Senin, 19 Juli 2010

Untukmu ya Akhi,

Akhi...
Afwan sebenarnya yang pengen ana sampaikan adalah pilihan kita untuk memilih pasangan. Bagi para ikhwan, pikirkanlah baik-baik (matang-matang, masak-masak, tapi jangan sampe gosong) sebelum menawarkan sebuah jalinan bernama ta’aruf. Jangan mudah melontarkannya jika tak ada komitmen dan kesungguhan untuk meneruskannya. Mengertilah keadaan kami (akhwat). Antum tahu, bahwa sifat kaum hawa itu lebih sensitif. Kami mudah sekali terbawa perasaan. Disadari atau tidak, diakui atau tidak, kami adalah makhluk yang mudah sekali GeEr, suka disanjung, suka diberi pujian apalagi diberi perhatian lebih. Jadi saat kata ta’aruf atau mungkin khitbah itu keluar dari lisan seorang lelaki baik dan shalih seperti antum, tak ada alasan bagi kami untuk menolak. Karena jika kami menolak tanpa alasan yang jelas, maka hanya fitnah yang ada. Jadi, tolong tanyakan lagi pada diri antum, apakah kata-kata itu memang keluar dari lubuk hati antum yang terdalam? Apakah antum sudah memohon petunjuk kepada yang Maha Menguasai Hati? Apa antum benar-benar siap (ilmu, iman, mental, fisik, materi, dll) untuk menjalin ikatan suci bernama pernikahan?

Akhi...
Sekali lagi, berhati-hatilah dengan kata ta’aruf. Karena ta’aruf adalah gerbang menuju pernikahan. Kemudian timbul pertanyaan, seberapa jauhkah jarak pintu gerbang menuju pintu rumah antum? Padahal selama perjalanan akan banyak cobaan menghadang. Bunga-bunga indah di halaman rumah antum bisa membuat kami terpesona. Kolam ikan yang indah juga membuat kami terlena. Ingin sekali kami memetiknya, ingin sekali kami berlama-lama di sana menikmati keindahan dan kenikmatan yang antum sajikan. Tapi kami nggak berhak, kami belum mendapat izin dari si empunya rumah. Tadinya kami ingin segera mencapai sebuah keberkahan, tapi di tengah jalan antum menyuguhkan keindahan-keindahan yang membuat kami lupa akan tujuan semula.

Akhi...
Lebih menyakitkan lagi jika antum membuka gerbang itu lebar-lebar dan kamipun menyambut panggilan antum dengan hati berbunga-bunga. Tapi setelah kami mendekat dan sampai di depan pintu rumah antum, ternyata pintu rumah antum masih tertutup. Bahkan antum tak berniat membukakannya.

Saat itulah hati kami hancur berkeping-keping. Setelah semua harapan kami rangkai, kami bangun, tapi kini semua runtuh tanpa sebuah kepastian. Atau mungkin antum akan membukakannya, tapi kapan? Antum bilang jika saatnya tepat. Lalu antum membiarkan kami menunggu di teras rumah antum dengan suguhan yang membuat kami kembali terbuai, tanpa ada sebuah kejelasan. Jangan biarkan kami berlama-lama di halaman rumah antum jika memang antum tak ingin atau belum siap membukakan pintu untuk kami. Kami akan segera pulang karena mungkin saja kami salah alamat. Siapa tahu rumah antum memang bukan tempat berlabuhnya hati ini. Ada rumah lain yang siap menjadi tempat bernaung bagi kami dari teriknya matahari dan derasnya hujan di luar sana. Kami tak ingin mengkhianati calon suami kami yang sebenarnya. Di istananya ia menunggu calon bidadarinya. Menata istananya agar tampak indah. Sementara kami berkunjung dan berlama-lama di istana orang lain.

Akhi, sebelum ijab qobul itu keluar dari lisan antum, cinta adalah cobaan. Cinta itu akan cenderung pada hawa nafsu. Cinta itu akan cenderung untuk mengajak berbuat maksiat . Itu pasti! Langkah-langkah syetan yang akan menuntunnya. Kita tentunya nggak mau memakai label “ta’aruf” untuk membungkus suatu kemaksiatan bukan? Hati-hatilah dengan hubungan ta’aruf yang menjelma menjadi TTM (Ta’aruf Tapi Mesum). Tolong hargai kami sebagai saudara antum. Kami bukan kelinci percobaan. Kami punya perasaan yang tidak berhak antum buat “coba-coba”. Pikirkanlah kembali. Mintalah petunjuk-Nya. Jika antum memang sudah siap dan merasa mantap, segera jemput kami.

Dan satu lagi yang perlu antum perhatikan adalah bagaimana cara antum menjemput. Tentunya kita menginginkan kata BERKAH di awal, di tengah, sampai di ujung pernikahan kan? Hanya ridho dan keberkahan-Nya lah yang menjadi tujuan. Pilihlah cara yang tepat dan berkah. Antum sudah merasa mantap pada akhwat itu. Antum yakin seyakin-yakinnya bahwa dialah bidadari yang akan menghias istana antum. Tapi antum tidak menggunakan cara yang tepat untuk menjemputnya. Sama halnya jika antum yakin dan mantap untuk menuju Surabaya. Tapi dari Jakarta antum salah memilih kendaraan, akibatnya antum gak akan pernah sampai ke Surabaya, malah nyasar. Ato kendaraannya sudah bener tapi nggak efektif. Terlalu lama di perjalanan. Masih keliling-keliling dulu. Akhirnya banyak waktu terbuang percuma selama perjalanan. So, antum juga harus memikirkan cara yang baik/ahsan, tepat dan berkah agar bahtera rumah tangga antum berjalan di atas ridho dan keberkahan-Nya. (Tuh kan jadi kemana-mana lagi. Tapi gak papa deh. Setidaknya unek-unek ana dah keluar, fiufh lega!)

Di depan tadi kita bahas apaan sih? Oh ya, ketika ikhwah jatuh cinta. Ana ga akan bahas panjang lebar karena ana tau kalian pasti akan bosan membaca celotehan ana yang “njelimet”. Tapi izinkan ana mengutip beberapa bait tulisan yang ada di majalah al izzah edisi 11/th4/jan 2005 M sebagai perenungan bagi jiwa-jiwa yang merindukan kehadiran sang teman sejati untuk melangkah bersama menuju jannah-Nya…

Bekal Aktivis Dakwah

Ikhwah fillah...Memang benar, sungguh luhur dan besar bekal dan kekuatan yang harus dimiliki para pejuang, aktivis dakwah ilallah; karena masalah-masalah yang dihadapinya pun demikian membutuhkan kekuatan spiritual -utamanya- dan kekuatan fisik.
Taklid buta, kerusakan hukum, penyimpangan kehidupan sosial, sikap-sikap hedonis yang telah akrab dengan masyarakat, merajalelanya isme-isme dan pemikiran destruktif yang begitu kuat mencengkram negeri ini, amburadulnya pendidikan, hubungan silaturahmi yang kacau; adalah sebagian dari sekian permasalahan yang dihadapi dakwah.
Akankah masalah-masalah kompleks tersebut dapat terselesaikan?
Mungkinkah?
Jika kita telah meyakini, bahwa masalah tersebut akan terselesaikan dan sangat mungkin, namun bilakah akan selesai?
Ya akhi, jalan ini amatlah panjang… sungguh panjang…
Para pakar ilmu sosial menyatakan, “Bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini akan menjadi kenyataan esok hari.”
Siapa yang menyangka sebelumnya kalau para ilmuwan akan sampai pada penemuan-penemuan dahsyat seperti yang kita saksikan sekarang. Bahkan para ilmuwan itu sebelumnya tidak percaya, tetapi ketika hal itu terjadi mereka semakin yakin terhadap pernyataan dalam perspektif filsafat sosial itu.
Dalam perspektif sejarah, kebangunan semua bangsa di dunia selalu bermula dari kelemahan; sesuatu yang sering membuat orang percaya bahwa kemajuan yang mereka capai kemudian adalah sebentuk kemustahilan. Tapi di balik anggapan kemustahilan itu, sejarah sesungguhnya telah mengajarkan kepada kita bahwa kesabaran, keteguhan, kearifan dan ketenangan dalam melangkah, telah mengantarkan bangsa-bangsa lemah merangkak dari ketidakberdayaan menuju kejayaan.
Siapa yang bisa percaya sebelumnya, bahwa di tengah gurun pasir Jazirah Arab yang gersang dan kering kerontang itu akan memancar seberkas cahaya kearifan, di mana dengan kekuatan spiritual dan kemampuan berpolitik putra-putranya dapat menguasai semua kekuatan adidaya dunia?
Siapakah yang menyangka, sosok seperti Abu Bakar yang lemah lembut itu tiba-tiba saja mengirim pasukan untuk memerangi para pembangkang, pemberontak dan kaum murtad di Yamamah.
Siapa yang menyangka sosok-sosok pribadi yang dahulunya mengajar di surau-surau, tiba-tiba suaranya terdengar di seantero nusantara lewat mikrofon gedung parlemen.
Ikhwah fillah…
Walau demikian hebatnya cobaan dan tantangan yang harus dihadapi, walau demikian berat beban perjuangan ini, walau demikian besar biaya persiapan bekal dakwah ini, walaupun demikian panjangnya jalan dakwah ini, namun semuanya tetap harus dijalankan, harus diyakini, bahwa tak ada jalan lain untuk membangun kejayaan umat kecuali dengan dakwah ilallah.
Seorang pekerja, pertama kali harus bekerja menunaikan kewajibannya, baru kemudian boleh mengharap hasil kerjanya. Jika ia telah bekerja, berarti ia telah menunaikan kewajiban dan pasti kelak akan mendapat balasan dari Allah. Tak ada keraguan dalam hal ini, selagi syarat-syarat terpenuhi. Sedang masalah hasil, itu terserah kepada Allah swt. Boleh jadi peluang kemenangan itu datang tanpa terduga, sehingga ia memperoleh hasil yang sangat memuaskan dan penuh berkah.
Sementara bila ia tidak bekerja, ia akan mendapat dosa karena tidak berbuat, ia juga akan kehilangan pahala jihad, dan tentu saja dia sama sekali tidak akan mendapatkan hasil di dunia.
Allah menegaskan hal itu dalam firman-Nya:
“Dan ingatlah ketika suatu umat di antara mereka berkata: Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab dengan keras? Mereka menjawab: Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa! Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zhalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.” Al-A’raf: 164-165.
Ikhwah Fillah…
Mari kita dengarkan bersama senandung ayat-ayat Al Quran yang menggema pada segenap ufuk, yang memenuhi mayapada dan tujuh susun langit, yang membisikkan dalam diri setiap mukmin makna kebanggaan dan kemuliaan tertinggi.
“Sungguh Allah adalah Pelindung orang-orang yang beriman.” Al-Baqarah: 257.
Benar wahai para pejuang, benar, itulah panggilan Allah pada kita semua. Maka kita menjawab panggilan-Nya:
“Ya Allah, segala puji, segala syukur yang tiada terbilang hanya untuk-Mu. Engkau dan hanya Engkaulah Pelindung orang-orang beriman, Penolong orang-orang yang berbuat kebaikan, Pembela orang-orang tertindas, yang diperangi dalam rumah-rumah mereka. Sungguh terhormatlah orang yang bersandar pada-Mu, dan niscaya menanglah orang yang berlindung di bawah perlindungan-Mu.”
Karenanya, seyogianya kita tetap optimis dan yakin dengan janji-janji-Nya, serta tegar dan bersabar dalam menapaki langkah-langkah perjuangan sampai ke tujuan. Pesan Rasulullah saw. kepada para pejuang: “Bersabarlah, bersabarlah dalam barisan dakwah, dan jangan meninggalkan barisan dakwah, sampai kamu melihat ada kekufuran nyata dalam barisan dakwah itu.” Selain juga, tidak mudah mengisi kemenangan dan memimpin suatu negeri, tidak sesederhana yang kita mimpikan. Jangan karena tidak setuju dengan langkah dakwah, kita meninggalkan barisan dakwah, dan menggalang kekuatan lain. Negeri ini membutuhkan orang-orang yang siap berkorban dan bekerjasama dengan sesama pejuang dakwah, bahkan dengan siapa saja yang menginginkan kebaikan bagi negeri ini, karena negeri ini tidak mungkin dikelola oleh satu kelompok tertentu. Bersabarlah!
Dan dengan keyakinan dan kesabaran itulah Allah swt. akan menjadikan orang-orang beriman mampu memimpin umat manusia di dunia ini.
“Dan Kami jadikan dari mereka pemimpin ketika mereka bersabar dan mereka pun yakin dengan ayat-ayat Kami.” As-Sajdah:24
Kita sandarkan semuanya kepada Allah swt., kita tapaki langkah-langkah ini dengan penuh izzah -bangga diri- dengan identitas Islam milik-Nya:
Jangan panggil aku
Kecuali dengan seruan “Hai hamba-Nya”,
Karena itulah semulia-mulia namaku.
Islamlah ayahku,
Aku tak punya ayah selain itu
Biarlah mereka bangga dengan Qais atau Tamim
Selamat bekerja. Dan bersabarlah. Allah bersama para pejuang sejati. Wallahu a’lam

Lihatlah Bapakmu, Kawan

Kau kini tumbuh besar kawan,
Kau lihat Ayah semakin menua dan melemah

Kini,
Dia berbeda dengan yang dulu
Dulu Ia berani berbicara dengan nada keras ketika kau salah
Tapi kini, nadanya suaranya begitu rendah padamu
Dulu ia berani otoriter terhadapmu,
Tapi kini kau selalu diminta pendapat olehnya
Dulu tangannya begitu mudah melayang padamu
Kini tangannya sulit untuk menyentuhmu dengan kekasaran

Ia menyekolahkanmu,
Sehiingga ia menghargaimu bahwa Engkau orang berilmu
Ia melihat kau mulai berprestasi,
Sehingga Ia melihatmu tidak sebagai orang biasa
Ia melihatmu diperlukan banyak orang
Sehingga ada rasa segan padanya untuk memperlakukanmu sebagaimana dulu
Ia melihat Dirimu sudah bisa mencari uang
Sehingga Dia merasa bahwa kau sudah mandiri

Kawan,
Apakah karena berilmu,
lalu kita berani membodoh-bodohkan bapak tua kita
Apakah karena sudah bisa mencari uang sendiri lalu kita perlakukan mereka seperti babu
Apakah karena kita diperlukan banyak orang,
kita anggap mereka tak berharga
Kita sibuk dengan proyek dan bisnis… tanpa ada sapa untuk mereka
Apakah karena Kau sudah merasa menjadi raja, kau anggap mereka pembantu atau orang kampung pinggiran yang tak berguna

Lihatlah kau sudah mulai lupa cium tangan, cium pipi dan kening pada ibu

Bodoh sekali, kalau semua itu membuat kita
memandang rendah bapak dan ibu,
Hanya karena alasan karier, uang, profesi, dan teman-teman yang belum tentu setia
telah membeli derajat kita sebagai manusia.
Kalau diantara kita ada yg seperti itu!!
Kau telah menjual bapak dan ibumu,
Kau telah menghilangkan kerinduan dalam hati mereka memiliki seorang anak.
Setelah sekian lama diperjuangkan, kini kau melupakannya…
Untuk apa kau hidup, kau bekerja, kau belajar… percuma!!!

Ingat,
Mereka semakin menghargaimu semakin kau bertambah besar,
Ia juga semakin besar menyimpan harapan dipundakmu…
Karena Kau anak yang ia Banggakan, anak yang ia jagokan kawan…
Tangismu tak berguna kawan, buatlah mereka tersenyum dan menangis memiliki anak sepertimu.
Bukan menangis sakit hati, tapi bangga. Bahwa Anaknya… anaknya yang dulu ia dambakan...

Minggu, 18 Juli 2010

Sifat Pria Yang Tidak Disuka Wanita

Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifat-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik.

Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.

*PERTAMA : TIDAK PUNYA VISI*

Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia.

Dalam pembukaan surah An Nisa' : 1 Allah SWT berfirman, artinya : *"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu".*

Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.

Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah.

Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi SAW bersabda : *"Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa." *

*KEDUA : KASAR*

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki.

Karena itu Rasulullah menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalu dilindungi.

Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut : *Wa'aasyiruuhunna bil ma'ruuf* (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa : 19.

Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi istri.

Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya.

Ingat bahwa istri juga manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang

*KETIGA : SOMBONG*

Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. *Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin* (QS. Al Baqarah : 34).

Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi : *"Kesombongan adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka."*

Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.

Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri.

Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesabaran para istri. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami.

*KEEMPAT : TERTUTUP*

Rasulullah adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Rasulullah sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain.

Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan.

Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya.

Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini.

*KELIMA : PLIN - PLAN*

Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan.

Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna *qawwam* dalam firman Allah : *arrijaalu qawwamuun alan nisaa'* (QS. An Nisa' : 34).

*KEENAM : PEMBOHONG*

Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah.

Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman.

Dalam sebuah hadits Rasulullah pernah ditanya : *hal yakdzibul mukmin* (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Rasulullah menjawab : Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.

Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan lebih dari itu ia ingin dihargai.

Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para suami pembohong.

*KETUJUH : CENGENG*

Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur'an.

Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.

Suami yang cengeng cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.

*KEDELAPAN : PENGECUT*

Dalam sebuah doa, Rasulullah minta perlindungan dari sikap pengecut (a'uudzubika minal jubn), mengapa?... Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan.

Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Rasulullah Terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Rasulullah selalu dibarisan paling depan. Ketika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah, Rasulullah adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut.

Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.

*KESEMBILAN : PEMALAS*

Di antara doa Rasulullah adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas : *allahumma inni a'uudzubika minal 'ajizi wal kasal*, kata *kasal* artinya malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif.

Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit.

Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalahan. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami.


*KESEPULUH : CUEK PADA ANAK*

Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya.

Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.

Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita.

*KESEBELAS : MENANG SENDIRI*

Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara.

Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri.

Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepatah mengatakan : jadilah air ketika salah satunya menjadi api.

*KEDUABELAS : JARANG KOMUNIKASI*

Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah dengan cara mengirim sms atau menelponnya.

Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.

Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.


*KETIGABELAS : TIDAK RAPIH dAN TIDAK HARUM*

Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Rasulullah adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi.

Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya.

Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri.

Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

"Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu" (QS. Al-Baqarah 2 : 45).

Minggu, 11 Juli 2010

Rencana Pembunuhan Masal 2012

Strategi kontrol populasi tidak hanya lewat program KB, namun juga lewat rekayasa genetis, yang gencar dilakukan terhadap tumbuhan dan hewan. Dari upaya ini dikenal istilah-istilah seperti makanan transgenik dan sebagainya.

Kontrol populasi merupakan praktek paling dasar dari ritual kaum pagan guna menyeimbangkan manusia dengan alam, yaitu bumi (Gaia). Pihak Konspirasi yang merupakan pewaris ritual agama pagan kuno-sebab itu disebut juga sebagai Paganis Modern-meneruskan usaha ini demi memelihara Gaia bagi mereka.

Jika kaum pagan kuno seperti suku Aztec, Mesir Kuno, Maya, Kaliyuga, dan Indian Hopi dengan sistem kalender sonar-nya meramalkan kehancuran fase lama pada 31 Desember 2012. Maka kaum pagan modern ini juga menjadikan tanggal tersebut sebagai fase yang penting bagi sejarah gerakan panuang mereka. Momentum akhir Desember 2012 dijadikan tonggak berakhirnya Pentagon lama dan kemunculan Pentagon baru, lalu dimulainya fase pengurangan populasi umat manusia sampai dengan 90%-nya hingga dunia menyisakan sekitar 500 juta manusia di dalamnya, dan sebagainya.

Kontrol populasi ini sudah diterapkan sejak bertahun-tahun lalu melalui serangkaian uji coba dan strategi, antara lain program Keluarga Berencana (KB), yang sampai detik ini ditentang oleh Gereja Katolik. Sikap Gereja sesungguhnya bukan semata alasan bahwa program tersebut seolah mendahulu takdir Tuhan, namun Gereja yang memang sejak lama menjadi musuh bagi Konspirasi (ingat penumpasan Templar di tahun 1307), mengetahui secara pasti akal licik di balik program dunia tersebut.

Strategi kontrol populasi tidak hanya lewat program KB, namun juga lewat rekayasa genetis, yang gencar dilakukan terhadap tumbuhan dan hewan. Dari upaya ini dikenal istilah-istilah seperti makanan transgenik dan sebagainya. Dari upaya rekayasa genetika inilah berbagai penyakit baru bermunculan dan menyerang manusia, bahkan di banyak tempat menjadi wabah yang dalam tempo cepat membunuh banyak manusia.

Salah satu yang menjadi sorotan banyak pakar kesehatan adalah penggunaan bahan-bahan kimiawi hasil rekayasa genetika yang disisipkan dalam aneka makanan dan juga pupuk tanaman. Bahan-bahan yang kelihatan kecil dan sepele ini dalam waktu yang lama akan menumpuk di dalam tubuh atau di dalam aliran darah, dan dalam jangka waktu tertentu menjadi penyakit yang sangat sulit untu disembuhkan. Belum lagi jenis-jenis bahan transgenik lainnya yang mampu menghilangkan fungsi-fungsi luhur manusia.

Salah satu forum internasional yang membahas masalah ini adalah pertemuan National Association of Nutrition Professional (NANP- 2005 Conference). Dalam presentasinya yang berjudul “Codex and Nutricide’, Dr. Rima Laibow dari Natural Solutions Foundation (bisa dilihat di www.HealthFreedomUSA.org) mengatakan, “…mereka yang menguasai makanan akan menguasai dunia… Mereka telah mengatakan pada tahun 1962 bahwa Proyek Codex Alimentarius secara global akan diimplementasikan pada 31 Desember 2009. Ini merupakan semacam cetak biru. Proyek Dunia ini diarahkan oleh WHO dan FAO, dua lembaga dunia di bawah PBB yang membidangi masalah kesehatan dan pangan…”

Dalam ceramahnya, Dr. Laibow tiba-tiba menyuruh para hadirin untuk diam dan mengencangkan ikat pinggang. Dia kemudian berkata, “Di tahun 1994, diam-diam, tanpa sepengetahuan masyarakat luas Amerika, Codex menyatakan bahwa Gizi adalah racun, yang berarti berbahaya dan harus dihindari. Di bawah ketentuan Codex, semua sapi perah di muka bumi ini WAJIB diinjeksi dengan hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh satu-satunya perusahaan yakni Monsanto. Dan lebih jauh lagi, semua hewan ternak yang digunakan sebagai bahan makanan di planet ini harus disusupkan bahan anti biotik khusus dan hormon pertumbuhan buatan.”

Dr. Laibow melanjutkan, “Menurut perhitungan WHO dan FAO, jika proyek mereka ini terus berjalan tanpa hambatan berarti, WHO dan FAO memproyeksikan-ini terdapat dalam panduan mineral dan vitamin mereka-ketika diimplementasikan pada 31 Desember 2009, maka akan berdampak pada minimum kematian sekitar 3 miliar jiwa. Satu miliar lewat kematian secara langsung, mereka ini adalah orang-orang yang gagal di mata para korporasi dunia dan sisanya, 2 miliar jiwa, akan menemui kematian akibat penyakit yang sesungguhnya bisa dicegah, yakni kurang gizi.”

Lantas, siapa yang akan tetap hidup-dalam bahasa Darwin, “Survival of the fittest”? Dr. Laibow berkata, “Hanya mereka yang kaya, yang mampu menyuplai gizi dan vitamin dalam makanan mereka yang akan tetap bisa hidup.”

Kecemasan Dr. Laibow bukanlah kecemasan seorang awam. Ada banyak Laibow-Laibow lain seperti itu disebabkan fakta dan bukti yang sukar dibantah mengenai hal tersebut. PBB sendiri telah mengeluarkan lusinan dokumen resmi yang meminta pengurangan populasi dunia hingga 80%-nya. Salah satunya di dalam Konferensi Perempuan Sedunia di Beizing (1997), di mana Kepala FAO dengan tegas menyatakan, “Kami akan menggunakan makanan sebagai senjata melawan masyarakat.”

Dengan kata lain, PBB dalam hal ini lewat FAO dan WHO akan mempergunakan makanan, termasuk bahan-bahan yang akan masuk ke dalam tubuh manusia, sebagai bagian dari senjata ampuh yang besar dan kompleks, bernama “Kontrol Populasi”. Digunakan untuk mengurangi jumlah populasi dunia, seperti yang diamanatkan kaum Pagan Kuno berabad silam.

Dalam tulisan keenam akan dipaparkan beberapa zat aditif berbahaya yang disusupkan ke dalam bahan makanan dan juga bahan-bahan kesehatan, namun dikatakan oleh berbagai lembaga internasional sebagai zat aditif yang berguna dan menguntungkan bagi kesehatan tubuh.

Dan yang terakhir….kasus di China..merupakan bukti hasil kaum Pagan..dalam membasmi populasi manusia secara terkontrol….!!

Berapa banyak bayi meninggal….di China… di Asia… nah… bagaimana dengan yang di USA dan di Israel..?

SEHARUSNYA PBB DALAM HAL INI FAO..HARUS BERTANGGUNG JAWAB

Kini tutuplah mata kita, dan begitu kita buka kembali, hilangkan semua persepsi dan paradigma yang ada. Kita akan bisa melihat dengan jelas jika kini berbagai upaya menghabisi ras manusia tengah terjadi di depan dan sekeliling kita.

Berbagai penyakit baru terus bermunculan menghinggapi manusia dan parahnya belum ditemukan obat yang paten yang mampu menyembuhkan secara total, seperti halnya virus HIV, dan juga Virus H5N1 dalam kasus Flu Burung. Kita tentu ingat, setiap kali ada korban meninggal akibat virus ini, media massa baik cetak maupun elektronik senantiasa menyebutnya sebagai ‘Suspect Flu Burung’ alias baru diduga, bukan dipastikan.

ImageDi lain sisi, obat-obatan kimiawi yang diproduksi oleh dunia medis dan direkomendir oleh para dokter ternyata juga tidak bebas dari efek samping. Obat untuk sesuatu penyakit ternyata jika digunakan secara kontinyu akan menimbulkan penyakit lain. Penyakit utama yang diderita pun bisa jadi bertambah kuat dan sebab itu membutuhkan dosis dari obat yang sama yang lebih besar lagi agar penyakit atau virus atau kuman yang lebih kuat bisa dibasmi.

Parahnya, aneka bahan konsumsi manusia yang berasal dari alam pun ternyata dewasa ini sudah jauh dari nilai sehat. Sayuran dan buah-buahan misalnya, dalam perawatannya selalu disemprot dengan herbisida atau insektisida yang tidak aman bagi manusia. Belum lagi zat pengawet yang biasa diberikan kepada sayuran dan buah-buahan impor agar lebih tahan lama dan tidak mudah busuk, juga menambah daftar zat kimia berbahaya yang dipastikan akan ikut masuk ke dalam tubuh manusia jika dikonsumsi. Lama-kelamaan, zat-zat yang jumlahnya mungkin sangat kecil ini, bisa menjadi besar karena mengendap di dalam tubuh dan menjadi bibit penyakit.

Satu contoh, seorang perempuan yang sejak muda sering mengkonsumsi mie instan atau penganan pabrik yang mengandung Mono Sodium Glutamat (MSG) alias bahan penyedap atau penguat rasa yang lazim ditambahkan ke dalam banyak sekali penganan produk pabrik, lima sampai sepuluh tahun ke depan pasti akan tumbuh kista di dalam tubuhnya yang bisa jadi bertambah ganas menjadi tumor. Banyak sekali kasus ini di dunia dan juga di Indonesia, coba lihat di dalam negeri yang pemimpin mana yang mendujukung mie instan.

kartun-sby1 Ironisnya, penggunaan MSG oleh media massa malah dipromosikan secara besar-besaran sebagai zat yang mampu mendongkrak rasa dan kenikmatan sebuah makanan, namun tidak dipaparkan secara jujur efek samping membahayakan bagi tubuh manusia. Berbagai penelitian dari dunia medis tentang bahaya MSG pun tidak disosialisasikan secara massal. Akibatnya, hanya orang-orang tertentu yang care terhadap kesehatan-lah yang berusaha sekuat tenaga menghindari penggunaan zat aditif tersebut. Sedangkan kalangan bawah yang tertutup akses informasi (karena buku atau pendidikan mahal harganya), dan kelompok ini jauh lebih besar kuantitasnya, tidak mengetahui akan bahaya tersebut dan terus-menertus mengkonsumsi penganan yang tidak sehat tersebut. Akibatnya, berbagai penyakit mereka derita dan biasanya kematian selalu menjadi akhir dari cerita mereka karena untuk berobat ke dokter pun mereka tidak memiliki cukup uang.

Satu contoh lagi tentang zat aditif. Tahukah Anda jika setiap ayam goreng yang disajikan oleh berbagai resto fasfood ternama dunia merupakan ayam yang dari telur hingga dewasa dan dipotong, masa hidupnya tidak sampai dua bulan? Ayam tersebut besar dengan cepat disebabkan suntikan hormon yang diberikan secara berkala dengan jumlah yang besar. Hormon tersebut tidaklah hilang tatkala ayam tersebut digoreng. Hormon itu tetap ada dan masuk ke dalam perut kita saat kita menyantapnya. Inilah penjelasan mengapa anak-anak remaja sekarang banyak yang menderita obesitas dan berbagai macam penyakit. Jika masih ragu, tontonlah film semi dokumenter yang cukup menghibur berjudul ‘Super Size Me’ yang disutradarai Morgan Spurlock dari AS.

Coba sekarang tutup mata kita, dan begitu kita buka kembali, hilangkan semua persepsi dan paradigma yang ada. Kita akan bisa melihat dengan jelas jika sekarang ini berbagai upaya menghabisi ras manusia tengah terjadi di depan dan sekeliling kita, lewat peperangan, propaganda media massa, hegemoni ekonomi, penyakit, konflik, makanan, dan bahkan obat-obatan. Apakah ini berjalan dengan sendirinya? Tentu sangat naif jika kita mengira demikian.

Fluoride

Zat kimia ini secara umum dipersepsikan orang sebagai zat ampuh untuk memperkuat tulang gigi. Sebab itu, zat ini banyak disisipkan di dalam pasta gigi. Bahkan 66% cadangan air minum warga AS telah dicampuri zat ini secara sengaja. Benarkah fluoride berguna?

Jawaban yang ada mungkin akan mengejutkan kita semua. Fluoride telah diteliti banyak pakar kesehatan dan ternyata ditegaskan mengandung bahan berbahaya bagi tubuh. Antara lain bisa menyebabkan kanker tulang, oestoporosis, masalah persendian, turunnya kadar testoteron dan estrogen, dan sanggup mengkorosi lapisan enamel gigi. Bahkan dikatakan jika fluoride lebih merusak gigi ketimbang garam.

Sekarang, pergilah ke toko atau super market yang ada. Carilah racun tikus. Dan lihatlah, apa bahan utama pembuat racun tikus? Yakni Sodium Fluoride. Ini adalah zat kimia ionik yang paling beracun setelah Potasium Dikromat. Saat ini, perusahaan-perusahaan besar yang bergerak dalam bisnis air minum dalam kemasan diketahui telah memasukkan fluoride ke dalam produk air minum dalam kemasan mereka. Hal ini dilakukan tanpa membubuhkan keterangan sedikit pun dalam label kemasannya.

Dunia medis juga telah mengetahui jika fluoride juga digunakan sebagai obat anti depresan, yang menghilangkan agresifitas dan motivasi manusia, termasuk menurunkan hasrat untuk berkembang-biak. “Fluoride memang tidak memiliki faktor yang menguntungkan secara biologis, ” tegas Dr. Rima Laibaow dari Natural Solutions Foundation

Dan taukah anda minuman kemasan yang selama ini kita minum mengandung flouride bahkan dalam website aqua menjelaskan: Kesehatan tubuh tergantung pada berbagai aspek, salah satu aspek penting adalah pemenuhan mikronutrisi, yaitu vitamin dan mineral. Kecukupan vitamin telah menjadi hal yang diperhatikan, kini berbagai vitamin ditemukan dalam bentuk instan (pil dan tablet). Sedangkan mineral, hingga kini belum lengkap dibuat dalam bentuk instan. Hanya mineral utama, seperti; kalsium atau zat besi yang bisa ditemukan pilnya. Padahal masih banyak mineral yang tak kalah pentingnya dibutuhkan oleh tubuh, seperti; yodium, kalium, atau flouride.

Untuk lebih yakin kan anda coba anda siram air Aqua ke tanaman setiap hari dan bedakan dengan tanaman yang di siram air tanah. Maka tanaman yang di siram aqua akan mati kering seperti hangus.

Sabtu, 10 Juli 2010

Jangan Mempermainkan Wanita

"Cemburu merupakan sebagian dari iman. Mempermainkan (wanita) merupakan sebagian dari nifak" (HR. Ad Dailami).

Wanita, makhluk paling ajaib yang diciptakan dari tulang rusuk pria ini merupakan ujian terbesar bagi kaum pria.

Wanita, bisa menjadi nikmat yang mampu mengantar pria pada surga dunia dan surga akhirat, pun wanita bisa menjadi bala yang menjerumuskan pria ke neraka dunia dan neraka akhirat.

Kebaikan wanita bisa menegakkan negara, namun keburukannya dapat menghancurkan negara. Daya dan gaya tarik apapun tak ada yang mampu menandingi daya dan gaya tarik wanita.

Itulah salah satu sebab mengapa Allah mengiming–imingi hamba–hambaNya dengan surga yang didalamnya dihadirkan wanita–wanita cantik. Sebab jika sudah berurusan dengan wanita, apapun bisa dilakukan pria, bahkan berkorban nyawa sekalipun.

Tapi dibalik kesuper poweran wanita itu ada sebuah kelemahan [yang sering dimanfaatkan pria], wanita ternyata gampang dibohongi (iya kan?).

Pria, makhluk yang [merasa] punya banyak cinta, sebagiannya selalu tertantang untuk menaklukkan banyak wanita. Pria sanggup memacari banyak wanita sekaligus dalam satu waktu. Dan itu menjadi kebanggaan bagi dirinya.

Hmm, memang pria mana sih yang tidak bangga bila bisa menaklukkan banyak wanita dalam satu waktu pula. Dia akan disebut sebagai pria hebat, lelaki jagoan dan tentu saja banyak yang merasa iri. Semakin banggalah dia dengan prestasi yang membuatnya menjadi titik mata tersebut.

Tapi ternyata kebanggaan itu, puji–pujian itu dan iri hati itu salah tempatnya. Betapa tidak, kePLAYBOYan ternyata amat sangat erat hubungannya dengan keMUNAFIKan.

Keplayboyan merupakan sinergi dari 35% dusta, 30% ingkar janji, 33% khianat dan 2% ketampanan (maaf kalau persentasinya salah, soalnya nggak pengalaman, maklum nggak punya yang 2%, hehehe).

Tanda orang munafik itu ada tiga yaitu, apabila berbicara dusta, apabila berjanji ingkar dan apabila dipercaya khianat (HR. Syaikhan dari Abu Hurairah r.a).

Biasanya seorang playboy dalam melakukan hubungan segi banyaknya selalu dan sering melakukan kebohongan demi kebohongan.

Dari identitas pribadi yang disamarkan, perasaan yang sebenarnya dan berbagai hal yang terkait dengan upaya melanggengkan hubungannya dengan korban.

Pandai membuat janji–janji manis yang bukan untuk diwujudkan tapi hanya sekedar janji gombal untuk mendapat apa yang diinginkan.

Mahir pula mencari alasan–alasan masuk akal untuk membatalkan janji jika ternyata harus bentrok dengan aksi–aksi lainnya. Soal pengkhianatan, tidak usah dijelaskan lagi karena sudah begitu jelas.

Sementara kemunafikan itu sendiri termasuk kebatilan tingkat tinggi dan sangat berbahaya bagi hidup dan kehidupan umat manusia.

Kemunafikan bahkan lebih berbahaya dari kekafiran karena kekafiran akan tampak nyata tapi kemunafikan terselubung oleh kebaikan dan keimanan. Maka patutlah Allah memberi hukuman yang sangat dahsyat untuk para munafikin ini.

"Sungguh, orang–orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka" (QS. An Nissa 4 : 145).

"Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman : "Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu". (Kepada mereka) dikatakan : "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)". Lalu diantara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalam ada rahmat dan di luarnya ada azab" (QS. Al-Hadid 57 : 13).

"Orang-orang munafik itu memanggil orang-orang mukmin, "Bukankah kami dahulu bersama kamu?" Mereka menjawab, "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan kamu hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah" (QS. Al-Hadid 57 : 14).

"Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali" (QS. Al-Hadid 57 : 15).

Yang masih niat atau yang sedang jadi playboy silakan dipikir sebelum melanjutkan niatnya atau keasyikan menjalani status playboy-nya.

Jika khawatir jatuh menjadi munafik sejati segeralah membelokkan langkah ke jalan kebaikan karena untuk menjadi munafik sejati hanya butuh satu tambahan syarat saja dari tiga syarat yang telah ada.

"Ada empat hal yang jika berada pada diri seseorang maka ia menjadi munafik sesungguhnya dan jika seseorang memiliki kebiasaan salah satu daripadanya, maka berarti ia memiliki satu kebiasaan (ciri) nifak sampai ia meninggalkannya; bila dipercaya ia khianat, jika berbicara ia bohong, jika berjanji ia ingkari dan bila bertengkar ia berkata kotor" (Muttafaqun alaihi).

Jadilah pria terhormat yang menyayangi wanita dan lupakan slogan "mumpung masih laku". Karena sebenarnya itu hanya menipu diri sendiri.

INGATTTTT!!!

ALLAH SELALU MENGAWASI KITA!!!

“Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu” (QS. Al-Baqarah 2 : 45).

Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan Segala Kemuliaan. Curahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, juga kepada para keluarga dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam. Amiin.

Sabtu, 03 Juli 2010

Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta

Bila malam sudah beranjak mendapati subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri anda yang sedang terbaring letih menemani bayi anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap. Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.
Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Disaat anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, tubuh letih istri anda barangkali belum benar-benar menemukan kesegarannya.
Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri anda pula yang harus mencucinya.
Disaat seperti itu, apakah yang anda pikirkan tentang dia? Masihkan anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara disaat yang sama anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam berbicara, lulus dalam memilih setiap kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.
Sekali lagi, masihkah anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak anda membiarkan istri membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara suami tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tak sabar.
Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak menjerit karena cubitannya yang bikin sakit.
Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada anda.
Sementara gejolak-gejolak jiwa memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan utuk mendengar, atau ia tak pernah anda akui keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak.
Jangankan istri anda yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi SAW tak mau mendengarkan melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi SAW hanya diam menghadapi ‘Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.
Ketika menginginkan ibu anak-anak anda selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu anda berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan yang perlu anda berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalam menghadapi anak-anak setiap hari. Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih sayang.
Ada ketulusan yang harus anda usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap mememilki energi untuk tersenyum kepada anak-anak anda, sepenat apapun ia.
Ada lagi yang lain : PENGAKUAN. Meski ia tak pernah menuntut, tetapi mestikah anda menunggu sampai mukanya berkerut-kerut.
Karenanya, anda kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu melewati tengah malam, pandanglah istri anda yang terbaring letih itu, lalu pikirkanlah sejenak, tak adakah yang bisa anda lakukan sekedar mengucapkan terima kasih atau menyatakan sayang bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.
Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka,“ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan intuk itu?“
Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya meyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau anda terlibat dengan pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah, sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang anda lakukan.
Anda tidak akan mendapati amal-amal anda saat berjumpa dengan Allah di yaumil-qiyamah. ‘Ala kullihal, apa yang ingin anda lakukan, terserah anda. Yang jelas, ada pengakuan untukknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih.
Semoga dengan kerelaan anda untuk menyatakan terima kasih, tak ada airmata duka yang menetes baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang anda berikan lepadanya, kelak istri anda akan berkata tentang anda sebagaimana Bunda ‘Aisyah r.a berucap tentang suaminya, Rasulullah SAW,”Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku”.
Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.
Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan. Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.
Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah anda ingat kembali ketika Rasulullah SAW berpesan tentang istri. “Wahai manusia, sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah.”kata Rasulullah SAW melanjutkan.” kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan khitan Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurusi istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik.”
Anda telah mengambil istri anda sebagai amanah dari Allah. Kelak anda harus melaporkan kepada Allah Ta’ala bagaimana anda menunaikan amanah dari-Nya. Apakah anda mengabaikannya sehingga guratan-guratan dengan cepat menggerogoti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, anda sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri.
Semoga anda memberi ungkapan yang lebih agung untuk istri anda.
Sumber : Ust. M. Fauzil Adzim

Tujuan Pernikahan Dalam Islam

Pernikahan mempunyai tujuan yang sangat mulia, tak hanya sekedar untuk memuaskan nafsu saja, akan tetapi ada hal-hal mulia di balik itu. Ust Yazid, seorang ustadz kawakan akan memberikan gambaran tentang apa sebenarnya tujuan pernikahan dalam islam.

1. Untuk Memenuhi Tuntutan Naluri Manusia Yang Asasi
Di sebutkan bahwa Pernikahan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini yaitu dengan aqad nikah [melalui jenjang Pernikahan], bukan dengan cara yang amat kotor menjijikan seperti cara-cara orang sekarang ini dengan berpacaran, kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh Islam.

2. Untuk Membentengi Ahlak Yang Luhur.
Sasaran utama dari disyari'atkannya Pernikahan dalam Islam diantaranya ialah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji, yang telah menurunkan dan meninabobokan martabat manusia yang luhur. Islam memandang Pernikahan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
'Artinya : Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji [kemaluan]. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa [shaum], karena shaum itu dapat membentengi dirinya'. [Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi].

3. Untuk Menegakkan Rumah Tangga Yang Islami.
Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya Thalaq [perceraian], jika suami istri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah, sebagaimana firman Allah dalan ayat berikut :
'Artinya : Thalaq [yang dapat dirujuki] dua kali, setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang bathil. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang dzhalim'. [Al-Baqarah : 229].
Yakni keduanya sudah tidak sanggup melaksanakan syari'at Allah. Dan dibenarkan rujuk [kembali nikah lagi] bila keduanya sanggup menegakkan batas-batas Allah.

Sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-Baqarah lanjutan ayat di atas :
'Artinya : Kemudian jika si suami menthalaqnya [sesudah thalaq yang kedua], maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dinikahi dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya [bekas suami yang pertama dan istri] untuk nikah kembali, jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah, diterangkannya kepada kaum yang [mau] mengetahui '. [Al-Baqarah : 230]
Jadi tujuan yang luhur dari pernikahan adalah agar suami istri melaksanakan syari'at Islam dalam rumah tangganya. Hukum ditegakkannya rumah tangga berdasarkan syari'at Islam adalah wajib. Oleh karena itu setiap muslim dan muslimah yang ingin membina rumah tangga yang Islami, maka ajaran Islam telah memberikan beberapa kriteria tentang calon pasangan yang ideal, yaitu: Harus Kafa'ah dan Shalihah.

a. Kafa'ah Menurut Konsep Islam
Pengaruh materialisme telah banyak menimpa orang tua. Tidak sedikit zaman sekarang ini orang tua yang memiliki pemikiran, bahwa di dalam mencari calon jodoh putra-putrinya, selalu mempertimbangkan keseimbangan kedudukan, status sosial dan keturunan saja. Sementara pertimbangan agama kurang mendapat perhatian. Masalah Kufu' [sederajat, sepadan] hanya diukur lewat materi saja.
Menurut Islam, Kafa'ah atau kesamaan, kesepadanan atau sederajat dalam perkawinan, dipandang sangat penting karena dengan adanya kesamaan antara kedua suami istri itu, maka usaha untuk mendirikan dan membina rumah tangga yang Islami inysa Allah akan terwujud. Tetapi kafa'ah menurut Islam hanya diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta akhlaq seseorang, status sosial , keturunan dan lain-lainnya. Allah memandang sama derajat seseorang baik itu orang Arab maupun non Arab, miskin atau kaya. Tidak ada perbedaan dari keduanya melainkan derajat taqwanya [Al-Hujurat : 13].
'Artinya : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang-orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal'. [Al-Hujurat : 13].
Dan mereka tetap sekufu' dan tidak ada halangan bagi mereka untuk menikah satu sama lainnya. Wajib bagi para orang tua, pemuda dan pemudi yang masih berfaham materialis dan mempertahankan adat istiadat wajib mereka meninggalkannya dan kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi yang Shahih. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :
'Artinya : Wanita dikawini karena empat hal : Karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya [ke-Islamannya], sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka'. [Hadits Shahi Riwayat Bukhari 6:123, Muslim 4:175]

b. Memilih Yang Shalihah
Orang yang mau nikah harus memilih wanita yang shalihah dan wanita harus memilih laki-laki yang shalih. Menurut Al-Qur'an wanita yang shalihah ialah :
'Artinya : Wanita yang shalihah ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri bila suami tidak ada, sebagaimana Allah telah memelihara [mereka]'. [An-Nisaa : 34]
Menurut Al-Qur'an dan Al-Hadits yang Shahih di antara ciri-ciri wanita yang shalihah ialah :
'Ta'at kepada Allah, Ta'at kepada Rasul, Memakai jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak untuk pamer kecantikan [tabarruj] seperti wanita jahiliyah [Al-Ahzab : 32], Tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahram, Ta'at kepada kedua Orang Tua dalam kebaikan, Ta'at kepada suami dan baik kepada tetangganya dan lain sebagainya'.
Bila kriteria ini dipenuhi Insya Allah rumah tangga yang Islami akan terwujud. Sebagai tambahan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih wanita yang peranak [banyak keturunannya] dan penyayang agar dapat melahirkan generasi penerus umat.

4. Untuk Meningkatkan Ibadah Kepada Allah.
Menurut konsep Islam, hidup sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribadatan dan amal shalih di samping ibadat dan amal-amal shalih yang lain, sampai-sampai menyetubuhi istri-pun termasuk ibadah [sedekah].
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
'Artinya : Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah !. Mendengar sabda Rasulullah para shahabat keheranan dan bertanya : 'Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala ?' Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab :
'Bagaimana menurut kalian jika mereka [para suami] bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa .? 'Jawab para shahabat :'Ya, benar'. Beliau bersabda lagi : 'Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya [di tempat yang halal], mereka akan memperoleh pahala !'. [Hadits Shahih Riwayat Muslim 3:82, Ahmad 5:1167-168 dan Nasa'i dengan sanad yang Shahih].

5. Untuk Mencari Keturunan Yang Shalih.
Tujuan Pernikahan di antaranya ialah untuk melestarikan dan mengembangkan bani Adam, Allah berfirman :
'Artinya : Allah telah menjadikan dari diri-diri kamu itu pasangan suami istri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?'. [An-Nahl : 72]
Dan yang terpenting lagi dalam Pernikahan bukan hanya sekedar memperoleh anak, tetapi berusaha mencari dan membentuk generasi yang berkualitas, yaitu mencari anak yang shalih dan bertaqwa kepada Allah.
Tentunya keturunan yang shalih tidak akan diperoleh melainkan dengan pendidikan Islam yang benar. Kita sebutkan demikian karena banyak 'Lembaga Pendidikan Islam', tetapi isi dan caranya tidak Islami. Sehingga banyak kita lihat anak-anak kaum muslimin tidak memiliki ahlaq Islami, diakibatkan karena pendidikan yang salah. Oleh karena itu suami istri bertanggung jawab mendidik, mengajar, dan mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar.
Tentang tujuan Pernikahan dalam Islam, Islam juga memandang bahwa pembentukan keluarga itu sebagai salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek kemasyarakatan berdasarkan Islam yang akan mempunyai pengaruh besar dan mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi umat Islam.

Nasehat Qur'ani Tentang Pernikahan

Bagi mereka yg mencari Mawaddah (kasih), Sakinah (ketentraman)
dan Rahmah (sayang) dalam Keluarga.

Bismillahirrahmaanirahiim

Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan2 Al-qur'an
tentang tujuan hidup yang sebenarnya Nasehat ini untuk
semuanya ...........
Untuk mereka yang sudah memiliki arah.........
Untuk mereka yang belum memiliki arah.........
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
nasehat ini untuk semuanya.......
Semua yang menginginkan kebaikan.

Saudaraku.............
Nikah itu ibadah.......
Nikah itu suci,ingat itu......
Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena kecantikan,
bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan
sebagai alasan............
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan........
Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Saudaraku..........
Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta........
Namun......jika cinta engkau jadikan sebagai landasan, maka
keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan......
Niscaya engkau akan selamat
Tidak saja dunia, tapi juga akherat.......
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan......
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

Saudaraku...........
Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu"......
disambut istri ketika datang dan dilayani segala
kebutuhan.......
Jika ini kau lakukan " istanamu " tidak akan langgeng.....
Lihatlah manusia ter-agung Rasulullah saw.... tidak marah
ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan sorban, karena
sang istri tercinta tidak
mendengar kedatangannya.
Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji
dihadapannya ketika lapar........
Menjahit bajunya yang robek........

Saudaraku.........
Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam "istanamu
"........
Disayang, dimanja dan dilayani suami......
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu........
Jika itu engkau lakukan " istanamu " akan menjadi neraka
bagimu

Saudaraku............
Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.........
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu......
Jika itu engkau lakukan akan celaka....
Engaku tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar

Jumat, 02 Juli 2010

Cara Menghitung Biaya Pernikahan

Pernikahan adalah sebuah momen yang akan
dikenang sepanjang hidup seseorang. Bagaimana tidak,
pernikahan menyatukan dua manusia menjadi satu keluarga.
Pernikahan juga menyambung silaturahmi antara dua keluarga
besar menjadi saudara.

Tapi bukan berarti seluruh sumber daya finansial yang dimiliki
dihabiskan hanya untuk sebuah acara pernikahan saja. Karena
masih banyak pengeluaran lain setelah itu yang sebaiknya
diprioritaskan. Seperti untuk membeli rumah dan kendaraan
sendiri, serta dana pendidikan anak-anak nanti tentunya. Yang
perlu dikhawatirkan oleh seseorang yang siap menikah bukanlah
biaya untuk acara pernikahannya, melainkan biaya hidup setelah
itu untuk bisa mandiri.

Untuk bisa mendapatkan momen pernikahan yang indah, tidak
harus dilakukan dengan mewah. Triknya adalah dengan
mengantisipasi beberapa faktor yang sangat menentukan besar
kecilnya biaya yang diperlukan.

Di rumah atau sewa gedung?
Kalau tidak mau repot, memang akan lebih baik kalau
pernikahannya diadakan di gedung saja. Namun tentunya akan ada
konsekuensi dari segi biaya. Yaitu adanya pos pengeluaran
untuk membayar sewa gedung. Maka bisa jadi harga sewa gedung
bisa menjadi pertimbangan utama dalam memilih gedung yang akan
digunakan. Jangan sampai anggaran pernikahan Anda tersedot
habis untuk biaya sewa gedung, karena masih banyak pengeluaran
lain yang juga tidak kalah besarnya.

Tapi jangan terkecoh dengan iklan biaya sewa gedung yang
murah, tanyakan dulu fasilitas apa saja yang sudah termasuk
dalam harga tersebut. Apakah sudah termasuk kursi dan lainnya.
Lalu apakah ada tambahan untuk perizinan, listrik dan
sebagainya. Dan ingat, biaya yang akan dikeluarkan bukan cuma
untuk menyewa gedung saja melainkan juga untuk sarana
pendukungnya seperti katering, dekorasi, dokumentasi dan
sebagainya. Mau tidak mau Anda akan diminta untuk menggunakan
katering atau dekorasi dari rekanan gedung tersebut. Tentunya
harganya akan lebih mahal dibandingkan dengan harga di luar,
bisa jadi pengelola gedung memasang standar harga yang relatif
murah untuk sewa gedungnya tapi mematok harga yang cukup mahal
untuk kateringnya. Jadi untuk membandingkan mana yang lebih
murah, hitung biaya sewa, katering, dekorasi dan biaya
tambahan lainnya juga.

Selain itu, cermati juga kapasitas gedungnya. Tentunya Anda
tidak ingin tamu undangan Anda berdesak-desakan karena
gedungnya terlalu kecil. Pilih gedung yang memang bisa
menampung undangan sebanyak yang direncanakan, tapi jangan
juga memilih gedung yang terlalu besar. Selain biayanya lebih
mahal, acaranya juga bisa terkesan sepi karena ruangannya
terlihat kosong. Bukan cuma ukuran ruangannya yang harus
dilihat, cermati juga kapasitas tempat parkiranya agar tidak
menggangu lingkungan sekitar. Survey langsung dan lihat
seberapa banyak kira-kira daya tampung tempat duduk, orang
berdiri, dan parkirannya.

Dengan anggaran terbatas, akan lebih ekonomis mengadakan acara
pernikahannya di rumah saja. Memang sih, Anda akan lebih
repot, tapi penghematannya juga bisa lumayan besar. Malah bisa
jadi penentuan tempat di rumah atau di gedung adalah faktor
pertama yang menentukan besar atau tidaknya biaya yang
diperlukan. Apalagi kalau Anda punya keluarga besar yang bisa
dengan senang hati membantu, kenapa tidak minta tolong saja
kepada mereka. Saya percaya mereka tidak akan keberatan. Malah
akan menjadi kebahagiaan mereka juga untuk bisa ikut
berpartisipasi dalam acara pernikahan Anda.

Jumlah Undangan
Selain masalah gedung, faktor kedua yang paling penting untuk
menentukan besar kecilnya biaya pernikahan adalah jumlah tamu
yang diundang. Bukan cuma biaya cetak undangan saja yang
diperhitungkan, jumlah tamu yang diundang juga akan
mempengaruhi kapasitas gedung yang harus disewa, banyaknya
makanan yang dipesan dan sebagainya. Tentunya tidak mungkin
mengadakan pesta kecil-kecilan saja sedangkan Anda mengundang
begitu banyak orang. Dan menjadi mubazir juga kalau mengadakan
acara besar hanya untuk sedikit orang yang diundang.

Acara pernikahan bukan cuma acaranya pasangan pengantin, tapi
juga acara bagi kedua keluarga besar besan. Jangan lupa untuk
menghitung jumlah yang akan diundang oleh pihak pengantin
laki-laki, pengantin perempuan, dan kedua keluarga besan.
Pastikan Anda sudah punya perkiraan jumlah undangan sebelum
mencetak undangan dan memesan gedung. Akan lebih baik lagi
kalau daftar namanya pun sudah siap.

Wedding Organizer
Terkadang untuk menyiapkan sendiri teknis acara pernikahan,
akan menghabiskan banyak waktu dan perhatian. Padahal, masih
banyak hal lain yang perlu disiapkan menghadapi hari H. Dan
tentunya akan lebih merepotkan lagi kalau belum pernah menjadi
panitia acara pernikahan sebelumnya,.

Kalau mau praktis, Anda bisa memanfaatkan jasa wedding
organizer. Bukan cuma acara di gedung saja, wedding organizer
pun bisa membantu Anda untuk menyiapkan acara pernikahan yang
diadakan di rumah.

Memang akan ada tambahan dari segi biaya, tapi kalau pekerjaan
yang mereka lakukan bisa banyak membantu Anda, rasanya tidak
mengapa keluar lebih banyak uang untuk sesuatu yang memang
berharga. Dan bukan tidak mungkin kalau total biaya yang harus
dikeluarkan justru bisa dihemat. Karena mereka lebih
berpengalaman, bisa jadi mereka sudah punya langganan yang
bisa memberikan diskon atau punya konsep dekorasi yang bagus
tapi tidak mahal.

Lebih praktis dengan sistem paket
Sebagian dari Anda mungkin merencanakan acara pernikahan
dengan batasan anggaran. Artinya, Anda tidak mau pusing-pusing
menghitung biaya yang harus dikeluarkan per item seperti
undangan, dekorasi, gedung, katering, dan sebagainya.

Sama dengan ketika memesan makanan di restoran fast food,
daripada pusing memilih menu, pilih saja paket yang sudah ada.
Yang menyediakan sistem paket ini biasanya selain wedding
organizer juga hotel dan pengelola gedung. Harganya juga
bervariasi, mulai dari 5 juta untuk yang sederhana sampai yang
ratusan juta rupiah juga ada.

Anda bisa memilih paket yang sudah tetap harganya. Atau bisa
juga paket yang dihitung per orang. Untuk paket yang sudah
tetap harganya, Anda bisa memilih sesuai dengan batasan
anggaran, namun tentunya harus rela untuk membatasi undangan
sesuai dengan paketnya. Sedangkan untuk paket per orang, Anda
bisa lebih fleksibel menentukan berapa jumlah tamu yang akan
diundang.

Tips Menghemat Biaya Pernikahan:
- Gedung tak harus strategis
Tujuan diadakannya acara pernikahan di gedung adalah untuk
mendapatkan ruangan yang cukup besar menampung semua tamu dan
tidak repot menyiapkannya. Tidak perlu gedung yang lokasinya
sangat strategis agar tamu mudah menjangkaunya, karena tamu
undangan memang sudah berniat untuk datang dimanapun
lokasinya. Untuk menghemat biaya gedung, lokasinya mungkin
tidak usah yang dipinggir jalan utama, yang penting mudah
dicari dan aksesnya jalannya baik. Tidak usah juga gedung yang
terlihat mewah karena toh nantinya juga akan didekor. Yang
penting bisa menampung semua tamu undangan yang hadir. Bahkan
kalau bisa, pilih gedung yang tidak komersil, dalam arti tidak
disewakan secara khusus untuk mengadakan acara-acara tertentu.
Mungkin Anda pernah menghadiri sebuah acara pernikahan di
mesjid, gedung olah raga, atau mungkin balai warga di
lingkungan rumahnya. Saya rasa tidak diterapkan tarif komersil
untuk acara tersebut. Kalaupun harus membayar uang sewa, Anda
tidak diharuskan memilih katering dan dekorasi dari rekanan
pengelola yang tarifnya lebih mahal.

Di rumah pun bisa lebih indah. Acara pernikahan yang baik tidak
harus di tempat yang mewah, rumah sendiri pun bisa disulap
menjadi tempat acara yang indah. Ingat, faktor pertama yang
mempengaruhi besar atau kecilnya biaya adalah tempat.
Pernikahan di rumah sendiri bisa menghemat banyak pos
pengeluaran seperti untuk sewa tempat dan katering. Bahkan di
rumah pun bisa lebih indah, tinggal bagaimana kita mengaturnya
saja. Kalau punya halaman luas, Anda bisa memasang tenda
tertutup yang bisa menampung banyak tamu. Memang akan lebih
mahal daripada tenda biasa yang terbuka, tapi tentunya masih
lebih murah daripada menyewa gedung.

- Bijak memilah undangan
Faktor kedua yang menentukan besar atau kecilnya biaya
pernikahan adalah jumlah undangan. Kalau Anda dibatasi oleh
kuota jumlah undangan, pilih dengan baik siapa saja yang akan
diundang. Mulai dari yang terdekat, baru kemudian yang jauh.
Dekat bisa dalam arti hubungan dan dekat dalam arti tempat
tinggal. Kalau Anda mengadakan acara akad nikah dan resepsi
yang terpisah, hal ini bisa menyiasati banyaknya tamu yang
diundang. Undang kerabat, tetangga dan teman-teman di
lingkungan sekitar untuk menghadiri acara akad nikah yang
diadakan di rumah. Sedangkan sisanya yang tidak tinggal dekat
dengan rumah bisa diundang untuk menghadiri resepsinya di
gedung.
Variatif menghidangkan makanan. Tidak perlu banyak-banyak
memesan makanan, yang penting bervariasi. Daripada terlalu
banyak menaruh makanan di meja prasmanan utama. Akan lebih
baik membuat banyak tempat makanan kecil-kecil yang terpisah
dengan hidangan yang berbeda-beda. Selain mengurangi antrian,
para undangan juga tidak akan merasa kehabisan makanan karena
bervariasinya hidangan.
Masih bisa didiskon. Walaupun Anda memilih harga paket, tidak
usah sungkan untuk minta diskon. Atau ketika memesan katering,
walaupun harganya sudah jelas tertera di brosur, bukan berarti
tidak bisa didiskon. Negosiasi saja dengan pengelola
kateringnya untuk diberikan diskon. Dan perhatikan dengan baik
kredibilitas pengelola katering, karena Anda tidak bisa
betul-betul menghitung apakah porsi yang dihidangkan sesuai
dengan pesanan.

Dikutip dari Majalah Alia

Proses Tata Cara Pernikahan Yang Islami

Sesungguhnya Islam telah memberikan tuntunan
kepada pemeluknya yang akan memasuki jenjang pernikahan,
lengkap dengan tata cara atau aturan-aturan Allah Subhanallah.
Sehingga mereka yang tergolong ahli ibadah, tidak akan memilih
tata cara yang lain. Namun di masyarakat kita, hal ini tidak
banyak diketahui orang.

Pada risalah yang singkat ini, kami akan mengungkap tata cara
pernikahan sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad shallallahu
`alaihi wa sallam yang hanya dengan cara inilah kita terhindar
dari jalan yang sesat (bid'ah). Sehingga orang-orang yang
mengamalkannya akan berjalan di atas landasan yang jelas
tentang ajaran agamanya karena meyakini kebenaran yang
dilakukannya. Dalam masalah pernikahan sesunggguhnya Islam
telah mengatur sedemikian rupa. Dari mulai bagaimana mencari
calon pendamping hidup sampai mewujudkan sebuah pesta
pernikahan. Walaupun sederhana tetapi penuh barakah dan tetap
terlihat mempesona. Islam juga menuntun bagaimana
memperlakukan calon pendamping hidup setelah resmi menjadi
sang penyejuk hati.
Berikut ini kami akan membahas tata cara pernikahan menurut
Islam secara singkat.

Hal-Hal Yang Perlu Dilakukan Sebelum Menikah

I. Minta Pertimbangan

Bagi seorang lelaki sebelum ia memutuskan untuk mempersunting
seorang wanita untuk menjadi isterinya, hendaklah ia juga
minta pertimbangan dari kerabat dekat wanita tersebut yang
baik agamanya. Mereka hendaknya orang yang tahu benar tentang
hal ihwal wanita yang akan dilamar oleh lelaki tersebut, agar
ia dapat memberikan pertimbangan dengan jujur dan adil. Begitu
pula bagi wanita yang akan dilamar oleh seorang lelaki,
sebaiknya ia minta pertimbangan dari kerabat dekatnya yang
baik agamanya.

II. Shalat Istikharah

Setelah mendapatkan pertimbangan tentang bagaimana calon
isterinya, hendaknya ia melakukan shalat istikharah sampai
hatinya diberi kemantapan oleh Allah Taala dalam mengambil
keputusan.

Shalat istikharah adalah shalat untuk meminta kepada Allah
Ta'ala agar diberi petunjuk dalam memilih mana yang terbaik
untuknya. Shalat istikharah ini tidak hanya dilakukan untuk
keperluan mencari jodoh saja, akan tetapi dalam segala urusan
jika seseorang mengalami rasa bimbang untuk mengambil suatu
keputusan tentang urusan yang penting. Hal ini untuk
menjauhkan diri dari kemungkinan terjatuh kepada penderitaan
hidup. Insya Allah ia akan mendapatkan kemudahan dalam
menetapkan suatu pilihan.

III. Khithbah (peminangan)

Setelah seseorang mendapat kemantapan dalam menentukan wanita
pilihannya, maka hendaklah segera meminangnya. Laki-laki
tersebut harus menghadap orang tua/wali dari wanita pilihannya
itu untuk menyampaikan kehendak hatinya, yaitu meminta agar ia
direstui untuk menikahi anaknya. Adapun wanita yang boleh
dipinang adalah bilamana memenuhi dua syarat sebagai berikut,
yaitu:

1. Pada waktu dipinang tidak ada halangan-halangan syar'i yang
menyebabkan laki-laki dilarang memperisterinya saat itu.
Seperti karena suatu hal sehingga wanita tersebut haram
dinikahi selamanya (masih mahram) atau sementara (masa
iddah/ditinggal suami atau ipar dan lain-lain).
2. Belum dipinang orang lain secara sah, sebab Islam
mengharamkan seseorang meminang pinangan saudaranya.

Dari Uqbah bin Amir radiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Orang mukmin adalah
saudara orang mukmin yang lain. Maka tidak halal bagi seorang
mukmin menjual barang yang sudah dibeli saudaranya, dan tidak
halal pula meminang wanita yang sudah dipinang saudaranya,
sehingga saudaranya itu meninggalkannya." (HR. Jamaah)

Apabila seorang wanita memiliki dua syarat di atas maka haram
bagi seorang laki-laki untuk meminangnya.

IV. Melihat Wanita yang Dipinang

Islam adalah agama yang hanif yang mensyariatkan pelamar untuk
melihat wanita yang dilamar dan mensyariatkan wanita yang
dilamar untuk melihat laki-laki yang meminangnya, agar masing-
masing pihak benar-benar mendapatkan kejelasan tatkala
menjatuhkan pilihan pasangan hidupnya. Dari Jabir radliyallahu
'anhu, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

"Apabila salah seorang di antara kalian meminang seorang
wanita, maka apabila ia mampu hendaknya ia melihat kepada apa
yang mendorongnya untuk menikahinya." Jabir berkata: "Maka aku
meminang seorang budak wanita dan aku bersembunyi untuk bisa
melihat apa yang mendorong aku untuk menikahinya. Lalu aku
menikahinya." (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Syaikh
Al-Albani di dalam Shahih Sunan Abu Dawud, 1832). Adapun
ketentuan hukum yang diletakkan Islam dalam masalah melihat
pinangan ini di antaranya adalah:

1. Dilarang berkhalwat dengan laki-laki peminang tanpa
disertai mahram.
2. Wanita yang dipinang tidak boleh berjabat tangan dengan
laki- laki yang meminangnya.

V. Aqad Nikah

Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus
dipenuhi:

a. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai.
b. Adanya ijab qabul.

Ijab artinya mengemukakan atau menyatakan suatu perkataan.
Qabul artinya menerima. Jadi Ijab qabul itu artinya seseorang
menyatakan sesuatu kepada lawan bicaranya, kemudian lawan
bicaranya menyatakan menerima. Dalam perkawinan yang dimaksud
dengan "ijab qabul" adalah seorang wali atau wakil dari
mempelai perempuan mengemukakan kepada calon suami anak
perempuannya/ perempuan yang di bawah perwaliannya, untuk
menikahkannya dengan lelaki yang mengambil perempuan tersebut
sebagai isterinya. Lalu lelaki bersangkutan menyatakan
menerima pernikahannya itu. Diriwayatkan dalam sebuah hadits
bahwa:
Sahl bin Said berkata: "Seorang perempuan datang kepada Nabi
shallallahu alaihi wa sallam untuk menyerahkan dirinya, dia
berkata: "Saya serahkan diriku kepadamu." Lalu ia berdiri lama
sekali (untuk menanti). Kemudian seorang laki-laki berdiri dan
berkata: "Wahai Rasulullah kawinkanlah saya dengannya jika
engkau tidak berhajat padanya." Lalu Rasulullah shallallahu
alaih wa sallam bersabda: "Aku kawinkan engkau kepadanya
dengan mahar yang ada padamu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadist Sahl di atas menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam telah mengijabkan seorang perempuan kepada
Sahl dengan mahar atau maskawinnya ayat Al-Quran dan Sahl
menerimanya.

c. Adanya Mahar (mas kawin)

Islam memuliakan wanita dengan mewajibkan laki-laki yang
hendak menikahinya menyerahkan mahar (mas kawin). Islam tidak
menetapkan batasan nilai tertentu dalam mas kawin ini, tetapi
atas kesepakatan kedua belah pihak dan menurut kadar
kemampuan. Islam juga lebih menyukai mas kawin yang mudah dan
sederhana serta tidak berlebih-lebihan dalam memintanya.

Dari Uqbah bin Amir, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam: "Sebaik-baik mahar adalah yang paling ringan." (HR.
Al-Hakim dan Ibnu Majah, shahih, lihat Shahih Al-Jamius
Shaghir 3279 oleh Al-Albani)

d. Adanya Wali

Dari Abu Musa radliyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa
sallam bersabda: "Tidaklah sah suatu pernikahan tanpa wali."
(HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam
Shahih Sunan Abi Dawud no. 1836).Wali yang mendapat prioritas
pertama di antara sekalian wali-wali yang ada adalah ayah dari
pengantin wanita. Kalau tidak ada barulah kakeknya (ayahnya
ayah), kemudian saudara lelaki seayah seibu atau seayah,
kemudian anak saudara lelaki. Sesudah itu barulah
kerabat-kerabat terdekat yang lainnya atau hakim.

e. Adanya Saksi-Saksi

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali dan dua orang
saksi yang adil." (HR. Al-Baihaqi dari Imran dan dari Aisyah,
shahih, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir oleh Syaikh Al-Albani
no. 7557).

Menurut sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam, sebelum
aqad nikah diadakan khuthbah lebih dahulu yang dinamakan
khuthbatun nikah atau khuthbatul-hajat.

VI. Walimah

Walimatul Urus hukumnya wajib. Dasarnya adalah sabda
Rasulullah shallallahu alaih wa sallam kepada Abdurrahman bin
Auf:

"....Adakanlah walimah sekalipun hanya dengan seekor kambing."
(HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Alabni dalam Shahih
Sunan Abu Dawud

Di Jalan Apa Anda Menikah?

Ini bukan pertanyaan basa-basi. Pertanyaan ini penting untuk dijawab.

Di jalan apakah anda menikah? Ada jalan instinktif yang biasa dilalui manusia pada umumnya, bahwa pernikahan adalah cara menyalurkan kebutuhan biologis yang pasti muncul pada laki-laki dan perempuan dewasa. Jalan yang menghantarkan setiap orang, apapun agama dan ideologinya, untuk bisa saling mencintai dan menyayangi pasangan hidupnya. Menumpahkan syahwat secara bertanggung jawab kepada pasangannya.

Binatang mengekspresikan keinginan berpasangan secara instinktif. Tentu saja binatang tidak memiliki tujuan yang ideologis dalam melaksanakan fungsi reproduktif. Mereka hanya diberi instink mengembangkan keturunan dengan jalan penyaluran libido seksual kepada lawan jenis. Mereka dibekali naluri yang kuat untuk mendekati lawan jenis dan melampiaskan keinginan instinktifnya.
Pilihan jalan ini bersifat amat tradisional, secara intuitif manusia memerlukan teman dan pasangan hidup. Maka mereka mencari pasangan semata-mata dengan orientasi besar penyaluran kebutuhan biologis. Pilihan pasangan hidupnya pun sesuai dengan tujuan tersebut, yaitu harus bisa memuaskan keperluan syahwatnya secara optimal. Desakan untuk menikah muncul karena pertimbangan usia yang semakin dewasa, dan dorongan libido yang kian memuncak. Jalan ini merupakan pilihan masyarakat yang awam akan agama, dan jauh dari sentuhan spiritualitas.

Di jalan apa anda menikah? Ada ideologi materialisme yang menawarkan janji-janji serbamateri. Kekayaan, kemegahan, keserbapunyaan material akan menjadi tawaran utama tatkala anda menapakinya. Kehidupan layaknya borjuis, mengukur segala sesuatu berdasarkan aspek materi, kebaikan diukur dari segi melimpahnya harta dunia. Pesta pernikahan di dasar samudera, bulan madu di angkasa raya, malam pertama di California, itu janji-janjinya. Perhatikan bagaimana Allah Ta'ala mencirikan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah:
"Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka" (Muhammad: 12).

Mereka hidup hanya berfoya-foya, tidak mengenal orientasi ukhrawi. Hidup mereka penuh dengan kemelimpahan materi. Dampaknya ketika memutuskan untuk melaksanakan pernikahan, tolok ukur utamanya adalah materi. Memilih caton suami atau isteri lebih meninjau sisi-sisi materialnya. Baik materi itu berupa kekayaan, atau materi dalam konteks kecantikan, ketampanan, bentuk tubuh, berat dan tinggi badan, warna kulit, dan lain sebagainya.
Allah mencela orientasi materialistis, dengan mengungkapkan celaan kepada pelakunya:
"Dan kamu mencintai haria benda dengan kecintaan yang amat sangat" (AI Fajr: 20).

Demikian juga Allah Ta 'ala telah mengecam para pemilik kemewahan yang berorientasi materialistis:
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur" (At Takatsur:1-3).

Sebuah celaan yang amat dahsyat, bagaimana orang berlomba-lomba dalam orientasi materi, sehingga membutakan mata ruhani, dan membakar nafsu duniawi mereka. Sampai masuk kubur mereka masih berpikir membawa kemegahan dunia. Dalam ayat lain Allah mencela mereka yang senantiasa mengukur segala sesuatu dengan harta:
"Yang mengumpulkan harta dun menghitung- hitungnya, diu mengira bahwa haria itu dapat mengekalkannya" (AI Humazah: 2-3).

Sebuah orientasi picik yang akan menghantarkan manusia menuju kepada kehinaan. Benarlah kata- kata bijak yang mengingatkan akan masalah ini, "Barangsiapa yang orientasi dan cita-citanya hanyalah sebatas pada apa yang masuk ke dalam perutnya, maka nilai kemanusiaannya tak lebih dari apa yang keluar dari perutnya".

Betapa banyak masyarakat kita rela meninggalkan keyakinan agamanya, hanya karena ingin mendapatkan jodoh yang tampan, cantik dan kaya. Jika jalan ini menjadi pilihan anda, kerugian sudah pasti merupakan akibatnya. lni adalah pilihan hidup yang menyesatkan, bukankah materi memiliki sifat dasar tidak pernah bisa memuaskan?

Dijalan apa anda menikah? Ada jalan setan yang membentang luas di sebelah kanan dan kiri anda, mengajak anda melewatinya, dengan berbagai janji-janji keindahan dan kenikmatan. Jalan setan yang menghantarkan anda menuju kepada kesesatan. Setan menawarkan kebebasan melampiaskan hawa nafsu, kebebasan pemenuhan syahwat, berganti-ganti pasangan untuk saling menikmati sebelum terjadinya pernikahan.

"Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah yang merugi (AI Mujadilah : 19).

Ketika manusia mulai dikuasai setan, yang bergerak dalam hati dan pikirannya hanyalah kekuasaan setan. Hawa nafsu telah menguasai gerak langkahnya, segala yang dilarang Allah tampak demikian indah dan menyenangkan, mereka telah mengabdi kepada kepentingan nafsunya sendiri:
"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya? (AI Jatsiyah:23).

Allah telah mengingatkan kita agar tidak mengikuti jalan setan, sebab ialah sejelek-jelek jalan, seburuk-buruk pilihan:
"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (AI Baqarah : 208).

Demikian pula AIlah telah memberikan peringatan amat keras kepada kita: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan! Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar" (An Nur : 21).

Benar-benar setan menjadikan indah hal-hal yang dilarang Allah, menimbulkan kesenangan-kesenangan dari keindahan yang diciptakan setan tersebut, maka waspadailah senantiasa langkah mereka ini:
"Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan)?" (Fathir : 8).

Dengarkanlah apa yang telah dikatakan setan, sebagaimana yang diabadikan Allah dalam Al Qur'an:
“Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka..." (An Nisa : 119).

Setan berusaha dengan sekuat tenaga mereka untuk membangkitkan angan-angan kosong pada manusia yang lengah dan lalai dari dzikrullah. Jalan setan dipenuhi dengan hiasan-hiasan keindahan versi setan, hidup dalam angan-angan kosong, khayalan, lamunan berkepanjangan , mengandai-andaikan keindahan hidup. Lalu bagaimana mungkin anda akan memilih menikah di jalan setan, padahal jelas- ielas setan akan menipu dan menyesatkan?

Dijalan apakah anda menikah? Nunjauh di sana, ada kehidupan lain yang menolak kemewahan. Adalah serbaruhani, dimana ketiadapunyaan menjadi dasar pilihannya. Kehidupan material harus ditinggalkan karena ialah sumber permasalahan. Harta adalah sampah dunia yang kotor dan amat menjijikkan.
Keluarga yang bergelimang dalam kehidupan materi akan melenakan, maka jangan mencari materi, sebab ia akan menyesatkan. Orientasi serbamateri membawa anda kepada kehidupan kehinaan, sebab nafsu memiliki benda-benda adalah syahwat yang membakar dan menghanguskan. Materi akan menghinakan anda, maka berpalinglah darinya, begitu prinsip mereka yang berada di jalan serba ruhani. Antitesa dari jalan serbamateri adalah jalan serbaruhani. Perlawanan kultural dan ideologis, melawan kemewahan dengan ketiadaan, melawan kerakusan dengan keberpalingan dari dunia, melawan keberadaan dengan ketiadaberadaan. Jalan ini amat menistakan kebergelimangan material, menolak hidup berlimpah harta, tubuh gemuk, malas ibadah dan pula syahwat menguasai hidup; akan tetapi mereka melawan dengan ekstrem di sisi yang lain.

Sesungguhnyalah Islam tidak mengharamkan materi selama diperoleh dengan cara yang benar. Islam menganggap harta adalah bagian dari perhiasan dunia yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang dan mengoptimalkan kebaikan. Sekalipun Islam tidak menghendaki umatnya berorientasi serba materi, akan tetapi juga menolak jalan serbaruhani yang menolak kepentingan materi.
Di jalan apakah anda menikah? Terbentang pula dengan lurus dan amat luas jalan dakwah. Jalan para Nabi dan syuhada, jalan orang-orang shalih, jalan para ahli surga yang kini telah bercengkerama di taman-tamannya:
Katakanlah: inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata. Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik. (Yusuf : 108).

Hadzihi sabili, inilah jalanku, yakni ad'u ilallah, aku senantiasa mengajak manusia kepada Allah. Fi'il mudhari' yang digunakan pada kalimat ad'u ilallah semakin menegaskan bahwa dakwah adalah pekerjaan yang sedang dan akan terus menerus dilakukan kaum muslimin, yaitu ana, Rasulullah saw, wamanit- taba'ani dan orang-orang yang mengikuti Rasulullah saw sampai akhir zaman nanti.
lnilah jalanku, yaitu jalan dakwah, jalan yang membentang lurus menuju kebahagiaan dan kepastian akhir. Jalan yang dipilihkan Allah untuk para Nabi, dan orang-orang yang setia mengikuti mereka. Jalan inilah yang menghantarkan Nabi saw menikahi isteri-isterinya. Jalan ini yang menghantarkan Ummu Sulaim menerima pinangan Abu Thalhah. Jalan yang menyebabkan bertemunya Ali ra dan Fatimah Az Zahra dalam sebuah keluarga.

Dijalan dakwah itulah Nabi saw menikahi Ummahatul Mukminin. Dijalan itu pula para shahabat Nabi menikah. Di jalan dakwah itulah orang-orang shalih membina rumah tangga. Jalan ini menawarkan kelurusan orientasi, bahwa pernikahan adalah ibadah. Bahwa berkeluarga adalah salah satu tahapan dakwah untuk menegakkan kedaulatan di muka bumi Allah .
Lalu mengapa anda memilih jalan-jalan yang lainnya? Padahal jalan-jalan lain itulah yang akan menyesatkan dan menjerumuskan:
"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan- jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalanN ya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa" (AI An'am : 153).

Menikahlah di jalan dakwah, anda akan mendapatkan keberuntungan. Di jalan ini para sahabat Nabi melangkah, di jalan ini mereka menikah, di jalan ini pula mereka meninggal sebagai syahid dengan kematian yang indah. Jalan yang tak pernah memberikan kerugian. Justru senantiasa menjadi investasi masa depan yang menguntungkan di dunia maupun akhirat.

Di jalan ini kecenderungan ruhaniyah amat mendapat perhatian, akan tetapi tidak mengabaikan segi-segi materi. Di jalan ini setan terkalahkan oleh orientasi Rabbani, dan menuntun prosesnya, dari awal sampai akhir, senantiasa memiliki kontribusi terhadap kebaikan diri dan ummat. Sejak dari persiapan diri, pemilihan jodoh, peminangan, akad nikah hingga walimah, dan hidup satu rumah. Tiada yang dilakukan kecuali dalam kerangka kesemestaan dakwah.

Mendobrak Kendala Pernikahan

Pernikahan menjadi dambaan banyak orang, terutama para pemuda dan gadis-gadis. Pernikahan menjadi harapan ketika fungsi-fungsi hormonal tubuh sudah matang. Pernikahan menjadi mimpi indah ketika jiwa tidak lagi bisa dipuaskan dengan menjadi anak ideal. Bahkan, pernikahan menjadi jawaban kongkret atas berbagai "tekanan" sosial yang terus menghantui wanita-wanita Timur.

Fenomena telat menikah bukan monopoli gadis-gadis. Para pemuda pun merasakan tekanan hebat. Semakin bertambah umur, semakin sering berjumpa dengan kenalan, lalu mereka bertanya, "Kapan nikah?" Kenyataan seperti itu adalah tekanan yang bukan main beratnya.

Kelambatan menikah bagi para pemuda dilatar-belakangi banyak faktor, antara lain, belum siap memberi nafkah, belum menemukan calon yang tepat, menjadi tumpuan keluarga, tidak memiliki "modal" cukup untuk melangsungkan acara resepsi sesuai standar modern, kekhawatiran berlebihan melihat beban kehidupan rumah-tangga, terlilit beban utang, mengidap penyakit-penyakit serius dan aneka alasan lain. Masalah ini tidak cukup selesai dengan ucapan, "Wahai ikhwan, rezeki itu dari Allah. Tidak usah takut menikah hanya gara-gara soal rezeki."

Telat menikah bukan monopoli gadis-gadis biasa. Kalangan Muslimah aktivis, shalihat, para penggiat dakwah, mereka pun merasakan hal yang sama. Hanya, cara mereka menyikapi problema itu lebih halus dan sabar. Realita kerisauan itu tetap ada, hanya lebih terkendali. Namun tidak dipungkiri, ada juga yang berguguran karena tidak kuat menahan tekanan.

Persoalan telat menikah bukan masalah kecil. Kalau disimak, ini adalah persoalan sosial yang cukup serius. Dari titik ini menjalar berbagai persoalan ke tempat-tempat lain. Sikap liberal wanita dalam berbusana, bergaul, bersikap dan lain-lain, sebagiannya tampak dilandasi niatan ingin memenangkan "kompetisi".

Tanpa disadari, sikap seperti itu justru melahirkan problema-problema baru yang tidak kalah serius: pelecehan seksual, pergaulan bebas, aborsi, demam pornografi, selingkuh dan lain-lain. Lalu apa solusi atas masalah ini? Tentu, kita tidak akan mengatakan, "Semua pihak harus peduli untuk berpikir keras mencari solusi-solusi yang lebih efektif dan efisien." Budaya basa-basi seperti ini sudah selayaknya dilempar ke museum. Solusi itu bisa digali dengan mengoptimalkan kesadaran positif para Muslimah sendiri.

Pertama, kajilah kembali persoalan pernikahan ini, dari segi keindahan maupun tanggung-jawabnya. Jangan menyepelekan, namun juga jangan ketakutan. Bersikaplah adil. Mempersiapkan diri untuk memikul beban, tapi tetap bersemangat tinggi menyongsong hari-hari penuh sakinah.

Kedua, pikirkan setiap peluang dan jalan-jalan ke arah pernikahan yang mungkin bisa kita dapatkan, sejauh itu halal dan benar. Jangan membuat sekat-sekat sehingga ia akan memenjara diri sendiri, namun juga jangan tergiur oleh aneka bujuk rayu yang bisa menyeret kita ke sudut-sudut menakutkan. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi diri kita.

Ketiga, jangan takut untuk menempuh risiko. Kalau dipikirkan, di dunia ini tidak ada yang tidak berisiko. Kesendirian ada risiko, melaju ke pernikahan adalah risiko, berumah-tangga pun tidak sepi dari risiko. Bukan risiko yang perlu ditakutkan, tapi takutlah jika kita jatuh ke lubang-lubang dosa karena salah melangkah.

Dan terakhir, jawablah seluruh tawaran pernikahan yang datang kepada kita, seideal atau sesederhana apapun tawaran itu dengan jawaban ini, "Saya tidak begitu saja menolak atau menerima, namun beri saya waktu untuk istikharah. Biarlah petunjuk Allah yang akan menjawab ajakan ini." Lalu tunaikan istikharah sesuai Sunnah Rasul SAW. Jangan putus-putus menunaikan itu hingga hati Anda dilapangkan untuk memilih satu dari dua jawaban, menerima atau menolak. Wallahu a`lam.