Selasa, 30 November 2010

Dzikir dan Do'a dalam Kesulitan

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Dr. Davey John Schwartz dalam bukunya “Berfikir dan Berjiwa Besar” mengatakan bahwa “Kesulitan adalah batu asahan kehidupan, setiap puncak karir dicapai dengan jalan mengatasi kesulitan-kesulitan. Orang-orang yang berhasil adalah mereka yang bercita-cita dan mempunyai daya kemauan untuk memperkembangkan diri sendiri. Mereka itu banyak jumlahnya dan memang selamanya begitu bahwa kegagalan adalah hal yang biasa, sebagaimana sukses adalah hal yang luar biasa”. Memang masalah kesulitan itu tidak sedikit yang mengakibatkan kedukaan atau kesedihan, dan tidak sedikit pula menjadi berlarut-larut yang berakhir dengan keputus-asaan. Sedangkan yang putus asa biasanya menjadi lemah kemauan, bahkan sering memasabodohkan segala urusan, tidak mau campur dengan segala urusan orang lain dan keinginannya hanya menurutkan kemauannya sendiri. Tidak berfikir bahwa yang dikerjakan itu sesuai atau tidak sesuai dengan kemanusiaan. Biasanya kesulitan yang membawa kemelut ini adalah problem kehidupan sebagai pertanda pada awal suatu karir, dan bila menggunakan ilmu, sebenarnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi kesulitan ini sebagai ujian (testing mental), dimana dibalik kesulitan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyediakan pemecahan-pemacahannya yang berupa petunjuk-Nya.

Memang masalah kesulitan ini adalah masalah yang sudah biasa, artinya bukan hal yang asing karena orang yang ingin sukses tentunya meniti jembatan atau tangga terlebih dahulu. Seperti  halnya, anda belajar berenang, mula-mula merasa sulit, namun justru dengan kesulitan itu lah anda pandai berenang. Untuk memecahkan kesulitan sementara orang menganggap sukar, dan kesukaran itu sebenarnya ditimbulkan oleh fikirannya sendiri, karena adanya kesan “tidak bisa” memecahkannya. Biasanya, orang menggunakan otaknya, kemudian melibatkan fikirannya kepada kenegatifan sehingga tidak menemukan jalan keluarnya. Untuk itu, di samping adanya usaha lahiriyah mencari pemecahan, hendaknya kita menggunakan cara bathiniyah dan pembimbingnya adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Luangkanlah waktu tenang untuk mencari petunjuk melalui banyak berdzikir dan berdoa. Berdzikirlah dengan nama-nama Allah (asma’ul  husna) seperti “Ya Baari”, “Ya Syahiidu”, “Ya Mu’iidu”, sedangkan doa-doa adalah sebagai berikut :
  • “Laa ilaaha illallahul ‘azhiimul haliim. Laa ilaaha illallahu robbul ‘arsyil ‘azhiim. Laa ilaaha illallahu robbus samaawaati wa robbul ardhi wa robbul ‘arsyil kariim”. (Tiada ilah selain Allah. Dzat Yang Mahaagung dan Maha Penyantun. Tiada ilah selain Allah, Robb ‘Arsy yang agung. Tiada ilah selain Allah, Robb langit, bumi dan ‘Arsy yg mulia). Hal ini didasarkan pada hadits dari Ibnu Abbas bahwa Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “ Tatkala ditimpa kesulitan, beliau berdoa ‘Laa ilaaha illallahul ‘azhiimul haliim. Laa ilaaha illallahu robbul ‘arsyil ‘azhiim. Laa ilaaha illallahu robbus samaawaati wa robbul ardhi wa robbul ‘arsyil kariim” (HR Bukhari, Muslim dan Ibnu Mjah).
  • “Yaa hayyu yaa qoyyuum bi rohmatika astaghiits” (Wahai Dzat Yang Mahahidup dan Dzat yang terus mnerus mengurus (makhluk-Nya), dengan rahmat-Mu lah aku memohon pertolongan). Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, ia berkata, “Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika tertimpa kesulitan, beliau berdoa “Yaa hayyu yaa qoyyuum bi rohmatika astaghiits” (HR Tirmidzi).
  • “Yaa dzal jalaali wal ikhroom” (Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan). Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Anas radhiallahu anhu, ia berkata bahwa Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Perbanyaklah kalian mengucapkan “Yaa dzal jalaali wal ikhroom” (HR Tirmidzi).
  • “Allahumma innii ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatik, naashiyatii biyadik, maadhiin fiyya hukmuk, ‘adlun fiyya qodhoo-uk, as’aluka bi kullismin huwa laka sammaita bihii nafsaka au ‘allamtahuu ahadan min kholqika au anzaltahuu fii kitaabika awista’tsarta bihii fii ‘ilmil ghoibi ‘indak, an taj’alal qur’aana robii’a qolbi wa nuuro shodrii wa jilaa-a huznii wa dzahaaba hammii” (Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu yang laki-laki dan anak dari hamba-Mu yang perempuan. Jiwaku berada dalam kekuasaan-Mu.[i] Segala perkara yang telah Engkau tetapkan pada diriku pasti akan berlaku dan semua ketentuan-Mu yang berlaku pada diriku adalah adil belaka. Aku memohon kepada-Mu dengan semua nama-Mu yang Engkau namakan untuk diri-Mu, Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu jadikanlah Al-Qur’an sebagai pemuas kalbuku, cahaya dadaku, penghilang kesedihanku, dan pengusir kecemasanku). Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah, ia berkata bahwa Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Tidak sekali-kali seseorang tertimpa kecemasan atau kesedihan, lalu membaca  “Allahumma innii ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatik, naashiyatii biyadik, maadhiin fiyya hukmuk, ‘adlun fiyya qodhoo-uk, as’aluka bi kullismin huwa laka sammaita bihii nafsaka au ‘allamtahuu ahadan min kholqika au anzaltahuu fii kitaabika awista’tsarta bihii fii ‘ilmil ghoibi ‘indak, an taj’alal qur’aana robii’a qolbi wa nuuro shodrii wa jilaa-a huznii wa dzahaaba hammii” melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti akan menghilangkan kecemasan dan kesedihannya dan akan menggantikannya dengan kemudahan” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban).
  • “Allahumma rohmataka arjuu falaa takilnii ila nafsii thorfata ‘aiin, wa ashlih fii sya’nii kullah, laa ilaaha illaa anta”  (Ya Allah, hanya rohmat-Mu lah yang aku harap. Karenanya, janganlah Engkau tidak menghiraukan diriku walau hanya sekejap mata dan perbaikilah semua urusanku. Tiada ilah selain Engkau). Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah, ia berkata bahwa Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Doa orang yang sedang ditimpa kesusahan adalah “Allahumma rohmataka arjuu falaa takilnii ila nafsii thorfata ‘aiin, wa ashlih fii sya’nii kullah, laa ilaaha illaa anta”  (HR Abu Dawud dan Ahmad, dihasankan oleh Albani dan Al-Arna’uth).
  • “Subhanallahil ‘azhiim. Ya hayyu ya qoyyuum..” (Mahasuci Allah, Dzat Yang Mahaagung, Wahai Dzat Yang Mahahidup dan Yang terus menerus mengurus makhluknya..). Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika tertimpa kecemasan, beliau menengadahkan kepalanya ke atas, lalu membaca : “Subhanallahil ‘azhiim”, dan ketika sangat bersungguh-sungguh dalam berdoa, beliau membaca  “Ya hayyu ya qoyyuum” (HR Tirmidzi).
  • “Allah, Allah, Robbii laa usyriku bihil syai’aa” (Allah, Allah adalah Robbku. Aku tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun). Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Asma’ binti Umais, ia berkata bahwa “Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepadaku : ‘Maukah engkau aku ajari doa yang bisa engkau baca saat tertimpa kesulitan? Yakni : “Allah, Allah, Robbii laa usyriku bihil syai’aa” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).
  • “Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhoolimiin” (Tiada ilah, kecuali Engkau. Engkau Mahasuci. Sungguh aku termasuk mereka yang berbuat zhalim). Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Sa’d radhiallahy anhu, ia berkata bahwa Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) sewaktu berada di perut ikan adalah : “Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhoolimiin”. Tidaklah sekali-kali seorang muslim membaca doa ini, melainkan Allah akan mengijabah permohonannya” (HR Tirmidzi dan Ahmad, dishahihkan oleh Albani). Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sungguh aku mengetahui doa yang tidaklah diucapkan seseorang yang tengah tertimpa kesulitan, melainkan Allah akan memberikan kemudahan baginya, yakni doa yang dibaca saudaraku, Yunus ‘alaihi sallam” (HR Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum Wal Lailah. Dalam sanadnya terdapat seorang rawi bernama ‘Amr bin Hushain yang menurut Al-Hafizh : matruk).
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, semoga dapat mengamalkan bila mengalami kesulitan...amiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar