Senin, 25 Oktober 2010

Dokumen penyiksaan di Iraq

Dua dokumen yang baru dirilis oleh website Wikileaks menunjukkan bahwa dua orang yang tewas di Irak pada tahun 2004 kemungkinan disiksa dan dimutilasi sebelum mereka meninggal dunia.

Salah satu dokumen menceritakan penemuan "mayat tak dikenal" di Fallujah dengan indikasi yang jelas dari mutilasi dan penyiksaan.

Para korban kemungkinan meninggal karena "trauma", ujar dokumen.

Dokumen lain mengatakan seuah jasad di temukan di sekitar Baghdad, "tampaknya telah disiksa".

Mereka menyatakan bahwa tangan korban terikat di belakang tapi tidak mengungkapkan dengan pasti dimana orang tersebut dibunuh.

Dua dokumen tersebut merupakan bagian dari hampir 400.000 laporan tentara perang pimpinan Amerika di Irak yang diterbitkan oleh Wikileaks.

Dokumen tersebut ditulis oleh para tentara AS selama perang di Irak, tertanggal sejak Januari 2004 hingga akhir tahun 2009.

Pendiri Wikileaks, Julian Assange menyebut perang di Irak merupakan "pertumpahan darah di setiap sudut wilayah".

Demikianlah, lagi-lagi kejahatan para teroris Amerika terungkap yang menunjukkan siapa sebenarnya teroris nyata di dunia ini. Sudah saatnya kaum Muslim bersatu padu untuk menghentikan segala bentukan kejahatan kaum kafir dan membebaskan negeri Muslim Irak, Afghanistan, Pakistan dan negeri Muslim lainnya melalui tegaknya Khilafah Rasyidah. Insya Allah tidak akan lama lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar