ini.
Jack Canfield pernah menulis cek US$ 100.000 untuk dirinya, ia tidak tahu nanti dapat dari mana, pokoknya dia tulis dan ditempel di langit2 tempat tidurnya. Tiba-tiba ia dapat bisnis dan untung US$ 100.000. Lalu ia pikir, kenapa tidak coba
US$ 1 juta, lalu ia tulis check untuk dirinya senilai US$ 1 juta.
Dan ia berhasil mendapat US$ 1 juta pertamanya dari buku Chicken Soup of the Soul.

Bill Clinton memajang gambar gedung putih di depan meja kerjanya, setiap hari ia melihat gambar gedung putih dan percaya "One day I will be there" dan ia menjabat 2 kali masa jabatan.
2. Target harus detail. Kalau cuma sekedar tulisan di atas , masih "SAMA AJA BOHONG", juga tidak banyak merubah apa apa, tapi rencana harus detail.
Pekerjaan : Saya ingin naik jabatan atau karir! (Naik jadi apa, penempatan di mana?).
Saya ingin punya proyek baru! (Proyek sebesar apa? Dimana?).
Saya ingin punya bisnis baru! (Bisnis bidang apa? mulai bisnis di mana?)

Keuangan: Saya ingin penghasilan meningkat! (Penghasilan dari mana? dari pekerjaaan sekarang saja?
atau dari penghasilan lain?)
Aset : Saya mau punya mobil baru! (Merknya apa? warnanya apa? automatic atau manual?) Saya mau beli rumah! (Sebesar apa? lokasinya?

Keluarga: Saya ingin anak-anak lebih baik (Jadi lebih baik bagaimana? tidak berbohong lagi? Tidak pre occupied dengan Handphone, tidak membuat masalah? )
Saya ingin hubungan suami istri lebih harmonis. (harmonis bagaimana? tidak berdebat lagi? hindari kekerasan? lebih sering jalan2, kurangi shopping - wah bad idea buat ibu-ibu ya-, lebih sering di rumah?)
Keagamaan : Saya ingin iman meningkat (apa sering ke rumah ibadah, perbanyak puasa senin kamis, perbanyak tahajud, menambah hapalan?, ikut pengkajian agama?)
Kepribadian : Saya ingin menjadi lebih baik (jadi lebih jujur, tidak suka emosional, dsb)

3. Buat rencana, check list dan pentahapan untuk mencapai target
Rencana cuma dua " Membuat Rencana GAGAL" atau "Gagal membuat rencana"
Semua pasti tidak mau membuat rencana gagal, tapi banyak yang gagal membuat rencana.
Kita harus membuat tahapan untuk mencapat target kita
Salah satu kunci kesuksesan Michael Jordan adalah, ia selalu membuat target dan menyederhanakan pentahapannya.
Dalam setiap pertandingan ia mempunyai target skor pribadi.
Lalu ia membagi, setiap 5 menit berapa skor yang harsu dicapai
Setiap satu menit harus berapa.
Jadi dalam pertandingan ia sudah mengukur targetnya tercapai atau tidak, kalau belum ia tingkatkan mobilitasnya.
Kalau ada yang memblok Jordan, seusai pertandingan ia mencata-nama nama yang membloknya.
Dan di masa depan ia bertekad menaklukkan mereka.

Sekarang bagaimana rencananya, tahapannya?
Pekerjaan: Saya ingin naik jabatan atau karir! (lewat jalur mana, harus melakukan apa?)
Saya ingin punya proyek baru! (hubungi siapa, mengirim proposal kemana?)
Saya ingin punya bisnis baru! (siapa partnernya? dimana bukanya?)

Keuangan: Saya ingin penghasilan meningkat! (Sumbernya dari mana, selain pekerjaan sekarang?)
Aset: Saya mau punya mobil baru! Saya mau beli rumah! (Sistem pembayarannya? Ke Bank mana apply?)
Keluarga: Saya ingin anak-anak lebih baik (Acara apa yang sebaiknya diadakan untuk mempererat keluarga, jalan jalan kemana?)
Saya ingin hubungan suiami istri lebih harmonis (harus buat program apa? honey moon lagi?)
Keagamaan: Saya ingin iman meningkat (mau ikut pengkajian agama di mana, siapa guru agama yang OK, kumpul dengan komunitas apa sebaiknya?)
Kepribadian: Saya ingin menjadi lebih baik (Baca buku apa sebaiknya, kumpul dengan siapa sebaiknya)
Ini sekedar ide, silahkan buat plan masing-masing.
Anda akan takjub menyadari betapa plan tertulis untuk pribadi akan begitu powerful untuk mengubah hidup Anda.

Kamis, 16 Desember 2010

Nice Story

Petugas kebersihan berseragam biru-biru, Bandara Soekarno Hatta, mengambil beberapa potong kertas dari  bawah kursi ruang tunggu VIP yang telah sepi. Memasukkannya kedalam kotak orange yang sejak seharian selalu menemaninya. Dilihatnya sebuah Koran di kursi paling pojok. Diraihnya, sebelum Ia tersadar di balik Koran itu ada sebuah buku bersampul biru. Milik siapakah buku ini? Kasian sekali pemiliknya, pasti sangat merasa kehilangan. Dia buka cover buku itu. Halaman pertama. Sepotong tulisan pendek… “Samudra” Tangan tuanya membalik lembar pertama dengan hati-hati seolah takut mengotori lembaran bersih buku itu. ***
(Biru, seorang yang selalu aku cintai, semoga Tuhan selalu bersamamu. Mendekapmu dalam kasih-Nya).
***
Diurungkan niatnya untuk membalik halaman kedua. Merasa tidak memiliki kewenangan untuk membaca buku milik orang lain. Di letakkan buku itu pada tempat semula. Kemudian membalikkan badannya dan beranjak pergi. Baru beberapa langkah, dia berhenti. Seandainya, ada orang yang mengambilnya?!
***
Rumah kontrakan yang sempit itu adalah satu-satunya tempat Ia bernaung dari panas dan hujan, selama ia mencari nafkah di kota besar ini, untuk menghidupi keluarganya yang Ia tinggalkan di kampung halamannya. Setelah melepas lelah dan makan malam alakadarnya, ia merebahkan badannya. Pandangannya terhenti pada
sebuah buku di atas lemari tua, satu-satunya benda dalam ruangan itu. Buku bersampul biru yang tadi siang Ia temuakan di bandara tempat Ia bekerja.
***
Aku bangkit dari kursi setelah layar monitor komputerku mati. Kuhampiri jendela lantai dua puluh satu apartemenku. Lalu lintas di bawah sana masih sangat ramai, kulirik jam tanganku, menunjukkan jam 17.35. Pantas saja suasana lalu lintas begitu ramai, dan pantas saja perutku terasa sangat perih. Jam makan siang sudah jauh terlewat rupanya, bahkan sarapanpun merupakan hal yang aneh bagiku. Kusambar jaket kulit kesayanganku, kukenakan sambil berjalan menuju Lift. Kunyalakan Pak menteri B. 511 BR, mobil besar kesayanganku. Sepuluh menit kemudian aku sudah berada di antrean panjang, sepanjang pusat perkantoran di kota tempat tinggalku saat ini. Akhirnya aku memutuskan untuk memilih spagheti house untuk mengisi perutku yang semakin perih. Ku hampiri satu-satunya meja yang kosong di pojok kanan restoran tersebut. Rupanya banyak juga yang telat makan. Akh, sok tau sekali aku. Mungkin mereka hanya menghabiskan waktu menunggu  lalu lintas agak sepi untuk menghindari macet, jadi sekedar duduk-duduk bersama temannya. Tertawa dan bercanda sambil melepas lelah setelah seharian bekerja. Aku memesan Cheese Burger dan segelas cola dingin. Sambil menuggu pesanan, aku buka majalah yang tadi sempat aku beli di depan restoran,
mmm..tidak ada yang menarik perhatianku.
****
Pesananku datang tepat ketika Lima orang anak remaja laki-laki dan seorang perempuan masuk dan langsung jadi pusat perhatian! “Hahahahaha, give me five…” “Lo keren banget waktu maen tadi Sha! Sumpah..!” “yo'a, guee!” Si gadis yang dipanggil “Sha” dengan bola basket ditanganya hanya tersenyum. Gadis itu mengingatkan aku pada sosok “Biru”, satu-satunya gadis paling cuek yang pernah aku kenal yang hingga saat ini tidak mau beranjak dari hatiku.. “Tuhan, apa kabar Biruku…?” bisikku dalam hati. “Sha.. lo mo makan apa?” “mmmm… bentar masi bingung, aku masiiii seneng bangeeeet, aku nggak ngira bakal menang Jo.. ” Tuhan, aku nggak ingin memandang ke arah mereka, tapi sialnya mejaku persis di sebrang meja mereka. Gigitan pertama di Cheese Burgerku terasa sangat pahit menyaksikan kehangatan  mereka, menyaksikan cara bicara gadis itu, tawanya, senyumnya.. Akh Tidak! Terbayang dengan jelas sosok Biru lima tahun yang lalu, sama persis dengan gadis pemain basket di depanku! Sejak kecil aku selalu merasa bahwa aku adalah makhluk yangaling dimanjakan oleh Tuhan didunia ini. Bagaimana tidak, akumemiliki orang tua yang penuhcinta dan kehangatan. Mom yangcantik, lembut. Dad yang gagahdan menyenangkan. Aku tidakpernah kekurangan apapunselama hidupku.Tapi pada akhirnya semuaberubah begitu cepat. ketika akuberanjak dewasa dan jatuh cintapada seorang bernama Biru .Seorang perempuan biasa yanglembut, ramah, penuh cinta tapisangat memegang prinsip.“Sam, kamu tahu kita berbeda,kita tidak bisa bersama. Agamayang aku yakini, melarang akumenikah dengan kamu. Aku tidakbisa melanjutkan ini. Ingat Sam,ketika kita sedang berjalan ditepi pantai, semakin kitaketengah akan semakin sulit kitakembali. Selagi kaki-kaki kitabelum basah, selagi kita masih ditepi, sebaiknya kita kembali. Akutidak bisa menjadi kekasihmu. ”saat kau mengucapkan itu, akumelihat dari sorot matamu yangpaling jujur dan aku sangatmeyakininya. rasa cintamupadaku sebesar rasa cintakupadamu. Kenapa pergi Biru?!kenapa?!Tuhan menciptakan sebongkahyang bernama “perasaan” yangindah, tapi sangat sulit akupahami.Begitu pahit dengan cerita sedihyang tidak berkesudahan karenasebuah perbedaan. Tapi jugamembawakan sebongkahkebahagiaan yang tak terhingga.Itulah terakhir aku melihatnya..
***
Hampir satu jam aku berada dipelataran parkir. Tak terasapipiku basah.Ku kenakan kaca mata hitamku.Menghidupkan pak menteri dankeluar dari pelataran parkir.Beberapa orang gadismenatapku, bahkan ada yangnekad berteriak “hai gondrong,godain kita dong..”“so cool banget seeh..”Akh, peduli apa dengan mereka.Inilah aku. Inilah hidupku.Aku membuka pintuapartemenku. Sepiiii… setiap hariselalu seperti ini. Sepiii.. dansepiii..Ku hempaskan tubuhku di ataskarpet di samping tempat tidur.Ku buka laci kecil dan kukeluarkan beberapa pilpenenang dari botolnya.Ku isap dalam-dalam Malboroku.Pahit tercekam ditenggorokanku. Tenggorokankumakin sesak saat kuingat adegandi spagheti house tadi.Sedang apa Biru sekarang..?Semua kenangan seperti filmyang diputar kembali dalamingatanku. Tentang sosokbernama Biru, pertama kalibertemu dengannya saat akudatang ke satu kota untuk ikutujian masuk perguruan tingginegeri.Tidak ada kesan apapun tentangBiru, tapi setelah hampir setiaphari minggu sepulang dari Gerejaaku bertemu dengan dia. Masihtidak ada yang istimewa.Akhirnya aku harus bertemusetiap hari dengan Biru disebuah tempat bimbinganbelajar favorit di kota itu.Masih belum ada yang istimewa..Sampai suatu sore, aku papasanditempat parkir dengan Biru,pandangan kami bertemu, itulahpertama kalinya aku bertatapandengan Biru, saat memandangke dalam matanya ada yangbergetar di dalam sini, dan akutidak tahu itu apa.“Hai..” sapaku“Hai juga.” Biru tersenyumlembut sekilas, tapi sungguhsenyumnya membuat aku salahtingkah.Aku membenikan diri..“Aku Samudra, panggil aja Sam,kita sekelas tapi nggak kenal..”“Aku Biru..”Sejak perkenalan itu, selain ditempat les, kami sering bertemutanpa disengaja, di toko buku, ditoko kaset, di taman bacaan, dilapangan olah raga umum.Biru sipecinta basket.Ntah mulai dari mana, aku makindekat dengan Biru. Biru yangperiang. Biru yang tidak pernahkehabisan ide. Dengannya akubisa tertawa sekeras-kerasnya.Setiap hari minggu, sepulangdari Gereja aku menjemput Birudari mentoring di ITB (sejenissekolah minggu mungkin kalo diagamaku).Aku mulai sering rindu tawanya.Kejahilannya. Ide-ide segarnya.Tidak pernah sekalipun akumerasa bosan ada disampingnya.Aku masih ingat ketika denganhalus Ia menepis tanganku, saattanganku hendak menyentuhpipinya ketika dia menangis.Biru tidak pernah membiarkan
aku menyentuhnya. Diamenyampaikannya begitu halus,kenapa dia tidak mau disentuh.Alasan yang tidak aku pahamipada mulanya, muhrim, khalwat,dan lain-lain. setelah aku kenalRaffa barulah aku mengerti.salahkah aku semakin inginmemilikinya.Isakku tak dapat ku tahan lagi.Aku sangat merindukan Biru.Aku tahu ini sangat cengeng, tapiseolah-olah biru sudah masukkedalam darahku, menyatudengan hatiku, pikiranku. Hah!Ini sungguh gila!Terakhir aku melihatnya limatahun yang lalu sebelum akumemutuskan lari dari rumahsuatu malam di mana untukpertama kalinya tangan Dadmenyentuh pipiku! Lebihtepatnya menampar pipiku!Hardikkannya masih terngiangditelingaku!“Mempelajari Islam?!”“Apa maksud kamu?!!”“Tidak!”Rasa sakit di wajahku tidak
seberapa, tapi sakit di dalam siniyang tak terhingga.Memang aku yang bersalah. Akumelakukan sebuah kesalahanyang tak termaafkan. Aku pantasuntuk mendapat tamparan dariDad.Aku begitu merindukannya.Biru …!Kenangan akan Biru mengusikkukembali.Lima tahun sudah semuanyaBerlalu. Dalam lima tahun itu akutidak pernah berhenti mencaritahu tentang Biru. Aku tahupersis dimana dia berada. Akutahu betul dia sekolah dimana.Aku tahu betul Biru tidakmemiliki kekasih, sampai denganhari ini. Dan benar atau tidak,aku yakin masih ada cintauntukku di hatimu.Sempat terlintas untukmenelponnya saat aku akandiambil sumpah. Seandainya Birutahu, aku berhasil jadi Dokter.Tapi aku belum sempat berbuatuntuk sesame melalui profesiku.
Ntahlah Biru..Aku memang seorang laki-lakiyang egois, aku tidak mudahbergaul, aku tidak punya banyakteman. Aku terlalu sombong danangkuh untuk menunjukkanbahwa aku membutuhkanseseorang.Aku memang terbiasa mandiri.Dan aku mampu melakukanapapun sendiri. Sangat mampu.Yang aku tidak mampu lakukanadalah … berhenti mencintaimu.Berhenti memikirkanmu.Aku bukan orang yang cengengBiru, kamu tahu seumur hidupku,baru tiga kali aku menangis.Tapi hari ini sudah lebih dari duakali aku menagis. Hari ini saja.Aku kesepian Biru..Semakin deras isakku. Aku raihponselku, kutekan sederetnomor yang sudah sangat akuhafal. Hanya saja aku tidaksanggup untuk menyimpannyadi dalam phone bookku.“Halloo.. Assalamualaaikuum…”“Hallo… siapa ini”………………………………Bergetar hatiku mendengarsuara yang sudah sangat akukenal, aku tidak bisa berkata apa-apa.Dinginnya AC ruangan kamarkumembuat hatiku semakin dingindan membeku.Ku hisap rokok terakhirku, pahit.Sepahit apa yang aku rasakansaat ini. Hatiku berdarah.Dengan pakaian lengkap,kubiarkan air dingin deras darishower membasahi rambut danseluruh tubuhku.Cairan hangat semakin derasmengalir di pipiku bersatudengan pancaran air shower.Kelepaskan tangisku sekuatnya,isak yang tadi kutahan pecahsudah. Membuat guncangan dibahuku. Lebih dari satu jam akumenangis di bawah shower.Ku kenakan handuk untukmembungkus badanku yangmulai mengigil. Handukkulangsung basah seketika, daribaju yang aku kenakan.Sayup-sayup terdengar suaraadzan. Hampir setiap subuh akumendengarnya, karena belumsempat memejamkan mata dantertidur.Malam-malam yang panjangkulewati dengan kerja dan kerjamengejar deadline tulisan-tulisanku. Sejak mengenal Biruaku mulai suka menulis dansanggup menghabiskan waktuberjam-jam di depan laptopku.Beberapa karyaku bertebaran
diluar sana.Suara adzan itu tidak pernahsekalipun membuat aku beranjakuntuk shalat. Aku merasa Tuhantidak adil, setelah aku masukIslam, setelah aku belajar banyakhal tentang Islam, setelah akumerasakan perihnya tamparanDad dipipiku. Setelah itu semua.Tuhan tetap saja tidak Bisamempersatukan aku denganBiru.Biru tetap jauh, bahkan semakinjauh, dan semakin sulit akujangkau.Ntah kenapa, pagi ini aku begiturindu shalat. Sesaat aku ragu,masih hafalkah aku bacaanshalat?Apa benar yang dikatakan Raffabahwa aku belum kaffah!Apa itu kaffah?!Apa benar aku tertarik Islamkarena aku menginginkan Biru?!Air wudlu membasahi wajahsembabku, ku ambil sajadahberwarna biru.Aku rentangkan dengan lembutdi atas karpet, lagi-lagi berwarnaBiru.Aku angkat kedua tanganku.Aku menyebut nama-NYa..Bergetar hatiku ketika nama-Nya.Tidak aku duga, bacaan shalatmasih melekat kuat dalamingatanku.Ruku.Sujud.sujud.…Rakaat pertamaku lancar.Rakaat kedua, agak terbata-bata,suaraku tersekat ditenggorokan,saat cairan bening mulai terasahangat di kedua pipiku.Aku meleleh, berserah dirisepenuhnya.Aku serahkan diriku, hidupkudan segala asa yang ada kepadaTuhan, pemilik hidupku.Aku mohon ampunan atas segaladosa, pengkhianatan danpengingkaranku akan kehadirandan cinta-Nya selama ini, begitulama aku berpaling dari-Nya.Begitu lama aku melupakan-Nya.Begitu lama aku hidup dalamkesendirianku tanpamemperdulikan dan tanpamengingat-Nya.Angkuh!Arogan!Aku pura-pura dungu!Pura-pura tidak tahu siapapemilik hidupku.Begitu lama aku terlena danmenggantungkan harapan padaBiru yang juga hanya sekedarmakhluknya, sama dengan aku.Sama dengan yang lain.Sujud terakhirku begitu lama,begitu dalam. Aku sungguh-sungguh merasakan kehadiran-Nya, keindahan berdua sajabersama-Nya. Begitu terasatangan kasih-Nya, mendekapkupenuh cinta.Inilah cinta yang selama ini akucari, Membuatku makin melelehdalam rasa damai.Begitu ringan rasanya tubuhku.Begitu ringan rasanya kepalaku.Beban yang selama inimenghimpitku hilang seketika.Sesak di dadaku hilang dalamsekejap.Maafkan aku Tuhan…Seandainya aku tau bagaimanakeindahan dan kenikmatan yangtak terhingga saat bersama-Muini sejak lama.Tidak akan pernah aku berpaling.Tidak akan pernah akumendustakan kasih dan cinta-Mu.Nyaman tak terhingga, damaiyang utuh. Penuh, menyeluruh.Masih dalam sujud terakhirku.Hening.Suasana dalam ruangan kamarkuhening. Hanya terdengar detakjam dinding.Aku masih sujud dan engganmelepaskan hangat dandamainya berada dalamdekapan-Nya.Kubiarkan diriku disana, dalamsujud panjangku.Perlahan aku rasakan sosok Birumenjauh.Menjauh..Tapi…Dia tersenyum, senyuman yangsudah sangat aku kenal.Apa betul yang aku rasakan ininamanya ikhlas seperti yangdikatakan Raffa.Hening…Tak kudengar lagi suara detakjam dinding kamarku.Tak kudengar lagi suara isaklembut karena bahagia.
***
Biru, pagi ini aku ada di BandaraSoekarno Hatta. Aku akan pergimenunaikan tugasku.Aku harus pergi ke Daerah untukmengabdikan diriku,mengamalkan ilmuku, banyakmereka yang membutuhkanuluran tanganku.Biru, aku sudah menitipkanmupada Tuhan. Aku sudahmelepaskanmu, bukan berartiaku melupakanmu.Aku berani melepasmu, karena-Nya.Berani bukan berarti tidak takut,Biru. Tapi ini pilihanku.Dan aku harus memilih.Benar apa yang kamu katakan,saat itu aku membiarkan kakikuterus berjalan, hingga ketengah,dan aku terluka oleh goresankarang saat aku ingin kembali.Biru, aku akan ke Yogya, disana
aku akan mulai semuanya dariawal, aku akan melakukanbanyak hal untuk saudara kitayang sedang menerima indahnyaujian dari Tuhan..Biru, ini terakhir kalinya akumenulis tentang perasaankupadamu.Mungkin aku tidak akan pernahmenulis lagi.Aku hanya akan menulis betapaindahnya mencintai yangseharusnya kita cintai..Yaitu mencintai-Nya, Biru..Mencintai Tuhan kita..Aku bersyukur Tuhan telahmerengkuhku, dengan caran-Nyasendiri yang begitu unik, yangtidak pernah kita sangka, tidakpernah kita duga.Aku merasa Tuhan bicara padakumelalui sederhananya kamu,bersahajanya kamu, polosnyakamu, apa adanya kamu..Terima kasih Tuhan..sudah saatnya ku kembalikansemua kepada Engkau, Tuhan.
***
Petugas kebersihan bandara itu,menutup lembar terakhir bukubersampul biru dengan gambarTulip kecil sebagai hiasancovernya.Tangan tuanya itu menyeka airmata yang membasahi wajahpenuh garis-garis.Dengan kaki yang mulai terasakesemutan, dia mencoba berdiri.Dibukanya lemari pakaian tuanya,buku itu diselipkan dengan hati-hati diantara beberapa lembarpakaiannya yang terlipat rapi tapisudah sangat usang. Diusapnyadengan lembut buku itu.Sekarang Ia tahu buku itusengaja ditinggalkan, mungkinSam sudah memiliki buku Biruyang baru.Direbahkan tubuhnya diatastikar, sebait doa lembut nan tulusterdengar lirih dari bibir tuanya,untuk seorang Sam, pemudayang tidak pernah dikenalinya.Doa yang tulus, doa yang tanpapamrih. Terpujilah cintamu Sam,engkau kembalikan pada satu-satunya Dzat yang memang layakkamu cintai sepenuhnya.Semoga, Tuhanmempertemukanmu Dengan Birudalam satu ikatan suci kelak, ahseandainya Biru tau bahwa Samsudah menjadi seorang muslimsejak lama.

Senin, 13 Desember 2010

Ingin Bahagia?

Para ilmuwan Australia membuka bocoran mengenai kunci kebahagiaan seseorang. Artikel yang dimuat dalam jurnal ilmiah populer The Science Psikologis memuat beberapa prasyarat sebuah kebahagiaan.
Menurut mereka, syarat kebahagiaan adalah
1. memiliki gaya hidup sehat
2. kemampuan untuk bermimpi
3. penetapan tujuan yang tepat
4. kepercayaan untuk merealisasikan tujuan
5. memiliki semangat dan rasa cinta
6. memiliki hubungan sosial yang sehat
7. memiliki pasangan hidup yang tepat
Peneliti menggarisbawahi bahwa pasangan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kebahagiaan. Sebab, adanya ketidakcocokan dalam keluarga akan menyebabkan kegagalan dalam bidang hidup lainnya.
Sebaliknya, pasangan yang tepat akan menciptakan sebuah hubungan yang aman dan tenang sebagai dasar bagi kebahagiaan keluarga.
Temuan mengejutkan lainnya adalah bahwa uang tidak mempengaruhi kebahagiaan seseorang. Menurut penulis, seperti dilansir Genius Beauty, uang dan kekayaan hanyalah bagian dan konsekuensi dari lima hal, di antaranya pekerjaan dan kesenangan.

Minggu, 12 Desember 2010

Berhala Batu Vs Berhala Nafsu

Bismillahi Rohmanirohiim 

Bila manusia tidak kenal Allah, manusia tidak akan mencintai-Nya.Bila manusia tidak kenal Allah, manusia tidak akan takut kepada-Nya. Sedangkan cinta dan takut kepada Allah itu sumbu dan memberi kebaikan dalam hidup di dunia ini. Tanpa cinta Allah, manusia tidak akan dapat mengasihi sesama. Tanpa takut kepada Allah, manusia tidak akan dapat dikontrol kejahatan dan kelicikan tipu dayanya.


 Orang yang mencintai Allah akan lunak, mesra dan sayang kepada sesama manusia. Karena apa?
Karena Allah menyuruhnya berbuat begitu. Iman kepada Allah adalah dasar dan inti untuk berkasih-sayang. Justru, Rasulullah saw mengingatkan, tidak sempurna iman seseorang sehingga dia mengasihi saudaranya seperti dia mengasihi dirinya sendiri. Iman dan kasih sayang itu bagai irama dan lagu - keduanya tidak dapat dipisahkan. Teguh iman, kokoh persaudaraan.Tidak ada kebaikan kepada Allah melainkan dalam kebaikan sesama manusia. 

Memberi salam kepada orang lain mengundang kesejahteraan dari Allah. Menziarahi saudara kita akan dilimpahi kasih-sayang Allah. Membantu menyelesaikan masalah seseorang, Allah janjikan untuk menyelesaikan masalah kita. Tidak ada dikotori antara hubungan Allah dengan hubungan sesama manusia. Keduanya saling terkait dan dekat satu sama lain.

Lalu, saat kasus dera bayi dan penzaliman terhadap anak kembali merajalela dalam masyarakat dan kita ditanya apakah penyebabnya? Apalagi jawabannya kalau bukan karena manusia tidak kenal Allah. Tidak kenal Allah menyebabkan kita tidak cinta Allah. Dan bila tidak cintakan Allah, maka lunturlah kasih-sayang terhadap manusia. Itulah penyebab dera. Pada hal Islam menekan kan kasih sayang bukan saja kepada manusia malah ke tumbuhan dan hewan. Pada musim haji, para jamaah dilarang merusak pohon. 

Pada waktu berperang tentara Islam dilarang menebang pohon yang berbuah. Hutan jangan dipugar dengan mengabaikan kelestarian alam, itu haram. Itu kasih-sayang kepada tumbuhan. 

Sedangkan pada hewan pula ...Baginda  pernah bersabda, akan seseorang yang dimurkai Allah karena mengurung kucingnya tanpa diberikan makanan. Pisau untuk menyembelih binatang sangat perlu ditajamkan. Dan nabi Muhammad sangat melarang umatnya menyiksa binatang. Unta dan keledai jangan dibebani denganbebanan yang berat sehingga melebihi kemampuannya menanggung. 

Orang yang cinta Allah, akan mencinta makhluk-Nya. Orang yang mencintai makhluk yang di bumi, akan dicintai oleh makhluk yang di langit. Dan begitulah sebaliknya, jika orang tidak cintakan Allah, dia akan membenci makhluk-Nya. Bila dia membenci apa yang di bumi, akan mengutuknya apa yang di langit. Mengapa ada manusia yang sanggup mendera bayi dan anak kecil? Mengapa mereka tergamak melakukannya? 

"Sedangkan harimau yang ganas itu pun tidak mendera anaknya?"

Apakah manusia lebih ganas dari hewan? Apakah ada insan yang lebih kejam dari binatang?
Jawabnya, ya! Bila manusia tidak kenal Allah, manusia akan jadi lebih ganas dari hewan.
Pada skala yang makro, lihat bagaimana bom atom, senjata kimia dan nuklir telah membunuh ribuan, bahkan jutaan manusia. Manusia yang dibunuh manusia lebih banyak dari manusia yang dibunuh oleh hewan ganas. Pastilah, manusia lebih ganas dari harimau, singa dan buaya! Pada skala mikro, betapa banyak bayi atau anak-anak kecil yang dibuang, didera malah dibunuh oleh orangtua, tetangga atau manusia yang durjana? 

Padahal mengurung kucing tanpa diberi makan pun sudah dimurkai Allah, inikan pula menendang, menginjak dan mencekik bayi dan anak. Mengapa manusia kembali ke zaman Jahiliyah, yakni ketika umat Arab membunuh bayi-bayi perempuan mereka? Tentulah karena hati manusia yang mendera itu sama dengan hati orang Arab jahiliyah. 

Hati yang karat dengan berhala. Jika sebelumnya manusia menyembah berhala batu kini manusia (yang beragama Islam) menyembah berhala nafsu dalam diri sendiri.Nafsu menyebabkan hati nurani menjadi rapuh dan kotor. Nafsu menjadi pembuat sifat-sifat mazmumah seperti hasad dengki, pemarah, rakus, dendam, gila dunia, cinta nama dalam diri manusia. Dan bila mazmumah sudah bertakhta, kasih sayang dan cinta sesama manusia akan sirna. Kata orang, kemiskinan menjadi satu tekanan dalam diri orangtua sehingga tega mendera anaknya. 

Tetapi Siti Fatimah dan Sayidina Ali juga miskin tidak sampai mendera anaknya Sayidina Hasan dan Husein.
Kata peneliti lagi, karena manusia modern sering terancam, maka mereka sendiri menjadi pengancam ... tetapi sejarah hidup sahabat-sahabat Rasulullah menampilkan hakikat sebaliknya.
Pernah seorang sahabat Rasulullah saw dijadikan tawanan dan menunggu waktu untuk dihukum mati. Menjelang hukuman mati, Sayidina Khubaib meminta pisau untuk merapikan janggut dan misainya ... Pisau itu diberikan kepadanya. Namun entah bagaimana, seorang anak kecil dari kaum Kafir Quraisy telah pergi dekat dengan Khubaib dan bermain-main dengannya.Setelah menyadari hal itu, kaum Quraisy gempar dan berlari mendapatkan demi menyelamatkan budak tersebut. Mereka merasakan Khubaib pasti akan melukai anak kecil kaum yang akan membunuhnya nanti. Atau setidaknya menjadikan anak itu sebagai tebusan untuk menyelamatkan diri ... Apakah itu yang dilakukan Khubaib? Tidak, ia tidak melukai sedikit pun anak itu karena dalam hatinya ada iman. 

Subur iman, maka bersemilah kasih-sayang. Dan kasih sayang tidak akan tega membiarkan pemiliknya membenci apalagi mendera atau menyiksa sesama manusia. Itulah yang ada di dalam hati Khubaib, dan itulah yang tidak ada dalam hati para pendera saat ini.

 Bagaimana mengatasi masalah pelecehan sesama manusia?Tidak ada lain, melainkan setiap diri harus kembali mengenali dan mencintai Allah. Mungkin jawaban ini pun sulit diterima memandang umat Islam telah pun belajar tentang persoalan iman - percaya kepada Allah, percaya kepada malaikat dan lain-lain rukun iman disekolah. Namun mengapa masih terjadi kejahatan dan kemungkaran termasuk masalah pelecehan ini? Sangat besar bedanya antara tahu dan kenal. Tahu itu di akal, kenal itu di hati. Banyak orang yang tahu Allah Maha Melihat, Maha Mendengar dan sebagainya tetapi sedikit sekali yang benar-benar kenal akan sifat-sifat kesempurnaan Allah itu. 

Jika kita hanya tahu Allah Maha melihat tidak akan benar-benar mendorong manusia melakukan kebaikan dan meninggalkan kejahatan. Kalau manusia kenal sifat-sifat Allah, barulah dia merasa Allah melihat, mendengar dan sebagainya. Hanya bila seseorang merasa Allah melihat, mendengar, mengetahui dan sebagainya, barulah dia akan dapat menjalankan kebaikan dan meninggalkan kejahatan dalam hidupnya. Untuk mengetahui sifat-sifat kesempurnaan Allah cukup dengan belajar.Tetapi untuk mengenal dan merasainya, tidak cukup dengan belajar ... kita harus lebih dari sekadar itu. Bagaimana? 

Imam Ghazali rhm telah menjawab pertanyaan hati Anda dan saya dalam katanya: "Cara menambahkan keyakinan itu bukanlah dengan mengajar keterampilan berdebat dan berhujah akan tetapi caranya adalah menyibukkan diri dengan membaca Al Qur'an dan tahfiznya, membaca hadits dan maknanya serta sibuk dengan tugas-tugas ibadah. Dengan ini akidah anak-anak akan bertambah kuat ... " Hanya dengan itu barulah berhala nafsu dapat ditumbangkan. Dan hanya dengan itu pelecehan sesama manusia dapat dihapus. Jika tidak, percayalah pelecehan akan terus merajalela. Anak-anak didera oleh orangtua atau orang dewasa, buruh didera oleh majikan, pengikut didera pemimpin ... dan sikaya terus mendera simiskin. 

* Marilah kita bersama mencari cinta sejati kepada Allah agar dapat terus berkasih sayang. jangan tertipu dengan cinta palsu.

'Suntikan' Cinta untuk Pasangan Sibuk

Ikatan pernikahan yang kuat dan sehat membutuhkan nutrisi dan vitamin. Cara yang paling baik adalah suami dan istri menghabiskan waktu bersama, alias tetap berkencan di tengah kesibukan pekerjaan dan rumah tangga.
Jika waktu untuk berduaan sangat sempit karena berbagai persoalan yang menuntut perhatian, pasangan harus kreatif memunculkan ide berkencan. Masih bingung bagaimana caranya? tiru beberapa trik berikut seperti dikutip dari She Knows:
Mengenang kencan pertama
Menyusuri jalan tempat pertama kali kalian kencan, dan mengenang saat-saat awal bertemu akan menghidupkan kembali perasaan cinta yang menggebu. Ini seperti mendapat 'suntikan' cinta dalam pernikahan.
Kencan bertema
Kencan di restoran favorit atau melakukan kegiatan bersama yang diawali huruf acak bisa menimbulkan kreativitas dan ledakan perasaan menyenangkan.
Waktu bermain anak
Ada baiknya memanfaatkan waktu saat menemani anak bermain. Bergembiralah bersama pasangan dengan bermain bowling, mengantar anak bermain sepatu roda bersama atau cukup melihat matahari terbenam saat piknik .
Kencan berdasar musim
Anda dan pasangan bisa berkencan di berbagai cuaca. Saat udara hangat mencuci mobil bersama, berkebun atau piknik di taman. Bila udara dingin, Anda berdua bisa  berkencan di dapur membuat makanan atau kue lezat berdua.
Kencan tiap hari
Bila sangat sulit menjadwal kencan berdua, tuliskan 10 kegiatan yang bisa Dilakukan bersama seperti menjemput anak, berbelanja, memasak, membersihkan rumah atau berjalan-jalan di taman. Lakukan salah satunya minimal sekali seminggu.
Kencan spontan
Sekali-kali, keluar dari rutinitas harian dan pekerjaan. Hanya bersantai dan menonton bersama, berkemah, menonton bioskop atau sekadar saling bertatapan sambil menunggu anak pulang. Hal-hal remeh seperti ini bisa lebih romantis dibandingkan kencan sempurna.
Hubungan Intim
Salah satu kunci awetnya hubungan rumah tangga adalah hubungan seks sehat. Anda dan pasangan bisa menentukan waktu berduaan dengan spontan, bisa pagi, siang, malam atau mencuri waktu di sela-sela waktu istirahat. Kirim pesan nakal dan 'ajakan' yang hanya diketahui berdua. Kostum liar, mandi busa bersama, mainan baru bisa membuat hubungan makin lengket.
Gaya seks baru
Mengunjungi toko buku dan menemukan buku seks yang menginspirasi Anda berdua. Seni seks Kama Sutra atau Zen yang bisa Anda praktekkan bersama, atau mungkin menu afrodisiak yang membuat kalian segera 'panas'.
Berpetualang
Siapkan makanan kecil dan minuman, kamera, dan sambil berjalan malam tanpa tujuan. Lupakan urusan rumah tangga, keuangan dan anak-anak, ungkapkan perasaan masing-masing.
Spa malam
Siapa bilang tak bisa menyulap rumah menjadi spa paling romantis dan mewah? Siapkan peralatan spa termasuk musik, lilin, peralatan facial, pedikur, menikur.Lakukan perawatan bergantian dan biarkan tubuh yang berbicara.